<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245</id><updated>2011-12-16T17:40:28.233+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pencarian Jati Diri yang Sesungguhnya</title><subtitle type='html'>Adaikan dunia ini adalah sebuah lautan, maka akan aku selami hingga kudapatkan sebuah mutiara diri dan kehidupan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-4979914635159538721</id><published>2011-09-15T10:17:00.002+07:00</published><updated>2011-09-15T10:34:40.367+07:00</updated><title type='text'>Nak Jangan Nakal Ya..</title><content type='html'>Nak, Jangan Nakal ya..&lt;br /&gt;Anak saya nakal sekali...&lt;br /&gt;Hati-hati di Sekolah.. jangan Nakal..&lt;br /&gt;dst..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ucapan-ucapan itu terasa wajar dan sering diucapkan oleh orang tua kepada anaknya terutama saat anak-anaknya berperilaku tidak sesuai dengan harapan dan kewajaran.&lt;br /&gt;Namun pernahkan kita berfikir dan mendalami tentang efek / akibat dari ucapan tersebut?&lt;br /&gt;Nakal?&lt;br /&gt;Bandel?&lt;br /&gt;Kalau diartikan adalah sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau aturan yang ada, kecenderungan terhadap perilaku negatif.&lt;br /&gt;Pada saat anak-anak mendengarkan kata-kata tersebut, apalagi sering, yang akan diingat adalah kata-kata Nakal, sehingga itu akan mempengaruhi terhadap emosi dan juga kejiwaannya. Dia hanya akan mengingat "Nakal" dan bukan tidak mungkin anak tersebut akan menanyakan apakah nakal itu? Makanan Apakah nakal itu?? dan akhirnya bukan tidak mungkin dia pun akhirnya akan mencoba melakukan kenakalan dan kenakalan. Dan boleh jadi kemungkinan hal itu menjadi dasar kenapa perilaku remaja saat ini penuh dengan dinamika dan kenakalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah lebih baik jikalau kita bisa mengubah kata-kata kita terhadap anak-anak kita seperti :&lt;br /&gt;Tolong bersikap yang baik ya nak..&lt;br /&gt;Boleh Bersikap sewajarnya..&lt;br /&gt;dll.&lt;br /&gt;Sebuah kata positif yang bertujuan sama dengan kata-kata sebelumnya. Namun tahukah di balik kata-kata tersebut pengaruhnya terhadap cara berfikir dan bertindak seorang anak??&lt;br /&gt;Dia akan selalu bersikap positif dan mencari tahu apakah hal-hal yang baik dan wajar itu saat dia dewasa. Seorang anak akan semakin percaya diri karena sudah dipercaya oleh orang-orang sekitarnya bahwa dia sudah berperilaku baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setidaknya sudah membuktikan hal ini. Anak saya yang pertama di sekolah tidak pernah dikenalkan dengan kata-kata Nakal dan Bandel. Namun pada saat ada kejadian yang janggal ada seseorang yang mengatakan bahwa anak saya ini nakal. Apa yang terjadi??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari, anak saya menjadi pemalu, lebih sulit diatur dan juga bersikap tidak wajar dengan sering mencari perhatian, lebih sering berkata tidak jujur dan sikap-sikap lainnya yang berbeda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Hal ini akhirnya memicu kami untuk lebih memperhatikan dan memberikan pengertian yang lebih agar dia kembali bisa mendapatkan kepercayaan dirinya lagi, dan itu memerlukan waktu yang lama dan harus ada ketelatenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu hanya satu kata "Nakal" bagaimana dengan kata-kata lainnya??&lt;br /&gt;Setidaknya mulai saat ini mulailah kita sebagai orang tua memulai untuk menghargai anak dengan selalu memberikan kata-kata positif.&lt;br /&gt;Percayalah.. ini akan sangat berpengaruh terhadap anak-anak kita kedepannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-4979914635159538721?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/4979914635159538721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=4979914635159538721' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/4979914635159538721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/4979914635159538721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2011/09/nak-jangan-nakal-ya.html' title='Nak Jangan Nakal Ya..'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-519415480974022032</id><published>2011-06-24T20:59:00.002+07:00</published><updated>2011-06-24T21:04:31.073+07:00</updated><title type='text'>Aku Kembali</title><content type='html'>Saatnya untuk kembali..&lt;br /&gt;Kembali untuk menata diri..&lt;br /&gt;Menata Hati untuk mengabdi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menata Jiwa agar berjaya&lt;br /&gt;Berjaya di dunia&lt;br /&gt;Dan juga kelak di Alam Jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali.. Kembali.. Untuk Berbagi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-519415480974022032?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/519415480974022032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=519415480974022032' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/519415480974022032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/519415480974022032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2011/06/aku-kembali.html' title='Aku Kembali'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-5166961314444291555</id><published>2008-06-19T15:18:00.001+07:00</published><updated>2008-06-19T15:22:43.113+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan yang Menyisakan Sebuah Kenangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebuah perjalanan dinas ke sebuah kota di tataran sunda – Jawa Barat, tepatnya di daerah Purwakarta sebentar lagi akan berakhir. Tanpa terasa sudah sekitar 8 hari saya berada di kota ini. Tepatnya sejak senin tanggal 09 Juni 2008 malam hingga hari Rabu 18 Juni 2008 dan terpotong sabtu-minggu karena pulang dulu ke Bogor. Sepertinya perjalanan kali ini meninggalkan sebuah kesan tersendiri diantara sekian banyak perjalanan dinas yang pernah saya alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari kedatangan hari senin tanggal 09 Juni 08 dengan bermodalkan informasi dan nomor HP teman dekat – Erwin. Saya mulai menapaki kota Purwakarta ini tepatnya di STS Mall. Meskipun terasa baru, namun sepertinya saya tidak terlalu asing dengan kota ini. Rasanya seperti pulang ke kampung halaman karena ternyata bahasa dan adat istiadatnya sama dengan daerah asal saya – Ciamis.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertama datang dan bertemu dengan sahabat dekat – Erwin, dengan disuguhi hidangan khas Ayam Goreng Kampung dan sambal. Saya jadi teringat dengan ayam goreng di Ciamis yang mirip sekali. Lahap sekali saya makan ayam goreng di pinggiran jalan dekat STS itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penolakan dari hotel yang sudah saya booking sebelumnya meninggalkan sebuah kesan yang sangat mendalam. Sampai terasa sangat dikecewakan. Namun beruntung saya masih punya sebuah keyakinan bahwa Allah tidak akan mengecewakan saya. Bersama sahabat dekat yang selalu menemani terutama saat seperti itu, saya kembali menemukan sebuah semangat yang sebelumnya sempat luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama saya berkunjung untuk melakukan perbaikan alat yang merupakan tugas utama saya ke kota ini setidaknya menjadi terganggu karena saya harus sedikit membagi konsentrasi terkait dengan tempat menginap malam nantinya. Meski tugas itu akhirnya bisa saya selesaikan dengan baik. Alhamdulillah langkah pertama sudah dilakukan, tinggal menunggu langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah itu begitu mudah dan indah. Saat permintaan maaf dari hotel yang kemaren menolak saya terima, sebuah anugerah saya dapatkan. Menginap gratis 1 malam di suite room sebagai bentuk konpensasi kesalahan mereka menjadi hadiah saya atas kekecewaan sebelumnya. Akhirnya hari-hari indah itu mulai terukir kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah perbaikan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Satu masalah yang pelik kembali terjadi terkait dengan alat yang saya perbaiki ini. Saya sempat kebingungan setelah melakukan semua alternatif solusi yang pernah didapatkan. Hingga akhirnya saya terpaksa meminta tolong teman sesama teknisi di Philipine untuk memandu saya dalam menyelesaikan masalah ini. Sebenarnya agak tidak enak mengingat hampir 2 hari ini saya menelpon dia terus untuk menanyakan solusi masalah ini. Terus terang saya sempat putus asa. Namun saya tetap yakin Allah akan menjawab do’a saya lewat petunjuk Nya. Karena saya selalu ingat bagaimana Allah senantiasa membantu saya menyelesaikan pekerjan-pekerjaan saya. Alhamdulillah jalan itu saya dapatkan setelah mengevaluasi semua langkah saya. Saya menemukan kesalahan dan langkah perbaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kegembiraan sirna terutama saat saya baca email dari teman sesama teksnis di Philipine yang mengaku kecewa atas kinerja saya selama ini. Sempat down dan mengendurkan semangat saya selama ini. Namun sudahlah itu adalah resiko kerjaan. Saya beruntung dia menyatakan hal ini secara langsung sehingga saya tahu bagaimana seharusnya saya berkomunikasi dan berdiskusi dengannya dalam menyelesaikan masalah yang ada. Setidaknya saya tahu kalau selama ini saya merasa tergantung dengannya. Saya berazzam untuk dapat menyelesaikan masalah yang terjadi semampu saya. Biarlah Allah yang akan selalu membantu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya temukan sebuah semangat yang berarti sekali. Subhanallah Allah pertemukan saya dengan saudara seiman dan sefikroh. Sebuah kebahagiaan itu terasa saat tahu ternyata ada ikhwah di kantor itu. Dan Allah tunjukan tidak hanya satu melainkan 3 ikhwan. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukar cerita dan pengalaman terkait agenda da’wah dan kegiatan-kegiatan yang digeluti menjadi sebuah diskusi yang menarik. Sehingga saya bisa rasakah nuansa ruhiyah dan ukhuwah yang kembali menguat. Saya dapat mengobati kegundahan hati selama ini karena tidak dapat hadir di majlis pekanan saya. Terima kasih ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan perbaikan itu akhirnya harus saya lanjutkan pekan depannya. Alhamdulillah saya masih sempat pulang melihat anak dan istri saya yang selalu kurindukan sebagai penyemangat saya selama ini. Rencananya saya akan kembali ke Purwakarta hari senin pagi langsung dari rumah menuju ke tempat customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa sore saya selesaikan semua pekerjaan saya di customer. Hari senin dan selasa sore agenda saya adalah memberikan training kepada beberapa personil QC yang ditunjuk. Alhamdulillah bisa saya selesaikan dengan baik. Saya berharap mereka mengerti semua materi dan praktek yang saya ajarkan. Sore itu saya berpamitan ke Manager QC dan staf-staf nya karena sudah selesainya pekerjaan saya. Tak terasa sudah 7 hari saya bersama mereka selama ini. Perasaan suka dan duka terasa sekali. Mudah-mudahan saya bisa kembali menemui mereka suatu hari nanti dan berharap bukan karena adanya masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, meski ditemani oleh hingar-bingarnya suasana hotel karena adanya acara perpisahan dari peserta Pra Jabatan PEMDA Purwakarta, saya kembali menata dan mengevaluasi perjalanan hidup ini. Sebuah kekecewaan berakhir dengan kesenangan. Kegundahan berkakhir dengan kebahagiaan. Patah semangat berakhir dengan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah yang Maha Membulak-balikan Hati, tetapkanlah Hatiku ini dalam Jalan Mu yang lurus dan benar. Amien.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-5166961314444291555?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/5166961314444291555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=5166961314444291555' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/5166961314444291555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/5166961314444291555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2008/06/perjalanan-yang-menyisakan-sebuah.html' title='Perjalanan yang Menyisakan Sebuah Kenangan'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-2365916715280378508</id><published>2008-06-19T15:17:00.001+07:00</published><updated>2008-06-19T15:25:01.307+07:00</updated><title type='text'>AKHIRNYA PIHAK HOTEL MEMINTA MAAF</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pagi hari yang cerah saya buka jendela kamar. Sepertinya matahari telah mulai memperlihatkan cahayanya. Diantara semburan sinar merah dan kuning, saya ajak Erwin yang semalam menemani saya menginap di hotel Intan untuk makan pagi. Sepertinya hati ini masih saja diliputi perasaan kecewa mendalam karena kejadian penolakan oleh Hotel Grand Situ Buleud. Pagi saya agak kebingungan menyatakan keputusan akankah saya lanjutkan menginap di Hotel ini ataukah saya pindah menginap di rumah saudaranya Erwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang hotel Intan ini bagus, namun sayang sepertinya kurang diperhatikan kebersihan dan kerapihannya sehingga terkesan kurang terurus. Saat pertama masuk kamar, terlihat banyak sekali debu menempel di pinggiran dinding dan di atas gorden. Sayang sekali ya. Untungnya semalam Erwin memutuskan untuk menemani saya menginap karena dia melihat kondisi saya lagi sedih dan kecewa. Kadang saya bercanda, hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 11 malam. Sepertinya saya harus segera tidur agar besok tidak terlambat bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap jam saya bangun. Saya tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi. Jam 3.30 saya cuci muka saya dengan air dingin. Rasanya segar sekali berwudlu untuk kemudian shalat tahajud. Rindu sekali rasanya dengan suasana indah penuh kekhusuan. Do’a indah terpanjat kehadirat Nya. Saya hanya berharap Allah memberikan saya yang terbaik di hari ini dan ke depannya. Semoga Allah juga melapangkan hati dan dada saya dengan masalah yang ada. Do’a dan Al Qur’an suci terlantun hingga tanpa sadar adzan subuh telah terdengar tidak jauh dari hotel. Ingin sekali rasanya keluar kemudian berjama’ahsubuh di masjid. Namun harus diurungkan mengingat tidak tahunya jalan ke sana. Jadi terpaksa shalat subuh di kamar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan pagi, Erwin pamit pulang untuk mengambil motor yang dititipkan di saudaranya. Dia berjanji akan menjemput saya jam 7.30 pagi. Saya sempatkan melihat kolam renang. Rasanya ingin sekali nyebur, namun sayang waktunya mepet sehingga saya harus kembali ke kamar untuk mandi dan siap-siap sebelum Erwin datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 07.30 Erwin datang mengetuk pintu kamar. Setelah itu saya langsung meluncur turun dan bermaksud ke reseptionis hotel untuk menitipkan laundry pakaian dan konfirmasi memperpanjang waktu penginapan hingga keesokan harinya. Setelah itu saya dengan dibonceng Erwin melaju ke kawasan Bukit Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kira-kira 30 menit menaiki motor, kami sampai di customer tepat pukul 08.00. Ada perasaan tidak enak juga sih khawatir mengganggu mereka pada jam sepagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah pekerjaan perbaikan dan instalasi part berjalan lancar setelah sebelumnya berjibaku dengan obeng dan screw serta alat pertukangan lainnya. Sungguh agak rumit dengan part semi konduktor ini. Ada rasa kepuasan tersendiri saya selesai kemudian me-re-start alat tanpa kendala. Sepertinya masih banyak yang harus dikerjakan karena agenda kalibrasi sudah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu teman kantor – Pak Agus – meminta izin untuk menelpon. Saya izinkan dan ternyata dia hanya tanya sedikit tentang alamat sertificate yang akan dikirmkan ke Surabaya. Dia juga sempat berpesan untuk focus ke pekerjaan tanpa perduli dengan urusan Hotel Grand Situ Buleud karena dia akan mengurus tentang komplain ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang 30 menit setelah pak Agus telepon, tiba-tiba ada nomor local dari Purwakarta yang masuk. Saya tahu sepertinya ini dari hotel Grand Situ Buleud karena sempat menghafal nomor yang bermasalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapaan manis dari seorang officer perempuan sepertinya mengingatkan saat saya dikonfirmasi hari senin yang lalu. Saya coba tanyakan hal ini dan dia mengiyakan. Nama officer ini adalah Dian. Dia sangat menyesal telah melakukan kesalahan ini kepada saya. Sebagai bentuk permintaan maaf dari pihak hotel akan mengirimkan surat ke kantor berisi permintaan maaf dan memberikan jatah menginap gratis semalam di suite room. Namun harus konfirmasi dulu mengenai waktunya. Saya iyakan semuanya dan kemudian memberikan alamat lengkap kantor dan fax nomornya. Bu Dian juga menanyakan kapan fasilitas itu akan diambil. Tanpa pikir panjang saya minta malam ini juga kalau bisa. Bu Dian menyetujuinya. Saya juga tidak lupa minta no HP beliau agar jika officernya miss komunikasi saya bisa langsung konfirm ke HP dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ternyata Allah membalas do’a-do’a saya semalam. Saya jadi malu sekali dengan Nya. Dengan mudahnya Allah balikan keadaan yang penuh kekecewaan menjadi sebuah kebahagian dan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saya telepon Pak Agus untuk menghentikan proses komplain dia ke hotel ini. Di sempat kaget mengenai hal ini. Dia hanya berpesan untuk tetap bersikap baik dan wajar karena kemungkinan pihak hotel akan sangat menjaga sekali sikapnya terhadap saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planing segera saya ubah. Yang tadinya akan melanjutkan menginap di Hotel Intan saya cancel. Saya minta Edwin untuk ambil baju dan barang lainnya di Hotel Intan untuk kemudian check out. Saya sudah jelaskan semuanya sampai-sampai Erwin kaget karena cepatnya jawaban mereka atas komplain yang kita sampaikan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Pak Agus ternyata benar. Saat saya tiba di front office hotel, Pak Edwin yang kemaren bersikap agak kurang bersahabat berubah menjadi baik sekali. Tanpa ditanya apa-apa, saya langsung dipersilahkan untuk masuk ke kamar no 100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyaallah.. Gede juga kamarnya. Sampai Erwin teman saya kaget dan senang akan hal ini. Saya sempat minta dia untuk temani saya malam ini, namun dia menyarankan kepada saya untuk sendiri dulu biar bisa istirahat cukup. Dia berjanji akan menemani saya keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ya Allah.. Saya rasakan karunia Mu itu sangatlah besar. Hamba hanya bisa bersyukur dan bersujud kepada Mu. Semoga Hari-hari ke depan penuh dengan Karunia dan Ampunan Nya. Amien.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-2365916715280378508?