Monday, September 11, 2006

Ketika Janji tidak Ditepati

Pernahkah anda mengalami bagaimana rasanya ketika diingkari? Harapan seakan hilang dan pupus begitu saja disaat seseorang terpaksa mengingkari janji yang pernah diucapkannya. Hal ini mungkin saja sering sekali dialami oleh sebagian besar manusia karena banyaknya interaksi sosial yang dilakukannya.

Malam itu telah disepakati untuk diadakan rapat koordinasi masalah da’wah remaja dan sekolah di rumah seseorang. Rapat ini memang sempat gagal karena salah seorang peserta tidak bisa datang karena alasan sakit, padahal perannya sangatlah dibutuhkan. Akhirnya beliau menyanggupi untuk diadakan pada malam itu. Pesertanya memang tidak banyak hanya empat orang. Rapat ini merupakan koordinasi untuk suksesnya da’wah remaja dan sekolah di lingkungan kami..

Rencana rapat baru saja saya dapatkan pada malam sebelumnya dari salah seorang peserta juga. Saya merasa agak sedikit keberatan dengan rapat itu, mengingat adanya agenda keluarga ke luar kota yang sudah tersusun rapi. Tapi karena ini adalah tugas da’wah, insyaallah harus tetap komit, juga didasari dengan semakin mepetnya waktu, akhirnya saya setuju untuk rapat pada malam itu dengan mengorbankan agenda keluarga. Tanggapan keluarga baik meskipun istri sebelumnya sempat kecewa.

Malam yang diagendakan itu akhirnya tiba. Meski saat itu saya merasa sedikit lelah karena padatnya agenda, namun tetap harus diusahakan untuk datang. Saya sempat juga sms teman laen menanyakan kepastian rapat. Namun statusnya masih pending. Akhirnya daripada terlambat, saya putuskan untuk segera berangkat. Jaraknya sih memang tidak terlampau jauh sekitar 15 menit dengan motor dari rumah. Saat sampai di depan rumah yang akan dijadikan tempat rapat, ternyata kosong. Sempat saya tanyakan ke tetangga tentang keberadaan beliau, namun dijawab dengan gelengan kepala.

Akhirnya diputuskan untuk menunggu sekitar 10 menit, mungkin beliau memang sedang keluar sebentar. Karena merasa tidak enak dilihat oleh tetangganya, akhirnya saya telepon menanyakan keberadaannya dan juga konfirmasi jadi tidaknya rapat. Ternyata beliau lupa ada agenda rapat dan sekarang sedang ada acara lain yang diikuti.

Deg.. ada sebuah perasaan kesal dan penyesalan. Andai tahu ini dari awal tidak jadi, mungkin agenda keluaga bisa dilaksankan. Namun saya berfikir untuk berkhusnudhon saja dan bersabar kepada Allah. Allah tahu yang terbaik tentang hal ini. Mudah-mudahan kesungguhan hati saya bisa menjadi ladang amal. Ya Allah saksikanlah bahwa hamba telah bersusah payah untuk penuhi janji ini, meski Engkau tentukan hal lain.

Itulah fenomena yang sering dihadapi oleh sebagian manusia terkait dengan janji yang ada. Teringat kembali bagaimana sikap Rasulullah yang begitu kuat memegang janji yang telah terikrarkan, hingga pernah menunggu lama hingga yang punya janji datang dan meminta maaf. Rasulullah hanya tersenyum dan langsung memaafkan kesalahan orang tersebut. Sungguh mulia sekali sikap Rasul ini.
Kita mungkin tahu kalau ingkar janji itu merupakan salah satu tanda orang munafik. Akankah kita disebut munafik saat ada sebuah janji yang tidak ditepati? Tentunya kita harus sedikit siasati berkaitan dengan janji ini.

1. Catat dan ingatlah secara baik
Sebuah janji dan kesepakatan hendaknya harus selalu diingat. Bahkan kalau perlu sekalian saja dicatat dalam agenda pribadi kita. Disitulah kita bisa tentukan bisa tidaknya kita penuhi janji seseorang agar tidak bentrok. Pencatatan juga akan mempermudah kita dalam menentukan agenda harian kita.

2. Tentukan skala prioritas.
Jikalau kita menghadapi dua agenda atau janji yang benar-benar terpaksa harus bentrok, maka tentukanlah skala prioritasnya. Manakah janji yang benar-benar akan mendatangkan mudharat ketika kita tidak datang. Dan manakah janji yang masih bisa tergantikan dengan hal lainnya.

3. Siasati saat benar-benar tidak bisa memenuhi.
Di saat kita benar-benar tidak bisa memenuhi undangan atau janji itu, maka siasatilah dengan minimal memberkan kabar kepada yang bersangkutan baik sebelum ataupun sesudahnya. Memberi tahu permasalahan kita akan lebih memperjelas alasan kita tidak bisa penuhi janji. Mudah-mudahan orang yang kita janjikan bisa memaafkannya.

4. Jangan terlalu banyak mengobral janji.
Kunci utama agar tidak mengecewakan semua orang adalah dengan tidak terlalu banyak mengobral janji. Setiap orang akan menilai lain-lain dengan janji kita maka usahakanlah untuk memenuhinya. Alangkah lebih baiknya kita ucapkan Insya Allah saat harus menyetujui sebuah perjanjian.


Toek teman-teman kader da’wah yang saya cintai karena Allah, tolong tunjukan komitmen antum sebagai kader da’wah dengan selalu tepat dalam janji.


Comments:
Makasih postingannya. Semoga kita menjadi manusia yg selalu menepati janji
 
Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]