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/2365916715280378508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=2365916715280378508' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/2365916715280378508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/2365916715280378508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2008/06/akhirnya-pihak-hotel-meminta-maaf.html' title='AKHIRNYA PIHAK HOTEL MEMINTA MAAF'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-860296804663759417</id><published>2008-06-19T15:16:00.001+07:00</published><updated>2008-06-19T15:27:57.862+07:00</updated><title type='text'>DITOLAK HOTEL DI PURWAKARTA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin ini sebuah pengalaman yang tak kalah seru terkait dengan rangkaian perjalanan dinas ke luar kota. Setelah sebelumnya pergi ke Surabaya selama 3 hari minggu yang lalu, minggu ini saya dijadwalkan untuk pergi ke Purwakarta. Perjalanan dinas kali ini intinya adalah sama seperti halnya kunjungan sebelumnya dalam rangka perbaikan dan kalibrasi alat. Ya semenjak kepindahan di tempat kerja yang baru ini, selalu saja dipadati dengan agenda kunjungan customer. Biasanya tidak sampai menginap mengingat tidak terlalu lama atau jarak yang tidak jauh. Namun kalau sampai Surabaya dan Purwakarta, ya terpaksa menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dinas ini telah direncanakan sebulan sebelumnya. Memang waktu itu telah menerima konfirmasi dari customer perihal perbaikan ini sebulan sebelumnya. Dikarenakan kesibukan dan adanya agenda ke Surabaya bersama teman dari Philipine, akhirnya baru bisa terlaksana pada tanggal 08 – 13 Juni 2008. Memang kalau dipikir tidak terlalu jauh perjalanan dari Bogor ke Purwakarta ini. Lama perjalanan kalau ditempuh dengan mobil pribadi atau Taxi hanya sekitar 2-3 jam. Kalau dengan bis mungkin bisa agak lambat sekitar 3-4 jam karena alasan bergonta-gantinya bis. Sehingga dengan alasan itu pula menjadikan hotel menjadi alternatif tempat menginap di Purwakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Searching dan Browsing via internet mengenai hotel-hotel yang ada di Purwakarta alhamdulillah menghasilkan berbagai macam type dan jenis hotel. Ada yang berbintang 4 hingga kelas melati. Seorang teman dekat di Purwakarta – Erwin – malah menyarankan untuk tinggal di rumahnya. Namun sepertinya agak kurang enak jika tinggal di rumahnya, mengingat ini bukan liburan atau perjalanan santai lainnya. Namun tawaran itu tetap jadi pertimbangan biar bisa tetap silaturahim dengan orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekitar 10 nama hotel untuk menjadi alternatif tujuan menginap di Purwakarta. Ada satu hotel berbintang 4 di lokasi yang sangat dekat dengan customer. Namun sepertinya harus dihapuskan dulu, mengingat harganya mahal sekali dan lokasinya jauh dengan pusat kota. Pencarian pun dimulai dengan mencoba menelpon satu persatu. Teman saya menyarankan 2 tempat yang bagus yaitu Grand Situ Buleud Hotel dan Intan Hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai saran teman, akhirnya saya putuskan untuk mencoba mengkonfirmasi keduanya. Setelah dapat konfirmasi harga dan lokasi, akhirnya putusan itu jatuh ke Grand Situ Buleud Hotel. Lokasinya cukup strategis karena dekat sekali dengan pusat kota. Hari Jum’at 06 Juni 2008, saya booking hotel tersebut selama 5 hari dari hari Senin sampai Jum’at (9 -13 Juni 2008). Petugas receptionistnya menyetujui dan meminta no telp HP dan Kantor saya. Katanya mereka akan konfirmasi ulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Purwakarta ini ternyata harus mengalami penundaan sekitar 1 hari karena adanya meeting yang sangat penting di Jakarta. Bos saya juga menyarankan untuk menundanya terlebih dahulu mengingat pentingnya meeting itu. Alhamdulillah customer di Purwakarta tidak keberatan dengan penundaan ini. Mereka sempat kaget juga sih pada saat saya bilang akan ditunda, tapi ketika bilang hanya 1 hari akhirnya mereka juga mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin pagi tanggal 9 Juni 2008 saat saya sedang meeting dengan customer di Jakarta, saya terima telepon dari officer Hotel Grand Situ Buleud untuk konfirmasi. Telepon itu saya ingat sekitar jam 09.30 pagi. Katanya sih konfirmasi ini untuk memastikan kalau saya jadi booking dan menginap di hotel tersebut agar dapat dipersiapkan. Saya mengiyakan konfirmasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dinas ini dimulai sekitar jam 3 sore dari rumah. Hari itu setelah meeting, saya pulang terlebih dahulu untuk membawa barang bawaan yang lumayan agak berat. Terus terang, biasanya saya pakai koper besar untuk memasukan semua keperluan termasuk alat-alat perbaikan, dokument terkait, lap top dan pakaian. Namun dengan alasan kepraktisan dan tidak mau direpotkan saat naik turun bus, akhirnya saya pisahkan menjadi dua tas yaitu yang digendong dan yang dijinjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu di Parung Bogor kondisi mendung dan akan turun hujan. Saya memutuskan untuk naik Taksi Blue Bird ke BSD. Setelah 30 menit menunggu di rumah sambil bermain dengan Fawwaz – Anak saya yang masih berumur 10 bulan – akhirnya taksi Blue Bird datang. Tak lama kemudian saat saya sudah di Taksi dan meluncur ke BSD, hujan deras mengguyur kami tepatnya di daerah Puspitek hingga Rawa Buntu. Anehnya di BSD Plaza malah terang benderang tanpa ada tanda-tanda bekas hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari BSD, saya berencana akan melanjutkan perjalanan ke UKI Cawang dengan menggunakan bus Agra Mas jurusan Tangerang – Cikarang. Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya bus dengan warna merah ini datang menghampiri. Terus terang semenjak adanya bus ini perjalanan dinas saya selama ini sangat terbantu. Trayek bus ini hampir semuanya lewat tol, jadinya bebas macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 jam kemudian saya tiba di UKI Cawang. Kebingungan mulai muncul saat mencari dan memilih bus yang akan membawa saya ke Purwakarta. Teman saya sempat berpesan untuk menaiki jurusan Purwakarta atau Subang. Setelah ditunggu hampir 30 menit, akhinrya bus Maya Raya jurusan Purwakarta datang. Tanpa basa-basi saya langsung masuk dan mencari tempat duduk kosong. Sepertinya akan menjadi perjalanan panjang mengingat tidak ada orang di sebelah yang bisa diajak ngobrol dan nanya-nanya di Purwakarta. Agak bingung juga sih saat teman sms untuk berhenti di “STS Sadang”. Awalnya saya berfikir kalau STS itu adalah “Station Kereta Api”, namun penumpang sebelah yang naik di Pondok Gede Timur bilang STS adalah “Sadang Terminal Square” alias Mall di dekat lampu merah perempatan terbesar di Purwakarta. Oo ternyata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya adalah Taufik, bekerja di Pembiayaan sebagai Akuntan di bilangan Bekasi. Beliau sudah menikah dan tinggal di Cikampek. Sebuah perjalanan yang menyenangkan apalagi saat dia bercerita tentang Purwakarta dan Jatiluhur. Tak lupa dia menanyakan tujuan saya ke Purwakarta. Tukar-menukar cerita tentang keluarga dan pekerjaan menjadi topik lainnya sampai akhirnya dia pamit karena akan turun setelah Pintu Tol Kopo. Katanya sih setelah itu dia akan menggunakan motor yang dititipkan di sana menuju ke rumahnya yang hanya berjarak 5 km. Saya masih harus meneruskan perjalanan menuju STS Sadang yang katanya hanya sekitar 10 menit. Beruntung bapak di seberang tempat duduk akan turun di STS juga. Jadinya saya berpesan kepada bapak itu untuk mengajak saya saat akan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun di Lampu Merah perempatan Purwakarta rasanya seperti turun di kampung halaman, mengingat bahasa yang terdengar rata-rata bahasa Sunda. Erwin bilang di tunggu di seberang Ramayana, tepatnya di depat Alfa Mart. Saat bertemu sempat kaget karena ternyata Erwin agak gemuk dari terakhir ketemu sekitar 2 tahun yang lalu. Dia mengajak untuk makan malam dengan goreng ayam kampung. Lumayan enak dan murah sih, meski agak bingung karena makan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dengan menggunakan motor yang dibawa Erwin dilanjutkan ke Hotel Grand Situ Buleud. Tempatnya lumayan bagus karena berhadapan dengan Danau Situ Buleud. Setelah parkir, saya masuk menuju receptionist untuk Check In. Namun saya kaget setelah menerima jawaban dari seorang receptionist laki-laki bernama Edwin. Katanya saya tidak bisa menginap di hotel ini dengan alasan kamarnya penuh alias full book. Saya sempat kaget mengingat pagi harinya saya terima konfirmasi adanya kamar yang kosong dari officer perempuan. Sempat beradu pendapat dan kesal sekali karena dia selalu menjawab minta maaf dan tidak bisa memberikan solusi permasalahan saya. Terus terang saya kaget dan kesal sekaligus kecewa berat dengan kinerja Hotel yang katanya punya PEMDA Purwakarta ini. Kalau sekiranya saya tidak dikonfirmasi dan tidak booking, mungkin saya bisa mengerti dengan hal ini. Tetapi setelah sebelumnya dikonfirmasi ketersediaan dan sekarang tidak bisa adalah sebuah keteledoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat minta untuk ketemu Manager atau Direktur hotel tersebut, jawabannya bagus sekali. Dia bilang HP Managernya sudah 2 hari tidak aktif, dan Direkturnya tidak mungkin dihubungi. Saya minta untuk dapat bicara dengan officer pagi, namun dijawab dengan jawaban yang sama yaitu HP nya tidak aktif dan dia tidak menerima hal ini sebelumnya alias miss komunikasi. Saya juga bingung kok hotel yang lumayan bagus ternyata ada miss komunikasi dan seenaknya menolak tamu yang sebelumnya sudah konfirm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kekecewaan itu akhirnya saya telepon teman yang mantan officer Hotel Arya Duta di Karawaci. Dia sempat kaget dan bingung. Dia sempat minta ngomong ke receptionistnya, namun dijawab dengan jawaban yang sama tanpa ada solusi. Akhirnya dia mengancam akan melaporkan hal ini ke Asosiasi Perhotelan yang dia kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang baru kali ini saya DITOLAK oleh Hotel yang lumayan terkenal ini. Selama ini jika saya ke luar kota atau ke luar negeri tidak pernah bermasalah seperti ini. Ataukah karena saya orang swasta yang jauh dari Purwakarta, bukan orang PEMDA atau pemerintahan, tidak dapat menginap disana. Kecewa, marah, sedih dan capek sekali. Rasanya ingin mengamuk dan bilang ke setiap tamu yang ada tentang kebobrokan hotel ini. Namun apa daya saya bukan orang Pemerintahan Purwakarta. Saat itu saya lihat di depan ada spanduk tentang training Dept. / Dinas Perikanan. Yah kalau mau suudhon, mungkin ini alasan kenapa mereka dengan sepihak menolak kedatangan saya di Purwakarta ini. Terus terang akan saya ingat baik-baik hal ini sebagai sebuah kenangan mengecewakan dengan sikap PEMDA Purwakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan sama sekali tidak dipikirkan oleh mereka. Mereka tidak memikirkan bagaimana jauhnya perjalanan saya. Terus terang kecewa sekali dengan Purwakarta yang katanya indah dan ramah. Biarlah saya menginap di pinggir danau Situ Buleud, atau di Masjid atau dimanapun itu. Biarkanlah hati ini yang memilih akan kemana melangkah. Duh robbi rasanya kecewa sekali dengan hal ini. Tapi hamba tahu skenario Mu yang indah meski kadang penuh dengan perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hal ini tidak mengganggu perjalanan dinas untuk service dan perbaikan di customer saya. Semoga Allah memperlancar pekerjaan saya sehingga saya bisa persembahkan sebuah kerja keras dan perjuangan terbaik demi sebuah cita-cita dan kepuasan customer saya. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;Malam sepi dan dingin di wilayah PURWAKARTA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 09 Juni 2008&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-860296804663759417?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/860296804663759417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=860296804663759417' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/860296804663759417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/860296804663759417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2008/06/ditolak-hotel-di-purwakarta.html' title='DITOLAK HOTEL DI PURWAKARTA'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-1807753388308033638</id><published>2008-06-19T15:13:00.001+07:00</published><updated>2008-06-19T15:29:15.645+07:00</updated><title type='text'>Hakikat Sebuah Do'a</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Do'a tulus dan ikhlas membumbung tinggi jauh ke angkasa menhalau semua awan dan rintangan. Sungguh Allah Maha Tahu akan kesulitan Hamba Nya. Teringat sebuah ayat Al Quran. Ud'uni Astajib Lakum (berdo'alah niscaya Aku kabulkan). Setidanya kemarin saya kembali mengalami sebuah kasih sayang Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad saya harus pergi ke Surabaya untuk urusan pekerjaan. Kebetulan pekerjaan ini menuntut saya untuk menginap selama 3 hari. Berangkat ke Surabaya jam 16.00 dengan Pesawat Garuda Indonesia. Sebelumnya saya sudah pesan Taksi Bluebird yang kebetulan pengemudinya adalah sepupu saya. Rencananya akan berangkat dari Rumah jam 13.00 karena harus menjemput teman di Lippo Karawaci jam 14.00. Namun ternyata Taksi mengalami keterlambatan hingga 30 menit. Terpaksa saya jemput agak telat sekitar 14.45. Sempat bos saya agak marah karena saya telat dan dia khawatir saya akan terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan saya hanya bisa berdo'a semoga Allah sampaikan tepat waktu dan tidak ada halangan. Meski harus berjuang dengan macet dan segala hal di jalan, hingga nyasar pas mau ke Bandara karena Sepupu tidak tahu jalannya, akhirnya sampai juga sekitar jam 15.30. Secepatnya saya dan teman lari ke tempat Check in dan berharap agar bisa segera dapat boarding pass.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang kita berada di antrian terakhir. Namun saya tetap berdo'a semoga tidak ada masalah. Kaget juga saat dipanggil nomor pesawat saya. Ternyata antrian saya yang di depan adalah penumpang keberangkatan selanjutnya (17.00) yang sedianya berangkat ternyata dicancel. Sempat heran kenapa petugas check in menelpon menggunakan HP tentang saya dan teman saya ini. Namun akhirnya saya dapatkan juga ticket tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan saya hanya mengobrol dan bercanda dengan teman dari Philipine ini. Tak lupa kami bercerita tentang perjalanan ke Surabaya sebelumnya. Tiba di tempat boarding saya lihat jam sudah menunjukan jam 15.45. Saya pamit ke teman untuk shalat ashar di Mushola yang ada di bawah. Alhamdulillah shalat selesai meski tidak sempat do'a dan dzikir karena telah ada panggilan boarding pesawat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buru-buru saya lari dan mencari teman saya. Alhamdulillah tidak terlalu lama dan akhirnya saya masuk ke pesawat. Ada sebuah keanehan, no ticket saya dan teman ternyata ada di kelas excecutive. Sempat bingung juga sih, soalnya pertama booking minta kelas economy dan juga bayar harga ticket economy. Saya sempat tanyakan ke temanku ini, tapi dia tetap bersikukuh no ini benar. Ya sudahlah.. saya diam dan duduk saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, karena adanya pesawat yang dicacel menjadikan sebagian penumpannya dipindah ke pesawat saya dan pesawat selanjutnya. Akibatnya kelas economy yang harusnya saya tempati penuh, dan kami duduk di kelas executive. Alhamdulillah ya Allah. Ternyata do'a saya untuk bisa datang tidak terlambat dan tidak bermasalah berbuah sebuah anugerah yang tidak pernah saya bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saya semakin yakin bahwa Allah akan selalu berada bersama kita saat sulit dan senang. Terima kasih Ya Allah, hamba bersyukur atas Nikmat dan Karunia Mu selama ini.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-1807753388308033638?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/1807753388308033638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=1807753388308033638' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/1807753388308033638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/1807753388308033638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2008/06/hakikat-sebuah-doa.html' title='Hakikat Sebuah Do&apos;a'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-6923463486294775047</id><published>2007-11-10T13:46:00.000+07:00</published><updated>2007-11-10T14:20:04.045+07:00</updated><title type='text'>Manilla I’m Come Back Again</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;20 October 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat Cebu Pacific Air Line yang saya tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus dan lancar di Ninoy Aquino International Airport (NAIA) Manilla Philipine pada hari Sabtu jam 5 pagi waktu Manilla (4 pagi WIB). Hari ini merupakan kedatangan saya yang kedua kali. Sebelumnya sekitar 1 bulan yang lalu saya juga mendarat di Manilla untuk pertama kalinya. Saya kembali ke Indonesia untuk liburan dan pengurusan Visa China selama kurang lebih 2 minggu. Kini saatnya untuk kembali meski hanya 1 hari di Hotel karena Ahad sore saya kembali berangkat ke Shanghai China bersama Atasan saya dan Alex dari Manilla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurusan imigrasi dan custom saat itu tidaklah sulit. Saya juga tidak terlalu tegang seperti sebelumnya. Maklum ini kali kedua saya kesini. Jadinya saya masih hapal apa-apa yang musti disiapkan. Antrian di Imigrasi sepertinya tidak terlalu penuh sehingga saya dapatkan antrian kelima. Di Imigrasi akan diberikan stempel kedatangan sekaligus diminta form kedatangan yang sudah diisi semenjak di pesawat. Copy form kedatangan akan diminta oleh custom nantinya. Di Imigrasi tidak mengalami kendala, kemudian saya cari koper saya di roda berjalan yang ada. Alhamdulillah langsung saya dapatkan tanpa lama menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengambilan koper kemudian dilanjutkan ke bagian Custom, disini akan ditanya apakah kita mengisi kolom yes pada beberapa pertanyaan tentang custom. Jika ada maka akan dikenakan semacam tax / fee. Namun saya tidak menjawab Yes satupun sehingga lancar. Namun saya kaget saat ditanya dari Indonesia oleh custom. Saya jawab ya. Kemudian dia bertanya lagi apakah saya muslim? Saya jawab Yes. Dia senang sekali dan kemudian mengenalkan diri kalau dia dan temennya yang lain juga muslim. Subhanallah dia ucapkan salam terbaik Islam “Assalamu’alaikum” dan saya jawab “Wa’alaikumsalam” with my smile. Nice to meet you, hopefully we can meet again next time, thank you very much. Jarang sekali saya temui orang-orang yang langsung mengaku muslim. Ada pengalaman spiritual yang benar-benar tidak saya lupakan. Setidaknya saya masih bersama dengan saudara muslim meski di negara non muslim. Subhanallah saya tidak akan melupakan hal itu. Terima kasih ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya keluar dari bandara setelah melalui pengecekan terakhir di bagian bag and claim. Saya langsung ke bagian Airport taxi dan memesan taxi ke Charter House, Green Belt, Makati City. Harga taxi sekitar P 330 dan tip sehingga total sekitar P 400. Supirnya lumayan baik sehingga saya ngobrol banyak. Dia juga memuji karena saya bisa berbahasa Inggris dengan baik. Sempat juga salah jalan di daerah green belt, namun alhamdulillah karena ingatan saya kuat sehingga saya tunjukan arah jalan yang benar. Jam 6 pagi tepatnya saya sudah berada di depan Charter House dan check in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat check in saya bingung kenapa pelayanan front officer di Charter house tidak seperti biasanya. Mereka biasanya ramah dan sopan kemudian membantu semuanya. Namun saat ini terkesan kurang ramah. Mungkin karena kelelahan dan kecapean. Saya memang hanya check in 1 hari karena ahad akan ke China. Hotel menanyakan kalau saya harus bayar lagi karena check out sore harinya. Saya kebingungan karena atasan saya sudah katakan kalau dia sudah confirm beserta biayanya. Selain itu saya juga tidak dapatkan kamar yang ready saat itu sehingga menunggu beberapa saat. Untungnya bell boy atau pelayan laki-laki yang saya temui sudah saya kenal dengan baik. Sehingga tidak terlalu bermasalah karena dia siap bantu apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menanyakan apakah saya dapat sarapan pagi saat ini, front officer menjawab tidak untuk saat ini namun keesokan harinya. Saya kembali ke tempat duduk dan mengirimkan sms ke atasan saya mengabarkan keberadaan saya beserta keadaan saya. Atasan saya kemudian menelpon saya dan memberikan penjelasan tentang hotel. Di luar dugaan, dia juga memberitahukan kalau di sekitar Glorietta Mall telah terjadi pemboman oleh pihak yang belum diketahui pada hari Jum’at jam 13.30 waktu setempat. Saya kaget sekali. Namun atasan saya mengatakan untuk tenang dan beristirahat di hotel karena keadaan sekarang sudah aman. Belia menyarankan kalau mau jalan-jalan keesokan harinya karena masalah ini. Belia jugaberjanji akan ke hotel sore hari untuk memberikan uang dalam peso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa lapar sekali, dan tidak punya uang banyak dalam Peso. Akhirnya saya tanyakan apakah saya bisa sarapan dan akan dibayar dengan account hotel nantinya. Saat ini saya belum dapatkan nomor kamar, alhamdulillah front officer membantu mengatakan hal ini ke bagian restoran. Akhirnya saya naik ke lantai dua dan memesan sarapan seperti biasanya yaitu Filipino Rice with Corned Beef. Alhamdulillah terisi juga perut ini dengan nasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan saya kembali ke front office menanyakan kamar. Alhamdulillah sudah disiapkan dan saya bisa langsung masuk untuk beristirahat. Nomornya waktu itu adalah 407. Di kamar saya bisa tiduran dan merebahkan diri setelah sebelumnya kecapean karena perjalanan jauh. Saya putuskan untuk tidur sebentar kemudian mandi dan kemudian nonton TV, baca-baca artikel atau buku di Lap top. Saya putuskan untuk makan siang di kamar dan baru sore harinya keluar untuk jalan-jalan dan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sempatkan untuk sms teman di sini siang harinya mengabarkan keberadaan saya di Manilla. Dia menjawab sms saya segera dan mengabarkan adanya pemboman sehingga dia menyarankan untuk istirahat saja di hotel dan jangan kemana-mana karena keadaan belum aman katanya. Tidak apa-apa karena saya juga akan istirahat karena capek sekali rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya sekitar jam 15.00 atasan saya datang dan memberikan saya uang P 4000 beserta uang receh yang saya berikan beberapa waktu lalu ke sekretarisnya. Beliau menyarankan untuk memakai uang recehan itu sebagai bekal kalau diperlukan beserta tempat koinnya. Dia juga berjanji untuk memberikan kabar besok tentang teknis keberangkatan. Sempat juga kami berdiskusi tentang kondisi alat yang sedang diperbaiki oleh teman saat ini di Right Pack. Beliau juga memberikan saya Newspaper yang mengabarkan adanya bom di kawasan Glorietta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari setelah magrib saya sempatkan untuk keluar jalan-jalan dan makan malam di kawasan green belt 1 tepatnya di depan hotel. Saya belum punya ide tempat makan. Mungkin di Tokyo-tokyo sebagai restoran Jepang. Saya memesan Squib dan Shrimp di Tokyo-tokyo, kemudian nanti dilanjutkan untuk belanja snack dan minuman di supermarket “Rustan” dekat National Book Store. Saya tidak mau ke Land Mark dan Glorietta dulu takut karena bom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan dan belanja saya putuskan untuk kembali ke hotel. Disana saya ketika saya buka beberapa email dan membaca artikel di laptop, saya dikejutkan oleh telepon dari front officer memberikan kabar tentang waktu check out saya. Saya bilang akan check out jam 4 sore. Namun dia mengabarkan tidak bisa karena waktu check out seharusnya adalah jam 12 siang. Kalau sekiranya akan check out sore maka harus memberikan tambahan biaya. Saya kebingungan akhirnya saya sms atasan saya meminta tolong agar beliau telepon dan konfirmasi ke pihak hotel. Alhamdulillah akhirnya front officer menelpon saya kembali dan memberikan kabar saya bisa check out sore. Tak lama kemudianaAtasan saya SMS kalau ternyata dia juga heran padahal sore harinya telah mengabarkan kondisi ini. Kemungkinan tidak ada komunikasi antara shift pagi dan malam katanya kepada saya. Setidaknya sudah beres satu masalah. Alhamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, saya putuskan untuk berjalan-jalan sekitar Land Mark dan Glorietta yang katanya sudah buka. Saya ingin melihat sisa-sisa bom disana. Saya sempat juga bercanda ke officer yang kukenal saat ditanya kalau saya ingin lihat bom. Dia ketawa terbahak-bahak. Saya juga demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan Glorietta tepatnya di depat Lok Yuen atau restoran China yang pernah saya masuki bersama dengan teman-teman di Phillipine, saya lihat kondisinya parah sekali. Namun sepertinya pihak keamanan masih berjaga-jaga disana. Jalan sekitar itu ditutup karena sedang dibersihkan. Masih tampak 2-3 mobil pemadam kebakaran dan beberapa mobil polisi berjaga-jaga. Saya hanya lihat dari kejauhan saja tanpa berani mendekat karena takut ditanya-tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba masuki mall Glorietta yang sudah buka. Di dalamnya saya lihat beberapa toko yang tutup. Saya tidak masuk ke bagian yang rusak karena dijaga ketat pihak keamanan. Hanya berkeliling di tengah-tengah mall sambil melihat-lihat. Saya tidak mau berbelanja oleh-oleh buat di Indonesia karena nantinya akan kembali lagi ke Manilla setelah pergi dari Shanghai. Saya berjalan-jalan hanya sekitar 1 jam kemudian kembali ke kawasan Green belt 1 untuk makan di KFC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di KFC saya pesan Spaghety dan Ayam 2 pcs dengan sup. Mungkin ini adalah restoran tanpa babi yang saya tahu, karena saya lihat menunya rata-rata ayam. Sehingga setidaknya aman untuk dikonsumsi oleh saya. Jam 13 saya putuskan untuk pulang dan istirahat di hotel untuk bersiap-siap sebelum pergi ke bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya saya check out jam 16.30 sesuai dengan konfirmasi dari atasan saya. Saya putuskan untuk menitipkan tas saya di lobby agar saya bisa berjalan-jalan sambil menunggu atasan saya yang akan datang menjemput sekitar jam 18.00 menuju airport. Saya putuskan untuk beli Sandwich di Wendys karena kemaren pas di Airport tidak menemukan makanan yang enak saat makan disana. Setelah dari Wendys kemudian naik ke lantai 2 untuk melihat-lihat. Rasanya tidak ada tempat menarik disana. Akhirnya saya putuskan untuk balik ke depan hotel untuk kemdian berinternet ria di Internet Rental Shop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah kabari keberadaaan saya di Internet Shop dan meminta untuk mengabarkan kembali kalau sudah dekat hotel ke atasan saya via sms. Beliau berjanji untuk sms. Di Internet saya sempatkan untuk cek email dan chatting dengan teman kuliah yang berada di Malaysia. Teman saya sempat kaget karena saya berada di Manilla, apalagi akan ke Shanghai. Namun teman saya itu hanya mengucapkan selamat dan hati-hati saja. Internet saya akhiri setelah mendapatkan sms kalau atasan saya sudah dekat dengan hotel untuk menjemput saya menuju airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/Glorietta_01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/SPAN class=fullpost&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-6923463486294775047?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/6923463486294775047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=6923463486294775047' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/6923463486294775047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/6923463486294775047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/11/manilla-im-come-back-again.html' title='Manilla I’m Come Back Again'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-7447949393483101506</id><published>2007-11-03T19:20:00.000+07:00</published><updated>2007-11-03T20:16:46.033+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Pertanyaan Cinta..</title><content type='html'>Abi gimana rasanya setelah menikah dan punya anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saya juga bingung menjawab pertanyaan indah dan bahagia ini. Saya hanya terdiam dan senyum. Mau tahu jawabannya? Istri menjawab ya. Kemudian saya jawab dengan sebuah ciuman di pipi istri dan anakku. Istriku tersenyum bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja untuk pernikahan yang mungkin belum begitu lama, kehidupan berumah tangga adalah sebuah kebahagian yang tiada tara. Sebuah anugerah istri tercinta, anak yang shaleh serta keluarga yang tenteram adalah impian syurga dunia bagi semua orang. Mungkin saya cukup beruntung memiliki istri yang pengertian dan memiliki cinta yang besar. Sepertinya tidak mungkin saya bisa curahkan rasa cinta ini lewat kata dan makna. Hanya Allah jualah yang akan menilai bagaimana besarnya cinta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku..&lt;br /&gt;Terima kasih ya.. &lt;br /&gt;Terima kasih untuk semua pengorbanan yang selama ini telah dipersembahkan untuk suamimu ini. Setidaknya begitu banyak hal yang seharusnya engkau dapatkan namun engkau korbankan demi keutuhan rumah tangga kita ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat saat awal proses perkenalan dan pernikahan. Engkau begitu bahagia saat menerima lamaran dan juga pernikahan ini. Padahal engkau tidak tahu bagaimana keadaan asli suamimu ini. Engkau bilang akan menerima apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saja saya ingat bagaimana engkau putuskan untuk berhenti bekerja di Bank Swasta. Padahal saya tahu Engkau begitu mencintai pekerjaan yang sesuai dengan bidangmu itu. Engkau malah habiskan waktu mengajar Play Group di dekat rumah sebagai bekal dalam mendidik anak kita nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saja kuingat bagaimana inginnya engkau tinggal di dekat kakak, namun harus mengalah tinggal jauh dari mereka karena alasan tempat bekerja saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saja kuingat bangaimana Engkau rasakan beratnya hari-harimu saat hamil. Apalagi saya tahu saat-saat itulah saya mulai terpuruk dengan kondisi kesehatan dan pekerjaan. Namun engkau begitu tegarnya mendampingi suamimu. Tak jarang engkau kelelahan saat harus mengajar kemudian menyiapkan makan malam untuk suamimu. Sampai kadang engkau ketiduran saat menunggu suami pulang larut malam karena pekerjaan. Engkau balas dengan sebuah senyuman dan motivasi saat suamimu pulang dengan begitu lelah dan capek karena tekanan pekerjaan yang berat. Sehingga saat itu saya bisa bertahan bekerja dengan semua daya dan upaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih dan pilu rasanya saat Engkau harus tinggalkan rumah kita karena akan melahirkan di rumah kakak. Sedih dan pilu juga saat-saat engkau kirimkan bertubi-tubi sms-sms cinta. Saat engkau sedih tidak bisa selalu bersama suamimu. Saat engkau tidak memasakan makanan untuk suamimu. Namun itulah cinta dan pengorbanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat engkau berjuang untuk melahirkan dengan cucuran air mata dan kesakitan tiada tara, suamimu hanya bisa mendampingi dan mendo'akan saja. Engkau sempat berpesan untuk dapat melahirkan normal apapun resikonya. Meski kutahu engkau harus berjuang selama 2 hari 2 malam menahan rasa sakit yang bertubi-tubi. Sungguh rasanya sedih dan tidak tega saat harus menyerah dengan keadaan dan akhirnya dioperasi atas anjuran dokter. Namun engkau hanya tersenyum bahagia saat diberitahukan anak kita telah lahir dengan selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan tidak berakhir karena engkau harus mengurusi anak kita. Teringat saat engkau harus bangun di tengah malam karena anak kita menangis kelaparan. Engkau begitu sigap bangun untuk kemudian mengurusi semuanya. Tanpa lupa juga engkau urusi suamimu saat akan berangkat kerja di pagi hari tanpa rasa capek dan lelah karena kurang tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu engkau begitu panik karena anak kita sakit dan suamimu tidak ada disampingmu karena sedang dinas di luar negeri. Engkau begitu bersedih dan kebingungan. Engkau begitu kesulitan menghubungi dokter dan bidan karena sedang berada di rumah orang tua. Suamimu hanya bisa mendo'akan lewat telepon dan sms. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat suamimu pulang kembali dari bepergian karena dinas luar Engkau bukakan pintu di tengah malam dan engkau hadiahkan sebuah semyuman dan ciuman indah untuk suamimu. Tak lupa engkau sediakan teh hangat dan makanan. Rasanya capek dan lelah karena lamanya perjalanan hilang begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sayangku.. terima kasih cintaku.. &lt;br /&gt;Sekali lagi terima kasih atas semua cinta dan pengorbanan yang telah diberikan..&lt;br /&gt;Sungguh abi bahagia sekali.. &lt;br /&gt;Abi juga cinta banget sama ummi.. &lt;br /&gt;mmuuah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-7447949393483101506?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/7447949393483101506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=7447949393483101506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/7447949393483101506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/7447949393483101506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/11/sebuah-pertanyaan-cinta.html' title='Sebuah Pertanyaan Cinta..'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-7205872954946880496</id><published>2007-10-29T11:28:00.000+07:00</published><updated>2007-11-03T19:13:05.270+07:00</updated><title type='text'>Philippine Negeri Islam yang Hilang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;Sabtu, 06 October 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang hari terakhir saya di Philippine. Entah hari yang ke berapa yang jelas saya sudah mulai rindu kampung halaman. Rindu bertemu istri dan anak di kampung. Rindu untuk bisa berlebaran bersama keluarga tercinta setelah sebelumnya bergumul ria dengan aktivitas pekerjaan. Sebuah perasaan yang memuncah indah jauh di lubuk hati. Meskipun nantinya saya akan kembali ke Manilla, namun sepertinya perasaan rindu ini begitu besarnya. Ya Allah tolong lancarkan proses kepulanganku kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu ini teman-teman saya di kantor Philipine akan pergi bersama dengan saya untuk city tour. Saya tidak tahu tujuannya akan kemana yang jelas saya senang karena bisa pergi bersama-sama dengan teman-teman kantor di Philippine. Ya malam hari sebelum berangkat Ms. Agnes sudah menelpon memberitahukan hal ini. Saya diharapkan untuk siap di hotel jam 8.30 karena jam 8.45 pagi Mr. Jing akan menjemput untuk kemudian pergi dari kantor jam 9 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 08.45 Atasan saya mengabarkan kalau dia sudah di Lobbi lewat officer yang menelpon saya. Beliau juga berpesan untuk membawa payung dan jaket karena khawatir hujan. Saya akhirnya turun setelah sebelumnya mengenakan jaket dan membawa payung menemui atasan saya. Kita sepertinya pergi dulu ke kantor. Tidak lupa beliau menanyakan kabar saya dan saya jawab baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jam 9 tepat, kami tiba di kantor. Tampak sudah siap teman yang lainnya. Malah sudah dipersiapkan semuanya termasuk air minum dan makanan kecil. Saya bingung kenapa tidak memakai mobil mereka. Karena saya lihat mereka membawa payung juga dari mobil untuk kemudian turun ke lantai 1. Namun saya ikut saja maklum tidak tahu rencana mereka. Ternyata mereka sudah menyiapkan tour agent untuk mengantarkan kami keliling Philippine. Saya dikenalkan dengan mereka. Namun saya lupa namanya, yang jelas satu orang perempuan paruh baya yang akan menjadi guider kami dan seorang pria sebagai drivernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guider mengenalkan dirinya dan beliau juga agak kaget karena berfikir saya yang akan diajak jalan-jalan sudah paruh baya. Saya hanya tersenyum saat dia bilang ternyata masih muda. Dia menjelaskan kepada saya dan teman-teman tentang tujuan kita saat ini adalah untuk mengenalkan Philippine ke saya. Saya tersenyum saja dan hanya bilang opo dan oo (ya dalam bahasa tagalog).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan guider terus menerus berbicara menjelaskan semua yang kami lewati. Tiba di komplek perumahan elit, mereka juga menjelaskan bagaimana Ayala dibangun oleh pengusaha lokal Philippine dimana dimulai dari kecil hingga sekarang besar dan dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat seperti di Jakarta. Mereka juga menjelaskan kalau di Ayala adalah kantor untuk Call Center, perbankan, hotel dll. Yang jelas mirip sekali kawasan sudirman Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pertama yang kami singgahi adalah American Semitari. Merupakan kuburan dengan berpuluh ribu orang yang meninggal saat perang dunia I dan II di kawasan Philippine. Saya hanya bisa lihat bagaimana rapi dan bersihnya kuburan itu. Di tengah mereka bangun semacam monumen berisi nama-nama orang yang meninggal di Philipine baik kebangsaan Amerika, Philipine ataupun yang lainnya. Semuanya gugur sebagai pahlawan kemerdekaan Philipine dan juga perang dunia. Kesan pertama adalah megah dan rapih dengan kuburan berjejer indah dihiasi hijaunya rerumputan. Sepertinya Amerika sengaja membuat kuburan itu sebagai sebuah penghormatan. Saya diceritakan oleh guider bahwa ini merupakan salah satu semitari yang ada di dunia yang dikelola langsung oleh Amerika. Maklum mereka ketat sekali mengawasi area ini terlihat adanya helikopter yang berputar-putar. Bersyukur kami bisa masuk mengingat ketatnya penjagaan. Sepertinya kalau pribadi akan sulit untuk masuk. Namun karena tour guide punya kartu masuk akhirnya kami bisa masuk tanpa halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semitari, guider mengajak kami ke daerah pantai di Manilla. Yang jelas pertama kali saya lihat adalah Mall terbesar di Asia dengan nama Mall of Asia. Luas sekali sepertinya akan memakan waktu lama untuk berkeliling. Guider bilang jika kita ingin menyusuri semuanya dan rata-rata 10 menit di tiap toko akan memakan waktu 3 hari 3 malam untuk menyusurinya. Masyaallah.. luas banget ya.. Bentuknya seperti perahu karena letaknya dekat pantai. Namun kali ini kita tidak mampir disana melainkan ada tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut mal guider bercerita akan adanya tempat pembuatan film. Disana bisa dilihat bagaimana mereka menciptakan efek gempa, gunung meletus dll. Hanya sayang saya tidak masuk. Di tempat lainnya yang merupakan pantai Mrs. Marcos karena pada zaman presiden Marcos, Mrs. Marcos selalu saja mengatakan pantai ini sebagai pantainya. Rakyat Philipine juga ternyata berterima kasih kepada Mrs. Marcos karena jasa beliau MRT dan LRT dibangun sebagai sarana transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut jalan lainnya guider bercerita tentang rumah kelapa karena 80% rumah tersebut terbuat dari kelapa. Saya hanya menganggukan kepala saja. Coconut House itu sekarang berganti fungsi menjadi restoran. Guide menceritakan Mrs. Marcos senang sekali dengan pantai ini yang merupakan titik awal Philippine dan merupakan pintu masuk ke Philippine sejak zaman dahulu kala lewat transportasi laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan alun-alun atau taman Rizal kami berhenti. Guider ingin memperlihatkan kuburan atau taman Mr. Rizal yang merupakan pahlawan yang berjasa dalam kemerdekaan Philipine. Taman kecil seperti Monas di Indonesia itu selalu dijaga oleh tentara 24 jam bergantian 3 shift, informasi itu saya dapatkan dari guider pas saya tanyakan adanya 2 orang tentara berjaga di monumen itu. Seperti halnya pahlawan, Mr. Rizal ini sangat mereka hargai. Mr. Rizal yang merupakan seorang muslim itu adalah keturunan bangsawan Philippine. Beliau seorang yang jenius dan serba bisa. Lewat novel monumentalnya, dapat menyulut semangat semua orang Philipine untuk berjuang melawan penjajah Spanyol waktu itu. Karena novelnya itu pun akhirnya Mr. Rizal dipenjara dan dibunuh dengan ditembak oleh beberapa sniper. Guider juga memperlihatkan tempat asli dimana Mr. Rizal ditembak. Saya lihat patung Mr. Rizal saat ditembak disaksikan beberapa orang penembak dan Istrinya. Di tempat yang sama juga dijelaskan oleh petugas mengenai sosok pahlawan monumental ini. Hanya sayang pada saat dijelaskan oleh petugas disana saya hanya diam tidak mengerti karena memakai pengantar bahasa tagalog. Kenalah saya dengan Mr. Rizal seorang pahlawan muslim yang berjasa bagi Philippine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut taman saya lihat patung juga dan ternyata adalah patung Rajah Sulaiman. Seorang Raja yang pernah berkuasa di Philipine sebelum jatuh ke pemerintahan Spanyol. Raja tersebut merupakan muslim taat. Maklum zaman beliau masih berlaku pemerintahan islam seperti datuk dll, seperti yang kita lihat di Malaysia saat ini. Cukuplah sudah penjelasan detail tentang Mr. Rizal dan Rajah Sulaiman tersebut. Setidaknya saya bersyukur sudah bisa kenal dengan jasa dan perjuangan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan dan berhenti di depan kantor pariwisata. Guider menawarkan kami untuk masuk melihat-lihat souvenir buatan Philipine yang merupakan program resmi Pemerintahan Philippine lewat Dept. Pariwisatanya. Saat masuk kami disuguhi kalung dari kerang laut. Disana bisa dilihat berbagai kerajinan dan baju nasional. Saya ditawari untuk membeli apapun yang disuka. Hanya saya tidak terlalu suka akhirnya keluar tanpa membeli barang apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan kantor pariwisata, kami masuk ke dalam benteng yang merupakan benteng yang dibangun oleh pemerintahan Spanyol yang berkuasa. Mereka menamakan daerah tersebut “Intramouros”. Mereka sengaja membangun benteng itu sebagai sebuah bentuk pertahanan dari serangan terutama musuh yang datang dari laut. Di dalamnya juga ada penjara dimana Mr. Rizal dipenjara waktu itu. Selain itu ada tempat kediaman Rajah Sulaiman yang sudah rusak. Ya bangunan itu dibuat dari batu yang ditumpuk kemudian direkatkan dengan telur dan molases. Design yang dipakai adalah design dari China. Setidaknya saya kenal Rajah Sulaiman sebagai Rajah Islam di Philipine yang memerintah. Sayang kekuasaannya direbut oleh Spanyol yang notabene adalah katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Rajah Sulaiman, benteng pun dibangun, namun masih dengan pohon kelapa dan bambu sehingga mudah sekali dirobohkan dan dibakar oleh musuh dari Spanyol. Spanyol merupakan bangsa yang menjajah cukup lama sekitar 200 tahun di Philipine (Belanda di Indonesia 350 tahun). Sehingga dengan pengaruh dari penyebaran agama yang kuat menjadikan negara Philipine adalah penganut Katolik yang kuat dan dominan. Spanyol juga memaksakan agamanya kepada orang China yang datang dengan dibangun gereja di perkampungan mereka. Spanyol juga membangun Gereja Immanuel yang sangat tua disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali ya. Andai saja Rajah Sulaiman masih hidup dan berkuasa tentunya Philipine merupakan negara Islam seperti halnya Brunai, Malaysia dan Indonesia. Philipine ternyata adalah negara Islam yang Hilang. Namun kita masih bisa temukan Islam yang dominan di Pulau Mindanao. Mindanao pada jaman dulunya sulit sekali untuk ditembus oleh musuh baik dari Spanyol maupun Amerika. Hal ini menjadikan Mindanao dominan penduduknya adalah muslim. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mengitari benteng itu memakan waktu sekitar 1 jam. Guider bercerita sekiranya kita mau mengitari seluruh benteng mungkin akan memakan waktu sekitar 3 jam lebih. Setidaknya saya bisa melihat indah dan bersihnya (nggak bersih-bersih amat sih) sungai Pasig yang membelah Manilla. Disana juga terlihat pelabuhan terkenal Manilla sebagai pelabuhan tempat membongkar dan memuat peti kemas. Dari tempat Rajah Sulaiman, perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil menyusuri kawasan peduduk China yang konon katanya memiliki akar sejarah kuat terutama perekonomian Philipine. Disana kebanyakan dijual barang China seperti obat china dll. Setidaknya perekonomian seperti perbankan mulai dikenalkan oleh China pada masa penjajahan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mengitari Manilla itu akhirnya berakhir sekitar jam 13.00 siang. Saya ketiduran di mobil karena kelelahan. Tiba di depan kantor Guide tour pamitan. Kami mengucapkan terima kasih kepada beliau. Setelah itu saya diajak untuk makan siang di Max’s yang merupakan restoran dengan menu asli Philipine. Asyik..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-7205872954946880496?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/7205872954946880496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=7205872954946880496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/7205872954946880496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/7205872954946880496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/10/philippine-negeri-islam-yang-hilang.html' title='Philippine Negeri Islam yang Hilang'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-369547226292321892</id><published>2007-10-07T18:50:00.000+07:00</published><updated>2007-11-03T19:16:10.355+07:00</updated><title type='text'>Hari ini ke Tagaitay</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:85%;"&gt;Hari ke-6; Ahad, 30 September 207&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ahad ini sepertinya akan saya habiskan dengan jalan-jalan di Mall sekitar hotel. Saya sudah minta saran ke Teman mall mana saja yang menarik. Teman menyarankan jika ingin belanja souvenir di SM dan LandMark. Kalau mau makan di Green Belt dan Glorietta. Dia malah menyarankan saya untuk ke Glorietta karena sedang ada pameran komputer dan peralatan elektronik lainnya. Mungkin saja saya akan membeli sesuatu disana katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pagi hingga siang saya habiskan di kamar hotel. Pagi-pagi saya turun hanya untuk mendapatkan sarapan pagi kemudian naik lagi ke kamar hanya untuk tiduran sambil nonton TV atau menyalakan laptop sambil berinternet ria. Memang internetan di kamar nyaman sekali. Sebelumnya saya tidak bisa berintertetan gara-gara hotel tidak menyediakan business room dengan koneksi internet broadband seperti layaknya hotel-hotel besar di Jakarta. Mereka menyarankan untuk membeli “internet card” untuk kemudian dihubungkan dengan dial up dari telepon kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya ingin sekali memindahkan acount internet di gmail menjaid POP3 sehingga saya bisa baca email meski koneksi internet mati. Saya coba berkali-kali alhamdulillah berhasil hanya sayang email yang sudah ada di Gmail tidak bisa saya pindahkan ke MS Outlook. Nggak apa-apa lah yang penting kedepannya email bisa masuk ke laptop saya. Selanjutnya saya lanjutkan menulis dan review beberapa materi training yang diberikan Teman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:85%;"&gt;Jam 11 siang saya baru berani keluar dengan maksud untuk makan siang kemudian jalan-jalan di mall. Saya sempat sms istri menanyakan oleh-oleh apa yang ingin dibeli. Saya sebenarnya ingin membelikan baju, namun sepertinya tidak mungkin mengingat istri berjilbab lebar dan rapi. Akan sangat sulit mencari baju panjang dan lebar di negeri seperti ini. Saya berjanji akan melihat-lihat barang-barang apa saja yang cocok untuk istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mulai dari kawasan Green belt Mall. Saya sempat lihat mall yang sudah buka dan juga restoran di lantai dasar dengan pemandangan indah. Sepertinya akan enak sekali makan disana. Namun kuurungkan mengingat sepertinya akan sulit mendapatkan makanan tanpa babi/fork. Saya teringat Pizza HUT yang pernah saya lewati kalau mau ke Ayala Station. Saya putuskan untuk makan Pizza HUT, kemudian jalan-jalan di SM mall. Mudah-mudahan Pizza HUT banyak pilihan makanan tanpa babi/fork.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Pizza HUT jam 11.30 dan saya langsung pesan tempat duduk. Meski agak kaku karena sepertinya mereka heran kenapa saya gunakan bahasa Inggris padahal dari wajah terlihat seperti orang Philipine. Saat pesan pun demikian, pelayan selalu saja memperhatikan wajah saya. Ternyata memang tidak banyak pilihan untuk makanan tanpa babi/fork. Akhirnya saya hanya pesan pizza small 1, sup mushroom, spagety dan mangga juice untuk minum. Semuanya tanpa babi/fork atas saran pelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya di Indonesia, ternyata memang agak lama juga ya menunggu makanan siap saji ini. Saya punya pengalaman menunggu hingga 1 jam di Pizza HUT Tangerang. Namun mudah-mudahan tidak selama itu disini. Alhamdulillah akhirnya pesanan datang, mulai dari mangga jus, kemudian sup. Spagety dan pizza baru menyusul setelah saya habiskan sup. Saya makan dengan lahap mengingat sudah waktunya untuk makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 1.30 setelah makan akhirnya saya putuskan untuk jalan-jalan ke mall terdekat dulu yaitu SM mall. Saya akan mencari gantungan kunci, kali aja ada yang bagus untuk oleh-oleh teman-teman di Gunung Sindur. Di toko yang pernah Teman tunjukan sekaligus pernah berbelanja kaos kemaren. Saya masuk dan sepertinya pelayan disana masih mengenal saya. Saya coba tanyakan kaos untuk bayi namun yang ada hanyalah untuk umur diatas 2 tahun. Ya sudah saya cari gantungan kunci akhirnya. Saya dapatkan 3 macam gantungan kunci disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai berbelanja, istri sms menanyakan kabar sekaligus keheranan darimana saya dapatkan uang, mengingat gaji di tempat lama belum ditransfer apalagi di tempat baru. Alhamdulillah dapat jatah dari kantor baru, saya jelaskan. Selesai sms ternyata ada lagi dari  atasan saya yang isinya meminta izin untuk menelepon ke HP saya. Saya jawab silahkan untuk menelpon dan saya bilang saya lagi jalan-jalan di mall. Atasan akhirnya menelpon menanyakan kabar sekaligus agenda saya hari ini. Saya jawab tidak punya agenda pasti yang jelas mungkin jalan-jalan di mall. Dia akhirnya menyarankan untuk pergi ke tempat yang indah. Saya sanggupi dan beliau akan jemput sekitar jam 3 sore ke hotel. Akhirnya saya sudahi acara jalan-jalan di mall nya. Saya langsung pulang namun tak lupa untuk mampir di supermarket Land Mark untuk membeli makanan kecil dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 14.30 Atasan saya menelpon dari Lobby Hotel memberitahukan kalau dia sudah ada di sana menunggu saya. Akhirnya saya turun setelah membawa jaket untuk persiapan disana. Atasan akhirnya mengajak saya untuk menaiki mobilnya. Innova seri terbaru sepertinya dibeli dah sekitar 1 tahun, namun masih terasa nyaman dan lapang di dalamnya. Saya diajak keliling di ayala, ada sebagian yang saya kenal namun kebanyakan tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lewati toll ke arah utara yang merupakan akses ke propinsi lainnya. Mr.Jing menerangkan kita akan berangkan ke Tagaitay dimana tempatnya sejuk seperti di puncak. Disana kita bisa melihat Vulkano atau kawah gunung dengan danaunya. Indah sekali katanya membuat saya ingin segera melihatnya. Sepanjang jalan Atasan saya berkali-kali memuji saya karena saya hapal beberapa tempat di Philippine gara-gara Teman yang sering mengajak ke tempat itu. Seperti halnya station MRT dan LRT yang saya tahu, Mall yang dekat Hotel serta yang lainnya. Atasan bilang saya sudah layaknya seperti orang Philipina karena hapalnya. Hanya sayang saya belum bisa berbahasa tagalog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam normal ke Tagaitay. Namun karena cuaca tidak menentu dimana kadang hujan, kadang juga cerah, kemudian jalan toll ada yang sedang direkontruksi akhirnya perjalanan memakan waktu 1 jam 15 menit. Cuaca memang sedang tidak bagus. Hujan lebat melanda daerah Tagaitay menjadikan saya kesulitan melihat kawah gunung karena tertutup kabut tebal. Sayang sekali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atasan saya akhirnya mengajak saya untuk mampir di hotel terkenal disana, mudah-mudahan kita dapat melihat kawah tersebut dari Hotel. Mengingat hotel tersebut mempunyai tempat dengan teropong untuk melihat ke bawah. Namun sepertinya Allah belum mengizinkan saya melihat kawah dan danau di bawah. Setibanya di Hotel cuaca masih saja hujan lebat dan kabut tebal. Atasan saya menanyakan kondisi cuaca ini ke pelayan hotel dan dijawab semenjak pagi memang seperti itu. Saya pun memaklumi meskipun Atasan saya keheranan karena biasanya sore hari hujannya sudah reda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya untuk mengisi waktu sambil istirahat, Atasan saya mengajak untuk duduk di sekitar restoran sambil sesekali melihat ke bawah mudah-mudahan kabut hilang sehingga saya bisa melihat kawah. Atasan saya menawarkan saya untuk makan, namun sepertinya saya masih kenyang dan akhirnya hanya memesan sandwich dan coklat panas. Atasan saya menerangkan bahwa coklatnya adalah asli sehingga rasanya gurih dan sedikit pahit. Alhamdulillah setidaknya bisa menghangatkan badan mengingat daerah tersebut dingin sekali seperti puncak Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan sandwich datang. Saya memang memesan beef sandwich atas saran pelayan karena tidak mengandung babi/fork. Sedangkan Atasan saya memesan jenis lainnya namun mengandung babi/fork. Saya pikir sandwichnya itu kecil tapi ternyata besar sehingga sepertinya akan membuat kenyang. Atasan saya sesekali mengajak ngobrol tentang pekerjaan. Sepertinya beliau sangat berharap sekali agar saya bisa maksimal di pekerjaan ini. Saya hanya bisa jawab saya akan usahakan semaksimal yang saya bisa. Hal ini mendapat pujian darinya, apalagi beliau sangat menghargai pengalaman dan ilmu di dunia packaging. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menghabiskan sandwich dan coklat panas, Atasan saya mengajak saya untuk pulang. Karena selain sudah jam 6 sore, cuaca juga sepertinya kurang mendukung. Sebelum pulang beliau minta izin ke toilet, saya sempatkan untuk kembali melihat kawah dari balik kaca hotel. Namun tetap saja cuaca kurang bersahabat hari ini. Atasan saya berjanji lain kali akan mengajak saya untuk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang memakan waktu 1.5 jam karena masalah cuaca yang buruk. Hujan deras hampir di setiap tempat hingga sampai di pintu tol keluar ke arah Makati city. Atasan saya berkali-kali menanyakan masalah keislaman selama di jalan. Semuanya saya jawab termasuk alasan kenapa saya tidak puasa. Kemudian juga dia menanyakan penyakit saya. Saya jawab sekarang sedang dalam pengawasan dokter. Yang agak menarik adalah pada saat membahas Al Qur’an. Beliau memuji saya yang bisa membaca tulisan arab. Namun saya jawab, saya hanya bisa membaca Al Qur’an saja, namun jika disodorkan koran berbahasa arab sepertinya saya akan kesulitan membacanya. Duh jadi malu, mustinya saya juga belajar Bahasa Arab secara intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Hotel sekitar jam 7.30 malam. Atasan saya mengantarkan saya sampai di depan pintu masuk hotel. Saya berpamitan tanpa lupa mengucapkan selamat jalan dan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar hotel saya langsung merebahkan badan karena sepertinya kurang enak, mungkin karena cuaca yang kurang baik. Kondisi badan terasa lebih enak jika saya mandi air hangat dan menyantap sup dan beef terayaki yang dipesan lewat telepon ke restoran hotel.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/SPAN class=fullpost&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-369547226292321892?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/369547226292321892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=369547226292321892' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/369547226292321892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/369547226292321892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/10/hari-ini-ke-tagaitay.html' title='Hari ini ke Tagaitay'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-215616480647522299</id><published>2007-10-07T07:06:00.000+07:00</published><updated>2007-11-03T19:18:12.431+07:00</updated><title type='text'>Terjebak Hujan dan Badai</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sabtu, 29 September 207&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari ke-5 saya berada di daratan Philipine tepatnya di Makati City Manilla. Sebagaimana hari-hari lainnya, hari ini pun saya berencana untuk mengunjungi customer Cygnus karena memang perbaikan alat dan kalibrasi belum selesai. Kemaren Jum’at kita sudah berjanji akan pergi kesana hari Sabtunya menyelesaikan semua yang belum dikerjakan. Sebagai informasi, biasanya memang hari Sabtu adalah hari libur di Makati City. Kemungkinan karena ini pabrik jadinya hari Sabtu juga tetap masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan janji sebelumnya dengan Teman, saya pun memulai perjalanan sekitar jam 8.35 pagi dari Hotel menuju Ayala MRT station. Hari ini mungkin agak lain. Biasanya saya berada diantara kerumunan orang-orang yang akan berangkat kerja. Namun tidak dengan hari ini, hampir semua jalanan dan gang yang saya lewati agak lenggang. Maklum mungkin karena libur di sebagian besar Makati City. Saya bisa agak santai berjalan di pinggiran mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca hari ini mungkin boleh dibilang tidak terlalu bagus. Hampir setiap saat hujan baik hujan agak deras atau hanya gerimis. Kadang tidak bisa diprediksi. Saya kebetulan ada payung pinjaman dari Teman lainnya sewaktu pertama kali datang. Beliau sengaja memberikan pinjaman mengingat cuaca di Philipine akhir-akhir ini sering hujan. Sepertinya cuaca sama seperti Bogor kalau musim hujan. Hampir seminggu kadang hujan terus menerus sehingga baju lembab dan basah terus karena humiditi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Perjalanan ke Ayala MRT Station hanya sekitar 20 menit. Saya sempat melihat-lihat toko-toko di seberang, kali aja ada yang menarik sehingga nanti sore saya bisa jalan-jalan melihat-lihat ke dalam. Yang jelas, saya belum coba PIZZA HUT di Philipine, lain kali mungkin pas saya agak luang akan makan di PIZZA HUT. Saya istirahat untuk mengurangi cucuran keringat karena jalan kaki dan cuaca yang lembab. Alhamdulillah keringat kering setelah istirahat sekitar 10 menit. Teman sepertinya telat, soalnya sampai jam 9.00 belum juga kirim kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 menit berikutnya Teman kirim sms memberikan kabar keterlambatannya karena badai. Kemungkinan 15 menit lagi sampai ke Ayala katanya. Saya jawab dengan OK dan mengabarkan sudah di sekitar Ayala Station. Kembali saya cek HP dan memberikan kabar ke Istri di Indonesia melalui SMS. Saya coba perhatikan orang-orang yang sepertinya akan pergi berlibur dengan stelan baju gunung dan celana pendek. Sepertinya di menunggu seseorang, ternyata seorang perempuan yang juga memakai celana pendek. Sepertinya mereka akan berlibur ke pegunungan terlihat dari stelan baju dan tas cariel yang disandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman memecah lamunanku dengan teleponnya. Dia mengabarkan sudah berada di Ayala station di tempat ticket. Saya disuruh untuk naik dan bertemu dekat tempat ticket. Eskalator kebetulan masih rusak, akhirnya saya pakai tangga biasa untuk naik sekitar 8-10m Ayala Station. Saya akhirnya bertemu Teman di sana. Dia tak lupa menanyakan kabar serta bercerita tentang badai yang melanda Philipine. Kami masuk station kemudian langsung masuk MRT yang sudah terbuka. Di dalam tidak terlalu banyak orang, mungkin karena hari ini hari libur. Tapi sepertinya orang-orang malas keluar mengingat cuaca hujan dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, di North Avenue kami berhenti dan turun. Teman mengajak sarapan atau minum kopi di Mall. Saya menyetujuinya mengingat dinginnya cuaca. Saya diajak ke Dunkin Donut dan membeli 2 donut besar, 2 kopi hitam dan 1 bungkus isi sekitar 20 donut kecil oleh-oleh untuk Ms. Rachel (customer Cygnus). Kita akhirnya menyantap donut masing-masing 1 dan kopi. Rasa kopi agak kuat namun menyegarkan. Teman menjelaskan kalau ini adalah kopi tradisional khas Philipine yang tidak akan didapatkan di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/Mrt.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/Mrt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Dunkin donuts, kami lanjutkan perjalanan menuju terminal bus di dekat MRT North Avenue. Kadang MRT yang akan parkir terlihat dari bawah. North Avenue merupakan statiun terakhir MRT 3 arah Utara, sehingga MRT yang tiba akan diparkir sebentar sebelum balik lagi ke arah Ayala. Kami berjalan sambil sesekali memakai payung karena ada tempat yang tidak diberik canopi. Di “pasukan” atau line arah Novaliches, Malinta Exit kami menunggu. Namun sepertinya kami harus merasakan badai kencang menerpa dengan cucuran air hujan. Berkali-kali Teman menutupi kami dengan payungnya agar tidak basah. Beliau sesekali menjelaskan kalau Philipine sering kali dilanda badai terutama musim hujan. Dia menunjukkan pergerakan awan hitam yang cepat sekali akibat badai kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus yang kami tunggu sekitar setengah jam lebih tidak kunjung datang. Kita tidak tahu kenapa seperti ini, apakah karena badai sehingga macet atau memang tidak beroperasi. Akhirnya Teman mengajak saya naik bus jurusan Monumento. Katanya nanti kita lanjutkan dengan Jeep. Kami akhirnya naik dan turun di Monumento. Kemudian dilanjutkan dengan Jeep. Kami turun di dekat LRT station. Teman bilang kita tidak jadi ke customer karena hujan dan badai yang kencang. Teman agak khawatir akan menyulitkan pergi kesana mengingat medan yang dilalui. Akhirnya kami pulang memakai LRT Monumento.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LRT tidak terlalu penuh saat kami masuk. Dapat kami lihat melalui LRT ternyata badai memang kencang sekali. Beruntung kami bisa kembali dengan LRT. Di station EDSA Kami turun kemudian kami pindah ke MRT menuju Ayala Station. Teman berjanji akan mengajak saya ke SM mall melihat-lihat barang untuk oleh-oleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di SM Mal Teman mengantarkan saya untuk mencari-cari souvenir di Kultura Shop SM mall lantai 2. Saya hanya sempatkan untuk beli oleh-oleh kaos 4 buah untuk saya, kakak, adik, dan bapak di Ciamis. Namun saya kebingungan oleh-oleh apa untuk ibu, istri dan Fawwaz (anak pertama saya). Biar nanti saya tanyakan ke mereka via telepon saja. Setelah dari kultura, Teman mengajak kami ke toko lainnya di Land Mark. Saya sempatkan untuk beli gantungan kunci disana. Mengingat sepertinya Teman ada keperluan di rumahnya, akhirnya saya akhiri belanja karena kasihan. Lain kali insyaallah akan dilanjutkan kalau saya ada waktu luang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami pulang menyusuri mall itu melalui Ayala Museum kemudian kami berpisah di sekitar Green Belt Mall yang sedang dibangun. Teman pulang dengan jeepney sedangkan saya jalan menuju hotel di kawasan Green Belt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/SPAN class=fullpost&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-215616480647522299?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/215616480647522299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=215616480647522299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/215616480647522299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/215616480647522299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/10/terjebak-hujan-dan-badai.html' title='Terjebak Hujan dan Badai'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-2796024515575112042</id><published>2007-10-04T19:31:00.000+07:00</published><updated>2007-11-03T19:20:09.152+07:00</updated><title type='text'>Hari Ini Saya ke Masjid</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/MasjidPhilipine.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 384px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" height="240" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/MasjidPhilipine.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah Jum’at, 28 September 2007 bertepatan dengan hari ke-4 saya berada di Philipine. Terus terang sudah banyak hal yang saya ketahui mulai dari adanya MRT atau LRT kemudian juga jeep dan motorcycle sebagai sarana transfortasi di sini. Namun ada yang belum saya ketahui saat ini adalah dimanakah letak masjid di Manila. Hari ini Teman, teman saya yang mengajari banyak tentang alat berjanji akan mengajak saya ke Masjid. Duh senangnya.. Sudah saya bayangkan bagaimana kerinduan akan rumah Allah berada di depan mata. Ya Allah izinkan hamba bersujud di rumahMu di negeri ini. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu kami berjanji untuk bertemu di Ayala Station of MRT dekat SM Mall jam 9.00. Agar tidak telat, saya mulai berjalan dari Hotel di Charter House Green Belt sejak 8.30. Mudah-mudahan 30 menit sampai saya pikir. Akhirnya saya susuri jalan kemudian naik tangga dan menyusuri lagi gang/aisle di kawasan Green Belt Mall menuju Land Mark Mall. Dari Land Mark Mall yang waktu itu masih tutup saya susuri depan pertokoannya yang sepertinya belum ada yang buka. Memang di sini toko dan Mall buka jam 10.00 pagi. Biasanya saya dan Teman bisa masuk ke Mall meski hanya numpang lewat. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesaat akan menyembrang jalan di kawasan Land Mark Mall menuju mall Glorietta, ada telepon masuk. Saya pikir mungkin keluarga di Indonesia menelpon karena tidak ada nomor atau “private number”. Biasanya kalau dapat telepon International Roaming tidak menampilkan nomor di HP hanya kadang “private number”, “+63000” atau kadang kosong hanya “Call” saja. Saya terima ternyata Atasan saya, boss saya, beliau menelpon dari Indonesia. Memang saat ini beliau masih di Indonesia untuk menyelesaikan beberapa masalah terkait dengan pembukaan cabang baru di Indonesia. Dia menanyakan posisi saya dan saya jawab sedang di Land Mark mau menyebrang. Beliau meminta agar berhenti sesaat karena ada yang mau disampaikan. Akhirnya saya sanggupi dengan menepi di mall Glorietta setelah saya menyebrang. Atasan saya menanyakan masalah visa ke China yang belum saya dapatkan. Apakah masih sempat dibuat di Indonesia mengingat saya pulang seminggu sebelum Lebaran dan akan kembali ke Manila kemudian ke China seminggu setelah Lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jelaskan bahwa saya masih sempat untuk mengurus visa. Beliau agak khawatir karena waktunya mepet. Akhirnya saya sanggupi untuk menanyakan hal ini ke kakak yang punya kenalan yang sering mengurus visa. Sekaligus juga menanyakan kapan Ambassy China libur. Saya telepon waktu itu juga ke kakak di Indonesia minta tolong konfirmasi semuanya tentang Visa China. Siang kakak berjanji untuk memberikan informasi lewat SMS ke HP saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lanjutkan perjalanan menuju SM Mall mengitari pinggiran mall. Biasanya kalau pulang lewat sini saya dan Teman pasti lewat dalam Mall. Tapi karena masih pagi dan Mall belum buka akhirnya saya hanya bisa lewat pinggiran Mall. Patokan paling jelas adanya Pizza Hut di sana. Kemaren sempat saya ajak Teman untuk makan malam di Pizza HUT. Tetapi dia menolak dengan alasan sedang terburu-buru. Ya sudahlah, saya juga malas makan sendiri, mendingan di Hotel saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SM mall saya lewati meski hanya lewat pinggirannya (trotoar). Akhirnya sampai di Ayala Station jam 8.56. Cepat juga ya. Berarti hanya sekitar 15 menit saya berjalan jika tidak ada telepon. Saya berjanji untuk menunggu dekat counder McD di bawah Ayala Avenue Station. Saya coba cari tempat duduk, akhirnya dapat agak ke dalam dan duduk diantara sekian banyak orang yang duduk entah menunggu atau hanya untuk sarapan pagi. Saya hanya bisa memperhatikan orang-orang, mau makan sudah di Hotel. Saya cek HP ada 2 pesan. 1 dari Atasan saya mengingatkan masalah visa dan satu lagi dari Teman menginformasikan kalau dia telat 15 menit. Ok saya tunggu sambil sms-smsan ke Kakak dan Atasan saya, tak lupa pula bilang saya sudah di Ayala ke Teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sms lagi setelah 15 menit dan menginformasikan kalau dia sudah ada di Ayala sebentar lagi menjemputku. Saya tunggu sambil sesekali berdiri agar Teman dapat melihatku. 10 menit berlalu, akhirnya saya menemukan Teman. Teman meminta maaf atas keterlambatannya. Dia menjelaskan alasannya yang tidak lain kurang tidur karena menemani ayah dan saudaranya yang datang tiba-tiba semalam. Aku mengerti karena saya lihat matanya merah karena mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akhirnya naik ke Station Ayala Avenue menggunakan tangga biasa karena eskalator kebetulan belum difungsikan. Meski tinggi kira-kira 10m akhirnya kami sampai juga. Teman beli magnetic ticket untuk MRT untuk kami berdua. Saya sudah bisa memasukan ticketnya meski tidak ada tanda panduan. Beberapa hari ini Teman sering mengajari dan menunjukkan bagaimana memakai magnetic ticket. Saking seringnya akhirnya saya terbiasa juga. Tujuan kita hari ini sama dengan kemaren yaitu ke North Avenue station yang merupakan station terakhir. MRT hari ini agak penuh, tapi alhamdulillah kita masih bisa masuk meski berdiri. Tapi tak apa, soalnya di dalamnya full AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kira-kira 3 station kami lewati ada kursi kosong yang cukup untuk kami duduki. Akhirnya kami duduk dan kembali meneruskan perjalanan sambil sesekali mengobrol ringan. Saya tidak perduli apakah orang-orang memperhatikan atau tidak, mengingat saya berbicara bahasa inggris dan sekitar rata-rata berbahasa tagalog. Mudah-mudahan mereka juga memaklumi. Di North Avenue kami turun dan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke luar, Teman mengajakku untuk makan siang. Aku menolak karena masih kenyang dan waktu itu masih jam 10.30. Biar nanti sepulang dari Cygnus company saja kata saya. Akhirnya Teman menyetujui dan dia hanya beli roti dan soft drink. Saya menyetujui. Namun sepertinya saya mau ke toilet mau kencing. Sempat saya lihat ada toilet namun tidak bisa kumasuki karena lokasinya di dalam station dan kita sudah keluar lewat magnetic aisle. Pas kulihat ada orang yang masuk lewat pintu pagar yang tidak dikunci, saya bilang Teman. Awalnya dia tidak setuju, tapi pas saya tunjukan ada pintu pagar yang dibuka akhirnya dia menyetujuinya dan berkata tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah baru timbul pada saat saya keluar dari Toilet mau balik ke tempat Teman. Pintu pagar yang semula terbuka ternyata sudah tertutup. Saya bingung mau lewat mana. Akhirnya saya coba paksakan lewat pintu pagar tadi. Memang bisa dibuka, tapi apa yang terjadi. Saya kaget, ternyata terlihat Polisi/satpam. Mereka langsung menghampiri dan menanyakan memakai bahasa Tagalog. Saya bingung tidak mengerti, saya coba jelaskan memakai Bahasa Inggris, tapi sepertinya mereka tidak mengerti. Saya mulai kebingungan akhirnya memanggil Teman yang sedang membeli roti dan minuman dekat situ. Alhamdulillah mereka akhirnya mengerti meski agak sewot setelah dijelaskan Teman dan dibantu orang yang sedari tadi berdiri di dekat pintu pagar. Alhamdulillah ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kali ini diteruskan memakai bus atau public transportation jurusan Novaliches dan lewat Tol Malinta. Teman mencoba menjelaskan semua jurusannya, meski kadang saya jawab dengan anggukan kepala karena bingung banyak banget namanya dan asing di telinga. Ya sudahlah yang penting sampai ke customer. Alhamdulillah sampai sekitar jam 11.30 pagi di customer. Kita sempat ganti kendaraan dari bus ke motorcycle / threechycle menuju ke tempat customer. Kita langsung meneruskan pengecekan dan kalibrasi alat yang kemaren masih terpending karena harus menunggu hasil pengecekan sampai dengan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengecekan dan kalibrasi akhirnya selesai sekitar jam 13.30. Teman memutuskan untuk menyelesaikan dan membiarkan pengecekannya hingga besok pagi. Kami akhirnya berdiskusi dan ngobrol sebentar dengan customer di sana. Kami berjanji untuk kembali besok. Mereka bilang agar hati-hati dan selamat beribadah. Saya bingung bagaimana mereka tahu kalau saya mau ke Masjid. Ternyata memang Teman cerita ke mereka memakai bahasa tagalog, pantas saja. Saya ucapkan terima kasih ke mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami pergi. Dari customer kami pakai threecylcle kembali dan kemudian dilanjutkan memakai jeep menuju ke perempatan dekat toll. Perjalanan selalu saja dipenuhi kemacetan karena memang jalan yang dilewati sedang mengalami renovasi. Setelah 1 jam terjebak, kahirnya kami sampai juga di dekat toll. Teman mengajak makan siang di Jollibee. Franchise fried chicken terkenal di Philipine dibandingkan KFC dan McD. Awalnya saya ingin pesan meatball soup, tetapi ternyata mengandung babi/fork. Ya sudah akhirnya pesan Fried Chicken saja. Teman malah menambahkan menjadi 2 Fried chicken dan 1 ice cream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan Teman mengajak saya untuk naik bus tradisional karena terkesan tua dan tanpa kaca jendela. Bus pertama tidak jadi kami naiki karena ternyata penuh. Teman tidak mau berdiri. Biasanya kami gunakan bus biasa atau AC menuju ke North Avenue MRT. Namun kali ini sengaja menggunakan bus lain agar cepat sampai di Quiapo, central Manilla tempat masjid berada. Di bus kedua baru kami dapat tempat duduk. Di tengah perjalanan sudah dekat Quiapo, Teman mengajak turun dan berganti dengan Jeep. Sayang perjalanan macet tanpa tahu alasannya. Saya sempat diingatkan apakah saya menelpon Teman lainnya barusan? Saya jawab tidak, tapi tadi pagi. Saya coba cek ternyata memang ada panggilan ke Teman lainnya. Ternyata pengunci HP Nokia saya tidak berfungsi sehingga saat saya simpan di tas dan terpencet ke Nomor Teman lainnya. Saya coba cek pulsa hanya tinggal 1.45 Peso saja. Teman coba jelaskan semuanya ke Teman lainnya melalui SMS. Teman lainnya mengerti dan akhirnya berjanji akan memberikan pulsa lagi sebanyak 300 Peso melalui Teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat pasar Teman mengajak turun dan kemudian kami berjalan meyusuri pasar berbagai macam jenis barang jualan seperti umumnya pasar kering di Indonesia. Saya sempat temukan ada muslim dengan peci dan stelan baju muslim (koko) di tengah-tengah orang-orang yang hilir mudik. Alhamdulillah saya bisa lihat saudara muslim di Philipine. Rasanya seperti melihat saudara jauh. Namun saya tidak berani menyapa mengingat Teman terus mengajak berjalan dan sering mengingatkan untuk hati-hati dengan barang-barang karena sering ada copet dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu tempat lainnya saya temukan ibu-ibu dan remaja yang mengenakan jilbab. Subhanallah ini ternyata sudah masuk perkampungan muslim. Saya sempat tanyakan Teman dan dijawab anggukan. Teman sempat beberapa kali menanyakan masjid kepada orang-orang. Tadinya saya mau bantu dengan menanyakan kepada ibu yang memakai jilbab, tapi Teman menolak dan bekata tidak usah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian saya lihat perkampungan yang bernuansa lain. Dilihat banyak sekali orang memakai peci dan jilbab. Seperti layaknya sebuah perkampungan di Indonesia terutama kawasan dekat masjid atau pesantren. Mereka kentara dengan jilbab dan peci. Saya merasakan suasana yang lain. Suasana penuh ruhiyah dan ukhuwah. Hanya sayang saya tidak dapat menyapa mereka dengan ucapan terbaik menurut Islam yaitu “Assalamu’alaikum”. Teman selalu mengingatkan saya untuk berhati-hati. Sedih sekali rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya bisa melihat sebuah kubah masjid. Senang sekali rasanya. Bahagia tiada tara dan tidak dapat diungkap lewat kata dan makna. Hanya Dia yang tahu bagaimana senangnya hati ini. Semakin dekat semakin terlihat jelas dan terlihatlah Masjid Indah yang dibayangkan. Meski catnya sudah luntur dan kusam, tapi sepertinya itulah keindahannya. Teman akhirnya mempersilahkan saya untuk masuk dan dia akan menunggu di luar gerbang. Teman sempat bertanya kira-kira berapa lama? Saya jawab paling lama 15 menit untuk shalat dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masuk ke halaman masjid dan sudah terlihat sebuah nuansa ruhiyah. Banyak sekali orang yang berada di dalam meski hanya duduk bersila. Ada juga yang tilawah atau sekedar ngobrol dengan temannya. Rata-rata mereka memakai pakaian khas seperti koko dan peci yang sudah tidak asing buat saya. Saya buka sepatu dan kaos kaki. Saya coba mencari tempat penitipan sambil kebingungan bagaimana membayarnya karena tas berisi HP dan uang saya titipkan ke Teman. Saya ucapkan “Assalamu’alaikum” dan masuk masjid. Dijawab seseorang “Wa’alaikumsalam”. Saya tanyakan dengan bahasa inggris apakah saya boleh simpan sepatu disini. Beliau jawab silahkan. Beliau bertanya dari manakah saya ini kok sepertinya baru disini. Saya jelaskan saya dari Indonesia dan sedang training di Philipine. Saya minta izin untuk wudlu dan shalat. Beliau mempersilahkan sambil menunjukkan tempat wudlu. Tak lupa beliau berpesan untuk kembali kepadanya. Sepertinya ada yang ingin ditanyakan kepada saya. Saya sanggupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak sabar ingin segera menghadap Allah, saya langsung ke tempat wudlu. Terlihat kran air dengan tempat duduk berpasangan dengan jumlah kran airnya. Kuketahui dari orang-orang itu adalah tempat untuk duduk selagi wudlu. Akhirnya saya basuh muka ini dengan air dingin dan menyegarkan. Seakan membersihkan dosa diri, rasanya akan menghadap seorang yang Istimewa dan berbeda. Kemudian kumasuki masjid dengan penuh khyusuk dan syahdu. Saya cari tempat paling depan agar tidak terganggu. Saya lihat orang di depan sedang tilawah dengan suara tartil membacakan surat ke-55. Surat terindah menurut saya karena kandungan makna dan juga kata-kata indahnya. Surat Ar Rahman yang kaya dengan lafadz “Fabiayyiallairobbikuma tukadzibun – maka nikmat Tuhanmu manakah yang akan engkau dustakan”. Duh robbi indahnya sepertinya saya ingin sekali mendengarkannya hingga akhir surat itu. Sungguh teringat akan awal perkenalan saya pada surat itu pada malam syahdu Qiyamull Lail di masa orientasi rohis kampus. Ingin rasanya saya menangis, namun kuurungkan saat teringat janji dengan orang dan Teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya shalat Dhuhur dan Ashar masing-masing empat rakaat dengan Jamak Takhir. Saya tidak ingin mengqasar agar tidak terlalu cepat. Rugi rasanya di masjid yang lama dirindukan saya mengqasar shalat. Selesai salam shalat terakhir, saya sempatkan berdo’a. Sebuah do’a tulus meminta agar saya istiqomah dan dilancarkan semua urusan serta diberikan kesabaran karena berada di tengah komunitas non muslim. Tak lupa saya minta ampunan atas kelemahan dan kesalahan. Kesedihan atas tidak melakukan puasa ramadhan karena sakit dan mengikuti saran dokter. Sedih ya Allah. Sepertinya cobaan sakit dan tidak dapat berpuasa adalah yang terbesar. Ingin rasanya saya berteriak meminta kekuatan dan kepercayaan. Selesai sudah do’a dan kututup dengan ucapan amin dan mengusapkan tangan di wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai shalat tak lupa saya temui bapak yang katanya adalah sekretaris masjid ini. Saya pun bertemu dan berjabat tangan tanpa lupa memeluk seperti saudara. Bapak yang baru kukenal ini namanya bapak Roni dan tinggal di sekitar masjid. Beliau berasal dari Mindanao yaitu Philipine bagian Selatan. Beliau bercerita bahwa disana komunitas muslim adalah dominan sekitar 99.99% subhanalllah. Andai saya training disana, akan lebih indah lagi. Beliau menanyakan darimana dan sedang apa di Philipine. Saya jawab sejelas-jelasnya hingga dia mengerti. Saya sempat tanyakan apakah ada masjid lain di Makati city? Beliau menggelengkan kepala dan hanya menjawab paling ada di beberapa embassy yang muslim seperti Saudi Arabia, Malaysia dan tentunya Indonesia. Duh sulit sekali. Ketika beliau bertanya apakah saya puasa, saya bingung jawabnya dan hanya tersenyum simpul, malu sekali. Akhirnya pembicaraan ditutup karena saya tidak enak dengan Teman yang menunggu di luar. Beliau sempat menanyakan dimana bisa dapatkan kopiah hitam khas Indonesia dan saya jawab tentunya di Indonesia, bisa di Jakarta atau Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya aku berlama-lama tinggal di masjid itu, namun aku juga tidak mau mengecewakan dan membuat kesal Teman. Terakhir sebelum saya pulang, saya sempatkan memfoto masjid lewat camera HP ku. Ini sebagai kenang-kenangan terindah yang akan saya ceritakan ke teman-teman di Indonesia. Terima Kasih ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman mengajak pulang dengan jalan kaki. Di tengah jalan saya sepatkan membeli kue manis (sweet cake) bulat dan juga roti khas arab atas saran Teman. Saat di tengah perjalanan kulihat ada toko kerajinan dan akhirnya kuminta Teman untuk melihat-lihat. Saat akan membeli, Teman menyarankan jangan karena mahal. Beliau berjanji akan mengantarkanku membeli souvenir di mall dekat hotelku. Akhirnya kuteruskan perjalanan pulang menuju tempat jeep. Teman sempat membelikanku pulsa sebesar 300 peso sebelum naik jeep. Akhirnya kami pulang dari sana menggunakan jeep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar United Nation (UN) kami turun dan bermaksud mencari Taksi ke arah hotelku. Namun sayang dari 5 Taksi yang kami tanya rata-rata menolak mengantar kami dengan berbagai macam alasan tidak masuk akal. Teman kesal dan cerita kalau supir taksi di Philipine kadang seeanaknya sendiri. Akhirnya saya sarankan untuk naik LRT (Light Rate Transportation) karena kebetulan di tempat itu ada rell LRT. Teman menyetujuinya. Kami pun naik tangga menuju station LRT. Saya kebetulan masih simpan ticket kereta pertama kali naik LRT. Saya tanyakan ke Teman apakah masih bisa dipakai, dia jawab ya. Akhirnya saya pakai ticket itu untuk masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana LRT agak penuh namun kami dapat masuk meski berdiri. Di station Quirino ada yang turun sehingga saya dan Teman bisa duduk. Awalnya kami akan turun di Gill Puyat agar bisa langsung memakai Taksi ke Hotel, namun Teman punya ide untuk turun di EDSA kemudian dilanjutkan memakai MRT ke Ayala Avenue. Saya menyetujuinya agar bisa jalan kaki dan bisa mampir dulu di Mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami turun di EDSA station dan langsung berjalan mengikuti arah orang-orang yang kebanyakan akan melanjutkan dengan MRT. Sore itu memang orang-orang sama seperti kami yang ingin pulang dan melanjutkan dengan MRT hingga terlihat antrian panjang dan menyesakan di sekitar pintu masuk station. Teman akhirnya memutuskan untuk turun dan keluar. Dia khawatir kelamaan karena antrian panjang. Kami turun dan akhirnya memutuskan melanjutkan dengan Taksi dari Baclaran ke Hotel Saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-2796024515575112042?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/2796024515575112042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=2796024515575112042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/2796024515575112042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/2796024515575112042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/10/hari-ini-saya-ke-masjid.html' title='Hari Ini Saya ke Masjid'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-8099951460458397361</id><published>2007-09-30T06:31:00.000+07:00</published><updated>2007-09-30T06:37:25.509+07:00</updated><title type='text'>My Last Day In the Previous Company</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;color:#330099;"&gt;20 September 2007&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari terakhir saya bergabung dengan perusahaan lama. Sungguh hari yang sangat melelahkan sekaligus menegangkan. Bayangkan saja sudah hampir lima tahun bekerja semenjak pertama lulus kuliah. Mungkin tidak akan bisa dilupakan bagaimana kenangan, perjuangan, pengorbanan, beban, derita, suka, senang, bahagia, sedih dan juga kemenangan bercampur baur menjadi satu. Terkadang sulit dan berat sekali saat harus meninggalkan semuanya. Namun jika melihat bagaimana pengorbanan dan juga derita yang dialami setidaknya 6 bulan yang lalu, cukuplah sudah menjawab semua alasan yang ditanyakan setiap orang saat akan berpamitan.&lt;br /&gt;Maafkan atas semua salah dan alpa, khilaf dan lupa. Tetesan air mata mungkin saja terjadi. Tapi tidak dengan saya. Setidaknya ada sebuah beban yang terlepaskan. Seakan menjadi sebuah busur yang dilepaskan, siap melanglang buana mencari sebuah tujuan hidup. Kembali seperti bayi yang dilahirkan dan saat seperti kupu-kupu yang keluar dari kepompong. Indahnya ya Allah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya... Hari ini juga merupakan tonggak awal baru saya untuk memulai kembali hidup, menata kembali harapan, menuai sebuah asa di tempat baru. Bukan tidak mungkin tempat baru tidak akan lebih baik. Namun itu semua sangatlah bergantung dari bagaimana kita bisa melihat dan menyosong masa depan.Dua perasaan sekaligus berpadu. Senang dan Sedih sekaligus juga perasaan bersalah dan kemenangan. Saat sore hari akhirnya saya harus menyerah pada keadaan. Puasa yang telah dilakukan semenjak pagi akhirnya harus berakhir karena keluhan sakit dan sesak napas. Mungkinkah karena berbagai macam perasaan yang berpadu, ataukah memang karena kondisi tubuh tidak mendukung.&lt;br /&gt;Namun seindah apapun semuanya tergandung pada Mu ya Allah. Setidaknya rasa syukur dan dhaif ada pada diriku ini. Saat inilah Engkau tunjukan sebuah kekuasaan. Meski rasa senang itu membludak memenuhi semua asa, namun tidak mampu menghalangi sebuah cobaan. Sekali lagi ucapan syukur dan permohonan ada pada Nya. Terima kasih ya Allah atas cobaan yang Engkau Timpakan. Izinkan aku untuk selalu berharap ya Allah.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-8099951460458397361?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/8099951460458397361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=8099951460458397361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/8099951460458397361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/8099951460458397361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/09/my-last-day-in-previous-company.html' title='My Last Day In the Previous Company'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-3812176427286526936</id><published>2007-09-27T19:31:00.000+07:00</published><updated>2007-10-07T07:24:30.223+07:00</updated><title type='text'>The New Company Joined</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Ya, saya teringat kembali akan kisah hidup yang telah dijalani. Mungkin sudah sekitar 5 bulan semenjak sebuah finalty telak menohok diriku. Setidaknya mulai dari situlah semua kesedihan dan derita berawal semenjak sebelumnya begitu indah dan menyenangkan. Ya tepatnya akhir Februari saya dapatkan sebuah surat berharga tentang sebuah kesalahan telak di kantor. Mau bilang apa, Mau mengelak bagaimana, Mau membela dengan apa. Karena memang itulah kondisinya. Tanpa bisa berkutik meski kata dan bukti telah diperlihatkan. Cukup sudahlah pembelaan yang dilakukan karena sepertinya percuma saja. Sidang mulia itu akhirnya harus ditutup dengan sebuah finalty decision. I get the last warning. Meski dihadiri oleh berbagai macam pejabat yang saya ketahui ternyata semuanya berpihak pada satu komando meski ada beberapa atasan dekat. Sudahlah, memang itulah akhir dari semua karir dan kesuksesan selama ini. Semuanya harus berakhir dengan sebuah kesalahan yang saya pikir tidak terlalu fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari kembali saya jalani meskipun terkadang hati berontak ingin mendapatkan sebuah kepastian sebuah kebenaran dan keadilan yang sepertinya tidak berpihak kepada saya. Semenjak hari itu saya saksikan bagaimana penatnya derita serta kesulitan yang dialami. Setiap harinya saya diharuskan pulang malam hanya untuk sebuah evaluasi pekerjaan yang terkesan terlalu didramatisir. Bahkah kalau perlu harus mendengarkan sebuah wejangan yang selalu menohok diri. Selalu saja alumni perguruan tinggi yang disebutkan tanpa tahu apa maksud dari semuanya. Selalu saja terpojok meskipun pembelaan akhir sudah dilakukan. Mengapa harus selalu saya yang menjadi korban dan derita, padahal saya tahu pekerjaan ini dihandle oleh team sebanyak 3 orang. Tapi sudahlah memang demikian adanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Derita itu kembali mendera setelah sebelumnya yang belum juga tuntas. Saya ingat sekali perasaan sedih, jengkel dan juga marah ingin sekali saya tumpahkan. Namun apa daya, kembali dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa saya adalah bawahan yang tidak berarti. Tepatnya awal &lt;a href="http://imamfathur.blogspot.com/2007/04/berhentilah-sejenak.html"&gt;April&lt;/a&gt; cobaan terberat mendera. Harus kutelan pahitnya sebuah kekalahan saat pembelaan. Hanya karena melakukan cuti yang merupakan hak setiap orang, ternyata menjadi tonggak penderitaan. Apalagi saat berkata jujur kepentingan apakah dengan cutiku itu. Bukannya membela hak cuti, malah yang ada adalah tohokan yang menghujam dada. Mereka tidak terima alasan cutiku meski kutahu saya boleh melakukan apapun meski tidur seharian asalkan saja atasan menerima tanggal cutiku itu. Tapi sudahlah, setidaknya saya sudah mencatat bagaimana keadilan tidak ditegakkan di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah awal saya untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Cukup sudahlah pederitaan yang harus dialami. Setidaknya mulai hari itu puluhan lamaran saya kirimkan baik melalu email ataupun post. Biarkanlah Allah yang menentukan saya harus pindah kemana. Setidaknya sudah ada usaha ke arah sana. Saya tidak tahu harus kemana yang jelas gaji sama pun akan tetap saya terima meski jauh. Paling penting saat itu adalah bagaimana caranya keluar dari tempat lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan interview tidak pernah saya dapatkan. Namun tidak membuat saya putus asa. Meski beban pekerjaan lama kelamaan semakin banyak dan penuh. Pulang larut malam hanya untuk evaluasi yang menjemukan karena harus menerima kemarahan boss saja setiap harinya. Tapi alhamdullillah kesabaran selalu ada di dalam hati ini. Meskipun stress karena tekanan berakibat fatal pada ketahanan fisik. Ya sudah sekian banyak orang bilang saya terlihat sakit karena penurunan berat badan drastis. Sampai akhirnya saya bosan kemukakan alasan apa lagi agar mereka mengerti keaadan diriku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu tiba, kesabaran yang selama ini aku pertahankan berbuah kepada sebuah hasil. Allah dengar do’a yang saya sampaikan setiap hari. Do’a sebuah kebaikan dan keadilan. Tidak banyak yang aku minta mengingat banyaknya dosa yang dilakukan. Yang terpenting Allah berikan yang terbaik atas semuanya. Saya tidak menderita di tempat ini kalau memang ini yang terbaik yang Allah diberikan. Tetapi jika ada yang lebih baik lagi, maka saya minta hal itu ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingat tanggal berapa itu. Yang jelas panggilan berbahasa asing menyapa HP Nokia kesayangan. Mereka menjelaskan semuanya hingga saya tahu ada company yang mencari pegawai melalui headhunter. Tanpa berbasa-basi saya sanggupi semua permintaannya. Keesokan harinya meskipun badan sakit karena flu, saya paksakan juga untuk pergi ke rental Internet hanya untuk mengirimkan CV (Curiculum Vitae) karena mereka membutuhkannya segera. Setelah saya kirimkan kembali mereka konfirmasi lewat telepon mengenai diri saya semuanya. Setelah itu hampir tiap hari selama 1 minggu saya terima panggilan telepon darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sudah sekitar 1 minggu tidak saya terima konfirmasi maupun telepon. Hal inipun tidak menjadi masalah mengingat saya juga disibukkan dengan kehadiran anugerah yang berarti di kehidupanku. Buah hati yang selama ini ditunggu akhirnya lahir meski harus mengalami cobaan yang berarti. Allah anugerahkan seorang laki-laki sehat dan kuat ke hadapan saya. Terima Kasih Ya Allah. Terima kasih atas Anugerah terbaikku ini. Terima kasih atas semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saya ingat pada saat saya mengantarkan Istri dan Anak kontrol ke Rumah Sakit tepatnya 9 hari setelah kelahiran, Saya terima konfirmasi lagi untuk mengadakan interview. Karena mendadak dan tidak mungkin saya cuti, akhirnya kusanggupi jam 18.00 saya datang setelah pulang dari kantor. Mereka menyetujui meski meminta lebih sore lagi. Tapi sepertinya tidak mungkin mengingat kondisi kantorku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu hari Senin. Alhamdulillah saya bisa sampai tepat waktu setelah sebelumnya berjuang melawan macet di jalan-jalan yang kulalui di Jakarta. Tidak lupa pula kuucapkan terima kasih pada kakakku yang selalu setia menemani lewat HP memandu perjalananku agar cepat dan selamat. Saya ingat waktu itu kalau mereka (headhunter dan owner) sanggat mengharapkan saya untuk datang. Setidaknya saya tidak mengecewakan mereka saat itu. Awalnya saya meminta nama perusahaan yang akan merekrut saya, namun mereka tidak mau menceritakannya sampai saya bertemu dengan ownernya secara langsung. Saya hanya menduga-duga saja nama companynya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan menengangkan itu akhirnya terjadi setelah sebelumnya saya menunggu sekitar 15 menit. Saya tidak menduga begitupun diantara mereka. Saat itu yang menginterview ada 3 orang, hanya satu ownernya yang mengetahui hal ini. Memang owner tidak cerita apapun tentang saya kepada bawahannya. Sehingga terkesan surprize buat mereka mengingat saya sudah kenal semuanya. Akhirnya interview itu diisi dengan obrolan hangat dan menyenangkan. Mereka bersyukur sekali saya datang dan sangat berharap saya bisa bergabung dengan mereka. Dijelaskan berbagai macam keuntungan serta jawaban pertanyaan saya dengan jelas dan meyakinkan. Akhirnya ditutup setelah 2 jam interview. Lama sekali ya, tapi tidak terasa mengingat mereka sangat wellcome sekali. Terakhir saya diberi brosur dan CD Christian Bautista sebagai souvenir karena saya tidak sempat hadir pada seminarnya. Tak lupa pula mereka mengucapkan selamat atas kelahiran bayiku itu. Sungguh menyenangkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari saya belum juga terima konfirmasi kejelasan tentang hasil interview kemarin. Ya sudahlah saya pasrah pada Allah pengatur semua urusan. Semoga ini anugerah terbaik dari Nya untuk saya. Akhirnya kabar itu datang melalu sms yang intinya adalah meminta agar saya memberikan salary detaily yang saya terima di tempat kerja. Mereka tidak ingin saya rugi saat pindah ke tempat baru itu. Hal itu saya penuhi meski harus mencuri-curi waktu kerja di kantor lama karena mereka memintanya hari itu juga dikirimkan via email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang ditunggu itu akhirnya tiba. Mereka meminta saya datang kembali untuk salary negotiation. Alhamdulillah ya Allah, mudah-mudahan ini adalah final dari semuanya. Hari yang ditentukan itu akhirnya tiba. Saya minta memang jam 15.00 untuk pertemuannya agar saya bisa pergi ke kantor dulu kemudian izin setengah hari meski harus mengemukakan berbagai alasan. Seakan sudah tidak perduli dengan performance di kantor mengingat status saya saat itu adalah tinggal menunggu waktu dikeluarkan paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ya Allah semuanya telah saya pasrahkan kehadapan Mu, Kedhaifan, Kelemahan dan kesalahan adalah sifat Hamba. Maafkanlah ya Allah. Izinkan Hamba bersyukur atas semua Karunia Mu. Meminta sebuah keberkahan atas semua pemberianMu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua do’a kupanjatkan sebagai tanda syukur pada sujud terakhir shalat Ashar. Sebelumnya memang telah disetujui kedua pihak setelah negosiasi yang agak alot. Memang saya minta agar saya bisa bergabung setelah lebaran. Namun itu tidak disetujui mengingat padatnya agenda training di Luar Negeri. Akhirnya saya menerima juga setelah lama bernegosiasi. Mengingat sepertinya ini kali kedua saya ke Luar Negeri setelah sebelumnya ke Thailand tahun 2005 saat di kantor lama, dan nanti ke Philipine kemudian ke China. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu saya kembali pulang dengan perasaan lega dan bahagia. Seakan mendapatkan sebuah anugerah yang paling berharga. Allah maha mengetahui segalanya setelah semua derita dan pengorbanan Allah berikan semua kebahagiaan yang selama ini diharapkan. Sebuah pekerjaan baru, gaji yang naik, fasilitas telepon, transfortasi, kesehatan semuanya full. Ditambah lagi fasilitas lap top dan juga training. Subhanallah.. Ya Allah jangan buat hamba ini takabar. Apalagi saat itu makan malam di restoran, taxi ke stasiun dan mendapatkan Kereta AC exekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan takabur ya.. ini yang selama ini ditakutkan. Selalu berserah diri kepadaNya di malam terakhir dalam sujud panjangmu. Semoga ini adalah anugerah dan nikmat Nya, bukan merupakan azab dan cobaan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Robbi malu sekali diri ini kepada Mu, terutama saat membaca SMS tausyiah dari istri tercinta. Terima kasih ya Allah Engkau berikan Istri shalehah yang selalu mengingatkan. Terima kasih... Terima Kasih ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-3812176427286526936?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/3812176427286526936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=3812176427286526936' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/3812176427286526936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/3812176427286526936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/09/new-company-joined.html' title='The New Company Joined'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-6747910380672649477</id><published>2007-05-10T07:44:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T12:24:27.981+07:00</updated><title type='text'>Samudera Kehidupan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Mengarungi samudera kehidupan&lt;br /&gt;Kita ibarat para pengembara&lt;br /&gt;Hidup ini adalah perjuangan&lt;br /&gt;Tiada masa tuk berpangku tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tetes peluh dan darah&lt;br /&gt;Tak akan sirna ditelan masa&lt;br /&gt;Segores luka di jalan Allah&lt;br /&gt;Kan menjadi saksi pengorbanan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lantunan nasyid perjuangan dari Shautol Harakah mengiringi kalimat-kalimat terakhir saat saya menyelesaikan membaca yang kesekian kalinya Novel monumental “Ayat-ayat Cinta”. Terkadang sekali-kali kita harus disuguhi sebuah nasihat berharga lewat sebuah untaian tulisan yang sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah-Alhamdulillah-Lailahaillahu-Allahu Akbar. Tiada kata yang paling indah dan agung selain ucapan dzikir dengan lisan yang lirih memohon sebuah ampunan dan keridloan NYa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Robbi, kembali kususuri perjalanan hidup ini. Seperti sebuah kata berharga seorang Fahri saat merenungi asal muasal keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“aku adalah lumpur hitam&lt;br /&gt;yang mendebu&lt;br /&gt;menempel di sepatu dan sandal&lt;br /&gt;hinggap di atas aspal&lt;br /&gt;terguyur hujan&lt;br /&gt;terpelanting&lt;br /&gt;masuk comberan&lt;br /&gt;siapa sudi memandang&lt;br /&gt;atau mengulurkan tangan?&lt;br /&gt;tanpa uluran tangan Tuhan&lt;br /&gt;aku adalah lumpur hitam&lt;br /&gt;yang malang”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga ada benarnya. Terkadang ada rasa haru saat mengingat-ingat kembali masa-masa yang sudah lewat. Kenangan indah ataupun memilukan menjadi sebuah penghias kehidupan. Mungkin saja perjalan hidup ini tidak seindah yang diceritakan dalam novel itu, namun hidup adalah hidup yang harus dijalani dengan sebuah keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja kita renungi dan tela’ah lebih detail perjalanan hidup, mungkin tidak akan bisa dituliskan dan diceritakan secara utuh. Yang ada hanyalah kilasan-kilasan yang selalu membekas dalam jiwa. Ingatlah saat kita jatuh dari sepeda dan menangis sejadi-jadinya. Atau mungkin sedih saat mengetahui nilai ujian jeblok. Namun coba lihat bagaimana Allah berikan nikmat yang banyak. Selalu saja kita dihadapkan dan dikelilingi dengan orang-orang yang selalu memotivasi dan mendukung kita. Atau kalaupun tidak setidaknya jiwa inilah yang menjadi motivator yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah kucurahkan segala kelemahan dan kekuranganku berharap Engkaulah yang akan menguatkanku dalam berdiri, menyokongku dalam berjalan serta mendorongku agar selalu berlari.&lt;br /&gt;Allahurabbi, hanya kepada Engkaulah kami sandarkan hidup ini. Berikan sebuah kesabaran dan kekuatan agar kami menjadi seorang pemenang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saatnya nanti akan kusaksikan sebuah kemenangan atas semua pengorbanan yang telah dilakukan. Dan berharaplah bahwa Allah yang akan menyambutnya dengan sebuah sambutan yang indah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah&lt;br /&gt;irji’ii ilaa Rabbiki&lt;br /&gt;raadhiyatan mardhiyyah&lt;br /&gt;Fadkhulii fii ‘ibaadii&lt;br /&gt;wadkhulii jannatii&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiien. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-6747910380672649477?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/6747910380672649477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=6747910380672649477' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/6747910380672649477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/6747910380672649477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/05/samudera-kehidupan.html' title='Samudera Kehidupan'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-4988509077749936191</id><published>2007-04-17T07:37:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T07:43:29.096+07:00</updated><title type='text'>Berhentilah Sejenak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Berhentilah Sejenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah sejenak saudaraku..&lt;br /&gt;Berhenti untuk sekedar menghirup napas panjang sepuasnya. Biarkanlah udara masuk menerobos segala lorong hingga memenuhi rongga paru-paru. Sekali lagi biarkanlah ia menjadi pemicu dan pembakar semangatmu untuk selalu melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, mari berhenti dan beristirahat sejenak..&lt;br /&gt;Aku tahu engkau pasti capek sekali setelah menempuh perjalanan panjang yang tiada bertepi dalam sebuah kehidupan. Sebuah perjalanan yang melintasi ribuan gunung, bukit, hutan, sawah dan sungai. Rasa jenuh, capek, dan lelah bukan menjadi alasan untuk menggapai sebuah asa dan harapan, karena yakin ada sebuah kehidupan yang berarti nun jauh disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo saudaraku berhentilah untuk menginap barang semalam&lt;br /&gt;Lihatlah senja akan beranjak gelap dan awan hitam semakin menutupi jagat. Sepertinya hujan akan segera turun. Hujan deras sederas tetesan air mata yang mengalir melintasi pelipis dan dagu. Terus… terus… tiada henti.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti barang semenit saja untuk melihat kebelakang saudaraku.&lt;br /&gt;Lihatlah betapa jauhnya jalan yang telah ditapaki dengan penuh pengorbanan dan peluh yang bercucuran. Cobalah mengingat sudah seberapa lama kita berjalan.&lt;br /&gt;Sekarang mari kita berbalik menuju ke depan. Sejauh apakah kita telah melangkah? Satu langkah.. dua langkah.. dan lebih namun itu ternyata tidak sampai sepersepuluh perjalanan menuju hakikat diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku.. berhentilah..&lt;br /&gt;Maafkan aku yang tidak bisa menemani berjalan menembus lebatnya hutan kehidupan dan juga melintasi dalamnya samudra hati nurani. Ingatlah wahai saudaraku pasti ada yang akan selalu mendampingimu dikala berjalan, menghiburmu disaat sedih, menolong dan mengangkatmu saat jatuh ke jurang yang dalam, dan selalu siap mendengarkan keluh kesarhmu di penghujung malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah saudaraku.. Dialah penguasa alam semesta “Allah Azzawazala”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Teriring salam dan hormat untuk saudara-saudara terbaik di ALCAN PACKAGING.&lt;br /&gt;Mohon maaf atas segala hilap, alpa dan dosa.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-4988509077749936191?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/4988509077749936191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=4988509077749936191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/4988509077749936191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/4988509077749936191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/04/berhentilah-sejenak.html' title='Berhentilah Sejenak'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-550264107237378872</id><published>2007-02-19T12:33:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T17:15:56.872+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Jadi - Ulang Tahun</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, Jadikanlah milad ke-27 ananda IMAM FATHURACHMAN pada hari ini akan menambah ilmu, iman &amp; taqwanya padaMU. Berilah petunjuk, pertolongan &amp;amp; perlindungan padanya agar ia dapat menjadi khalifah yang terbaik di muka bumi ini sebagaimana Engkau telah memilih yang terbaik dari keluarga Nabi Ibrahim AS. Amin ya Robbal Alamin.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebuah SMS masuk ke HP Nokiaku. Kaget dan juga merupakan sebuah surprice saat tahu pengirimnya adalah tanteku. Lantunan do'a indah itu semakin memantapkan langkah demi mengarungi samudra kehidupan yang selalu penuh dengan arus dan gelombang.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ya, tepatnya hari ini adalah hari jadi atas diriku. Tepatnya 27 tahun yang lalu saya dilahirkan di sebuah kota kecil Ciamis. Tangisan keras menandakan sebuah proses awal kehidupan seorang manusia. Terlahir dari seorang ibu yang selalu penuh kasih sayangnya dan sebagai anak kedua. Lantunan Adzan dan Iqamah seorang Bapak di telinga kanan dan kiri sebagai sebuah do'a dan harapan akan masa depan anak itu agar kelak bisa menjadi seorang yang shaleh dan berbakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 tahun kemudian saatnya untuk menginjakan kaki di sebuah Taman Kanak-kanak tepatnya di TK PERWANIDA Kab. Ciamis. Cukup sudah perjalanan waktu selama 1 tahun untuk mematangkan dan mendewasakan dirinya sehingga saatnya tiba untuk masuk ke jenjang selanjutnya yaitu Sekolah Dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan TK, lokasi SD kali ini adalah dekat dengan rumah, cukup jalan 15 menit saja, sudah sampai disana. SD Negeri Galuh 28 tepatnya. 6 tahun lamanya saya mengarungi dan belajar. Tak lupa pula suka serta duka yang selalu menyertainya. Masih saja ingat bagaimana bangganya ibu dan bapak guru karena selalu saja mendapatkan rangking 1 dari semenjak kelas 1 hingga 6. Hingga terpilih mewakili sekolah untuk pemilihan pelajar teladan. Hanya sayang tidak mendapatkan juara 1 tingkat kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 tahun kemudian saatnya melanjutkan sekolah demi meraih sebuah cita-cita. SMP Negeri 1 Ciamis menjadi tujuannya waktu itu. Ada sebuah perasaan minder dan rendah diri. Maklum saja SD saya memang di kampung. Tapi itupun tidak menyulutkan semangat belajar dan berkarya. Hingga akhirnya bisa selesai dengan sebuah kebanggaan saat dipanggil di panggung sebagai peraih NEM peringgkat tiga besar. Duh ternyata tidak sia-sia perjuangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah mematangkan kemampuan berfikir serta mendewasakan diri, Seklah lanjutkan Atas di SMU Negeri 1 Ciamis menjadi pilihan saat itu. Tiga tahun berlalu selama disana dengan menyisakan kisah-kisah berarti dari para guru dan pengajar. Memang tidak terlalu membanggakan, namun setidaknya selalu saja guru matematika memuji kemampuan berhitung saya hingga nilai 9 &amp;amp; 10 selalu menjadi langganan saat ulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan berlanjut dengan diterimanya di sebuah perguruan tinggi negeri di Bogor, tepatnya IPB melalui jalur USMI. Mulailah ditempa dan diuji kemampuan serta kedewasaan diri karena inilah yang menentukan sebuah keberhasilan. Disinilah dimulainya sebuah kemandirian dalam bertindak dan berfikir. Proses pencarian sebuah jati diri dimulai disini, karena disinilah terjadi sebuah perubahan besar dalam pemahaman. Nilai-nilai Islam mulai menghiasi kesehariannya. Semangat untuk berda'wah senantiasa hadir dalam kehidupan. Hingga hari-harinya selalu saja penuh dengan agenda da'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan selanjutnya adalah ketika harus berhadapan dengan dunia nyata. Dunia kerja yang selalu penuh dengan kompetisi dan tantangan. Dengan segala aral melintang yang selalu menyertai segala langkah dan upaya selalu saja mendatangkan sebuah hikmah. Setidaknya itulah yang menghantarkannya menuju sebuah gerbang kedewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya 10 bulan yang lalu sebuah akad menandai berakhinya masa kesendirian dan berubah menjadi sebuah tanggung jawab. Dengan ditemani seorang istri yang setia dan selalu mendukung semua langkah seakan hidup menjadi lebih berarti dan terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cupp..&lt;br /&gt;Sebuah kecupan cinta membangunkanku saat pagi tiba. Sebuah ucapan selamat serta do'a yang selalu menjadikan sebuah kekuatan terlantun adanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Semoga Allah memberikan Rahmat dan AnugerahNya kepada Akang. Selamat hari ulang tahun yang ke-27. Dari yayang dan dede di perut."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Disusul kemudian telepon ucapan ulang tahun dan hari jadi beserta do'a berturut-turut dari ibu, bapak, kakak dan adek. Duh indah sekali jalinan ini. Semoga Allah melanggengkannya hingga akhir di syurga nanti. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-550264107237378872?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/550264107237378872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=550264107237378872' title='54 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/550264107237378872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/550264107237378872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/02/selamat-hari-jadi-ulang-tahun.html' title='Selamat Hari Jadi - Ulang Tahun'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>54</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-116955504165251397</id><published>2007-01-23T19:22:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T12:33:22.152+07:00</updated><title type='text'>Izinkan Aku untuk Bersyukur</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Mohon do'anya saudara kita masuk RS karena sakit typus kemaren sore. Semoga Allah berikan kesembuhan. Jzklh.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesan singkat masuk ke HP Nokia 6610 type lama. Hanya sebuah lantunan do'a untuk saudaraku. Syafakallah... Semoga Allah memberikan kesabaran kepadanya. amien.&lt;br /&gt;Saudara seiman yang sudah lama sekali saya kenal memang seperti tidak mengenal lelah. Setiap saat selalu saja penuh dengan agenda da'wah. Seakan tidak pernah ada cape dan lelah. Hingga saya merasa malu dengannya. Sepertinya tidak ada apa-apanya dibanding dia. Selalu saja menganggap saya sibuk sampai tidak sempat melakukan ini dan itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ass. Afwan saya tidak bisa ikut rapat hari ini karena sedang menunggu mertua yang lagi dirawat di RS. Jzklh&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesan singkat saya kirimkan kepada mas'ul rapat. Sedianya hari itu saya harus menghadiri rapat koordinasi masalah pendirian koperasi. Namun karena harus menunggui bapak mertua yang sakit dan dirawat, akhirnya saya batalkan.&lt;br /&gt;Mertua saya memang sudah lama menderita sakit ginjal. Karena tidak mau membebani anak-anaknya serta sedikit ada rasa takut tetap saja menolak untuk melakukan cuci darah. Hingga akhirnya hari ini harus dirawat karena sepertinya ada gejala "Parkinson". Sudah sedemikian rupa kami membujuk untuk melakukan cuci darah namun tetap ditolak hingga dokter rumah sakit mengharuskan kami menandatangani pernyataan penolakan cuci darah.&lt;br /&gt;Sosok orang tua yang baru saya kenal setelah menikah dan berlebaran di rumahnya beberapa waktu lalu, mengingatkan akan satu hal yaitu pemimpin yang mengayomi masyarakat. Setidaknya hal itu saya dengar dari penduduk seikitar yang bercerita saat berkenalan. Karena terkenal akan kebaikan dan keberhasilannya dalam memimpin desa, hingga semua orang mengenalnya. Teman sempat berkomentar saat akan menghadiri walimah bahwa bapak mertua adalah tokoh karena sopir elf pun tahu sosok beliau. Setidaknya banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil saat mengobrol akrab dan santai di rumahnya jauh di pelosok Kab. Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Akhi afwan ane tidak bisa ikut rapat karena sakit. Sudah tiga hari ini terbaring di rumah. Jzklh.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;SMS terkirim kepada teman yang mengundang saya untuk menghadiri rapat hari itu. Memang telah tiga hari saya terbaring sakit flu. Selalu saja merasa sepi dan bosan. Di sela-sela kesibukan dan agenda yang berjibun akhirnya harus ada juga waktu untuk istirahat karena sakit. Hingga akhirnya perlu waktu seminggu untuk bisa sehat seperti sediakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh Robbi begitu mudah Engkau coba saya dan mungkin orang-orang dekat dengan sebuah cobaan penyakit. Sungguh saya merasa malu dan hina. Saat sehat selalu saja tidak pernah ada rasa syukur atas semua karunia NYA. Memang nasyid Raihan tentang "Lima Perkara" cukup efektif mengingatkan saya akan adanya Allah yang Maha Menguasai diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah izinkanlah hamba bersyukur atas kesehatan dan juga karunia Mu yang tidak dapat kami hitung ini. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-116955504165251397?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/116955504165251397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=116955504165251397' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116955504165251397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116955504165251397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2007/01/izinkan-aku-untuk-bersyukur.html' title='Izinkan Aku untuk Bersyukur'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-116493496074687950</id><published>2006-12-01T08:01:00.000+07:00</published><updated>2006-12-01T08:02:40.850+07:00</updated><title type='text'>Sahabat Terbaik</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pandanglah selalu setiap orang akan menjadi sahabat yang paling dekat. Meski tidak sekarang, mungkin besok, besoknya lagi, minggu depan, tahun depan atau kapanpun itu. Itulah nasihat terbaik yang saya terima dari orang yang benar-benar saya cintai saat merasakan adanya kejenuhan dan perasaan bosan karena motivasi sedang turun.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Saat itu ada atasannya menceritakan sebuah pengalaman berharga. Pada saat itu atasannya menceritakan pengalaman saat jadi mahasiswa. Dia mempunyai seorang dosen yang benar-benar sangat dibenci. Dia sangat benci karena selalu saja dipersulit semua urusan yang berkaitan dengan kuliahnya. Terkadang nilainya anjlok, sering berdebat dan tak jarang harus menerima omelan akibat kesalahan kecil. Dia benar-benar benci dengan dosen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu saat dia berfikir. Dosen itu juga manusia. Ini adalah saatnya dia harus berfikir positif tentang dosen itu. Dia penasaran kenapa dia begitu benci dengannya. Dia ingin mencoba cairkan suasana itu, namun tidak tahu harus memulai dari mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya ingat tanggal lahir dosennya itu. Dan pada suatu hari saat tanggal ulang tahunnya, dia telepon dosen itu. Dia bilang minta traktiran dan tak lupa mengucapkan ucapan selamat Ulang Tahun. Omelan keras yang dia terima awalnya. Namun apa yang yang terjadi setelahnya, mulailah dosen itu mencair dan dekat dengannya. Hingga suatu hari dia dipercaya untuk menempati rumahnya karena dosennya itu ke luar negeri. Saat menyusun skripsi, ia dipinjami computer dan kadang dikirimi jurnal berkaitan dengan penelitiannya itu. Hingga suatu hari dia berkeinginan untuk melanjutkan kuliah S-2. Oleh dosennya itu kemudian disuruh untuk mengikuti kuliah S-2 yang dia ajar dengan maksud untuk pengenalan. Hingga akhirnya ditawari beasiswa S-2 special untuknya. Kedekatan-kedekatan itu menjadikan pilar keberhasilannya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Membolak-balikan Hati Manusia. Kita tidak tahu akan sedemikan dahsyat hasilnya hanya karena ucapan selamat ulang tahun. Jadi kuncinya adalah satu yaitu : berbuat baiklah kepada setiap orang karena suatu hari dia akan menjadi sahabat terbaik kita. Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sayangku atas ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-116493496074687950?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/116493496074687950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=116493496074687950' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116493496074687950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116493496074687950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/12/sahabat-terbaik.html' title='Sahabat Terbaik'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-116493382523455807</id><published>2006-12-01T07:39:00.000+07:00</published><updated>2006-12-01T07:49:56.586+07:00</updated><title type='text'>Kebahagian Sejati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;I do not like Monday,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kembali dia jalani dan masuki sebuah rutinitas pekerjaan. Sebuah pekerjaan yang telah lama dia jalani, tepatnya 4 tahun. Kadang timbul sebuah perasaan bosan dan suntuk. Seakan setiap hari sepertinya biasa tanpa ada sebuah moment special yang bisa diperoleh. Masuk jam 8.00 pagi dan keluar jam 17.00 sore hari. Tidak ada lagi sebuah harapan dan keinginan. Setiap hari permasalahan sepertinya hanya itu-itu saja. Tanpa ada sebuah perubahan seakan dunia itu terasa sempit. Pikiran seakan terkungkung dalam sebuah dunia pekerjaan yang menuntut segalanya tanpa memikirkan beban pikiran dan idealisme.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Apakah ini sebuah pertanda munculnya sebuah degradasi motivasi? Ataukah hanya efek dari sebuah kebiasaan yang tidak begitu disenangi? Ataukah ada hal lain yang menjadi dasar sehingga bersikap seperti itu. Sepertinya dunia seakan tidak berpihak, yang ada hanya sebuah penolakan dan pengusiran. Hingga puncaknya terjadi saat ada sebuah perasaan dan sebuah perkataan yang kurang nyaman terdengar dari atasannya tentang dirinya lewat orang lain. Sungguh itu di luar dari kesadaran yang selama ini difahami. Sepertinya hubungan yang terjalin biasa-biasa saja. Tapi kenapa atasannya bilang seperti itu ya? Apakah ini sebuah imbas akibat adanya sebuah ketidakpuasan? Ataukah karena adanya sebuah penolakan, atau bisa jadi karena perbedaan persepsi dan cara pandang tentang sebuah masalah dan pola kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.. sudahlah mungkin memang benar setiap orang berbeda baik cara pandang maupun kepribadiannya. Mungkin juga dia memang bukan orang yang cocok dan menyenangkan baginya. Ataukah memang ada pribadi-pribadi lainnya yang sepertinya lebih baik darinya. Sepertinya ini sudah menjadi sebuah kenyataan. Jikalau dia tidak disukai oleh atasan bisa jadi jenjang karirnya akan terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh-jauh hari sudah dia rasakan adanya sebuah penolakan itu. Hingga tanpa sadar dan benar-benar telak adalah saat ada meeting besar dan mengumumkan tentang struktur baru dengan hilangnya nama dia di daftar itu. Sebuah ketidakpuasan dan rasa penasaran menjadikan sebuah pertanyaan apakah ini keputusan ataukah ada kesalahan penulisan? Hingga akhirnya penjelasan itu sampai juga dengan mengatakan adanya pemindahan ke divisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sempat berfikir apakah memang ini saatnya untuk berfikir jauh yaitu sesegera mungkin mencari tempat yang lain? Ataukah dia harus bertahan disana? Sudahlah semuanya hanya bisa dia serahkan kepada-Nya. Dengan sepenuh hati dia hanya bisa berdo’a semoga dia sabar dalam menghadapi cobaan hati ini. Karena sesungguhnya kebahagiaan hakiki adalah pada saat-saat merasakan kedekatan dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-116493382523455807?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/116493382523455807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=116493382523455807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116493382523455807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116493382523455807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/12/kebahagian-sejati.html' title='Kebahagian Sejati'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-116467576425918055</id><published>2006-11-28T07:55:00.000+07:00</published><updated>2006-12-01T07:49:06.686+07:00</updated><title type='text'>Izinkan Kami untuk Kembali Bangkit..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#000000;"&gt;Detik demi detik, menit berganti jam, hari berganti minggu dst..&lt;br /&gt;Tanpa terasa sudah sekian lama tidak merasakan kembali suasana hati dan jiwa yang tenang dan ikhlas. Entah kenapa sepertinya setelah melewati Ramadhan kemudian Idul Fitri disusul dengan shaum 6 hari di bulan Syawal rasanya seperti ada sesuatu yang hilang dan hampa. Tidak ada lagi motivasi untuk berjuang dan berusaha untuk selalu dekat dengan Nya lewat tilawah Qur’an, Qiyamul Lail serta Ibadah Syaum. Apakah ini sebuah tanda bahwa Puasa tidak diterima Allah. Duh Robbi jangan sampai Engkau tolak ibadah Puasaku kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseharian diantara rutinitas bekerja di sebuah kantor swasta seakan menambah dan mendukung suasana suasana hati yang kosong. Hidup seperti robot dan tanpa tujuan yang jelas. Duh Allah kenapa kok rasanya berat sekali untuk bisa memulai kembali berkarya dan berjuang demi sebuah cita-cita. Rasanya cukup sudah berbagai macam alasan dan juga kondisi yang memaksa untuk selalu menapaki tatih-tatih langkah kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanakah semangat itu ya Allah? Semangat untuk selalu belajar dan bekerja dengan kesungguhan hati dan raga. Semangat untuk terus mengkaji dan mengaji ayat-ayat Mu. Semangat berbagi dan saling mendo’akan sesama muslim yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istana indah dan kaya dengan Cinta dan Kesyukuran rasanya kian saja pudar. Suasana kaku dan bosan kembali menyelimuti diri. Setiap hari selalu saja sebuah kesibukan diantara kami yang menjadi teman setiap waktu. Tanpa disadari benih-benih cinta Kami itu kian pudar tergantikan dengan sebuah rutinitas keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah jangan Kau biarkan hamba dengan kondisi seperti ini terus menerus….&lt;br /&gt;Hamba ingin sekali merengkuhMu di dalam buaian syurga yang indah. Izinkanlah kami untuk kembali merasakan indahnya jalinan Cinta dan Kasih sayangMu&lt;/span&gt; lewat hati yang selalu berdzikir dan memujiMu.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-116467576425918055?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/116467576425918055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=116467576425918055' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116467576425918055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116467576425918055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/11/izinkan-kami-untuk-kembali-bangkit.html' title='Izinkan Kami untuk Kembali Bangkit..'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-116133717405002210</id><published>2006-10-20T16:31:00.000+07:00</published><updated>2006-10-20T16:39:34.586+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Kemenangan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/pagi-yang-suci2.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 208px; CURSOR: hand; HEIGHT: 139px" height="152" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/pagi-yang-suci2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,&lt;br /&gt;Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,&lt;br /&gt;Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,&lt;br /&gt;laa ilaha illAllahu akabar.&lt;br /&gt;Allahu akbar wa Lillah ilhamd&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pekikan takbir seakan menandakan telah tibanya saat-saat perpisahan dengan sahabat agung bulan Ramadhan. Tanpa terasa sudah 1 bulan berlalu kita senantiasa ada bersama sahabat yang teramat agung dan mulia. Hanya saja mungkin banyak hal yang kadang harus terlewatkan tanpa kebersamaannya. Karena kesibukan, urusan kantor, kecapaian dan urusan-urusan dunia lainnya yang menjadikan penghalang kebersamaanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kini saat-saat perpisahan berarti telah di depan mata. Akankah kita bersedih dengan kepergiannya? Apakah tetesan air mata syahdu, getaran hati pilu dan jiwa yang lusuh karena menahan sedih dan lara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku.. andai kau selalu bersamaku maka akan aku jamu dan aku akan selalu siap besamamu.. setiap saat dan waktu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun diantara tangisan kesedihan perpisahan, kita diingatkan dengan sebuah peristiwa berharga bernama kemenangan. Yah kita akan segera peroleh sebuah kesucian hati dan jiwa. Karena ternyata sahabat terbaik itu telah membawa kita kepada sebuah sekolah unggulan bernama puasa. Puasa yang senantiasa menjaga diri dari hawa nafsu yang melenakan menuju sebuah kesucian dan keagungan bersama menuju Pencipta Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergetar sudah hati dan jiwa ini saat mengumandangkan kalimat Takbir yang Agung. Bergelora jiwa karena selesai sudah sekolah hati dan jiwa ini. Tapi kita tidak tahu dengan predikat apakah lulusnya. Apakah terbaik, cukup ataukah terburuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqaballahu Minna Waminkum.. Mohon Maaf Lahir Bathin.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-116133717405002210?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/116133717405002210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=116133717405002210' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116133717405002210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116133717405002210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/10/selamat-datang-kemenangan.html' title='Selamat Datang Kemenangan'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-116123802243839380</id><published>2006-10-19T12:59:00.000+07:00</published><updated>2006-10-19T13:17:06.136+07:00</updated><title type='text'>Semangat itu tetap ada..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/untitled6.bmp"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 129px; CURSOR: hand; HEIGHT: 106px" height="152" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/untitled6.bmp" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;em&gt;Assalamu’alaikum.. Apa Kabar teman-teman hari ini?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertemuan rutin pekanan anggota rohis dalam rangka mentoring telah saya buka. Keceriaan dan kekhusuan mereka semakin indah. Tanpa terasa sudah tiga pekan kita tidak bertemu karena agenda sekolah yang memang tidak bisa diganggu. Pekan pertama anak-anak harus menyiapkan diri menjelang Meed Test, pekan kedua adalah hari terakhir meed test sedangkan pekan ketiga saat mereka libur awal ramadhan. Rindu dan kangen juga rasanya tidak bertemu mereka. Apalagi ini bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu memang tidak dikhususkan untuk mendiskusikan materi keislaman, namun lebih ke arah teknis mengisi bulan ramadhan di sekolah dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Belajar efektif selama 6 hari dilanjutkan dengan program sanlat (pesantren kilat) selama 6 hari. Banyak sekali ide dan gagasan yang mereka ajukan sebagai bagian dari upaya syiar ramadhan di sekolah. Mulai dari kultum (kuliah tujuh menit) setiap pagi, Kajian setelah shalat Dhuhur, Buka Shaum bersama, tadarusan, lomba pidato dan cerdas cermat keislaman, hingga program mabit khusus rohis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua program memang sungguh bagus. Saya melihat mereka begitu antusias mengikuti dan juga mengusulkan programnya. Memang hanya 12 hari mereka bisa lakukan di sekolah. Namun itu tidak mengurangi semangat dan perhatian mereka dengan ramadhan ini. Memang diantara sekian banyak ekstra kurikuler yang ada hanya Rohis yang sibuk di bulan Ramadhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar kagum dengan ide-ide mereka. Namun sayang tidak bisa mengikuti semuanya karena memang saya hanya bisa datang pas hari Sabtu saja. Namun insyaallah saya akan support mereka penuh terutama program sanlat yang akan dilakukan hari Sabtu – Ahad terakhir sekolah. Disepakati saya yang akan handle program acara dan Rohis menyiapkan semuanya selain acara. Alhamdulillah rapat kali ini berjalan baik dengan hasil cukup lumayan. Ada banyak tugas menanti yang harus mereka lakukan demi suksesnya acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sebelumnya program sanlat akan digagalkan secara sepihak oleh pembina rohis karena alasan sarana yang tidak memungkinkan. Air di sekolah saat itu benar-benar kosong, maklum hujan sudah lama tidak turun. Setelah saya negosiasi dengannya dan mengajukan alternatif untuk pindah tempat di mesjid di luar sekolah, akhirnya disetujui. Anak-anak rohis kembali semangat untuk kembali bekerja mendengar hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata Allah berbicara lain. Meski kita telah berusaha sekuat tenaga untuk menggoalkan acara-acara tersebut. Kepala sekolah tidak menyetujui diadakan di luar sekolah. Alasannya memang rasional karena sulit dikontrol kalau di luar sekolah.. Duh. Sedih sekali rasanya di saat semangat anak rohis begitu tinggi akhirnya harus pupus dan gagal di tengah jalan.&lt;br /&gt;„Tidak apa-apa, karena ini baru permulaan, insyaallah kedepannya kita bisa lakukan acara-acara yang lebih baik lagi. Bersabarlah, Allah pasti akan memberikan kemudahan-kemudahan lainnya“ Hibur saya kepada mereka sesaat sebelum saya pamit pada pekan berikutnya. Kita memang tidak akan ketemu selama 3 pekan karena libur lebaran. Namun semangat itu tetaplah ada dan selalu berkobar. Insyaallah akan kita buktikan saat-saat kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih adik-adik Rohis SMAN 1 Gunung Sindur yang telah memberikan pelajaran berharga buat saya. Setidaknya semangat merekalah yang membuat saya mampu untuk bertahan dan berkarya diantara kesibukan dan rutinitas pekerjaan kantor yang tiada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Selamat Menjalankan Ibadah Puasa saudaraku, dan juga Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallohu Minna Waminkum, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-116123802243839380?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/116123802243839380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=116123802243839380' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116123802243839380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/116123802243839380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/10/semangat-itu-tetap-ada.html' title='Semangat itu tetap ada..'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115923168069677744</id><published>2006-09-26T07:44:00.000+07:00</published><updated>2006-09-26T08:08:00.273+07:00</updated><title type='text'>Saat Berbuka Saat Terindah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/ram0003.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 122px; CURSOR: hand; HEIGHT: 95px" height="152" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/ram0003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;br /&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Suara adzan magrib kali ini terdengar sungguh berbeda. Lantunan kalam ilahi lewat panggilan suara pengeras seakan menggema di dalam sanubari. Sebuah kenikmatan kembali Allah berikan kepada kami dengan merasakan hikmah setelah seharian menahan nafsu dan amarah. Lega rasanya hari telah selesai kami lakukan sebuah ibadah wajib bernilai luar biasa. Ibadah puasa Ramadhan yang memang hanya Allah yang akan memberikannya langsung kepada hamba-hamba Nya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Setiap amal yang dilakukan anak adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat, - Allah Ta'ala berfirman: “ kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. (Dalam puasa, anak Adam) meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.” Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi." (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seakan kembali diingatkan akan kenangan lama yang tidak akan pupus di dalam benak dan pikiran. Suasana kekeluargaan itu kembali saya rasakan setelah sekian lama tidak pernah saya alami. Suasana kekeluargaan yang erat sekali terasakan terutama saat-saat Ramadhan datang. Nikmat sekali saat memulai membatalkan puasa ditemani ayah, ibu, kakak dan adik. Yup mungkin itulah inti dari kenikmatan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tak terasa sudah sekitar 7 tahun tidak saya rasakan hal itu, tepatnya semenjak saya putuskan untuk melanjutkan kuliah di Bogor. Mungkin tidak senikmat dan seindah di rumah, meskipun kekeluargaan itu kembali terbentuk lewat suasana sejuk dan haru selama masa kuliah. Sering kali saya alami suasana kebersamaan lewat ifthor jama’i yang memang sering sekali dilakukan di kampus tercinta. Duh indahnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak selamanya hal itu kembali dirasakan terutama saat suasana dan tuntutan mulai berbeda. Suasana kerja di sebuah Perusahaan Swasta jauh di kota Tangerang seakan memupus semua kenangan dan keindahan saat-saat itu. Yup.. semenjak hari itu, suasana berbuka berpindah tempat menjadi di Angkutan umum dan bis-bis kota. Tentunya berbeda dengan sebelumnya. Tidak ada teh hangat, do’a bersama dan juga obrolan-obrolan akrab. Yang ada hanyalah suasana berbuka yang dirasakan sendiri meski kadang terkalahkan deru mesin mobil atau suasana penumpang yang berdesak-desakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa yang hilang ketika memang harus mengalami hal-hal itu. Hingga akhirnya sebuah kejadian indah mengingatkan kembali bahwa ternyata saya juga bisa ciptakan suasana itu kembali. Suatu hari saya lupa menyiapkan makanan berbuka hingga air minum gelas yang biasa ada di tas pun terlupakan. Merasa kebingungan harus berbuka dengan apa, akhirnya saya hanya bisa berdo’a berbuka sambil meminta kepada Allah menghadirkan tukang air yang masuk ke dalam bis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu agak jauh dari tempat saya duduk dengan santunnya menawarkan minuman air gelas kepada saya. Sudah saya coba tolak dengan halus tawaran itu karena saya tahu ibu itu hanya punya satu. Hingga tanpa saya sadari beliau berucap, &lt;em&gt;“Tolong beri saya kesempatan untuk beramal pak, saya ingin dapatkan pahala orang berpuasa dengan memberikan air ini untuk berbuka”.&lt;/em&gt; Duh.. robbi, maafkanlah hamba ini. Begitu baiknya ibu itu, hingga tak sanggup saya menolak pemberiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya tersadar. Mungkin selama ini saya hanya mementingkan diri sendiri terutama saat berbuka di bis. Hingga rasanya puasa yang dijalankan terasa hampa. Kerinduan saat-saat bersama itu kembali terbayang. Besoknya saya sempatkan untuk menyediakan makanan lebih minimal air minum untuk bersedekah. Indah dan benar-benar nikmat rasanya saat bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain yang akan berbuka. Ternyata suasana kebahagian dan keindahan itu kembali hadir. Terima kasih ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115923168069677744?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115923168069677744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115923168069677744' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115923168069677744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115923168069677744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/09/saat-berbuka-saat-terindah.html' title='Saat Berbuka Saat Terindah'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115882542953489160</id><published>2006-09-21T14:52:00.000+07:00</published><updated>2006-09-26T09:18:31.146+07:00</updated><title type='text'>Ramadhan : Saatnya Menunjukkan Kekuatan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/ram0004.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 153px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" height="152" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/ram0004.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#330099;"&gt;Tak terasa kini tinggal dalam hitungan hari akan segera memasuki awal bulan suci Ramadhan. Sebuah bulan yang kaya akan manfaat dan keberkahan di dalamnya. Sungguh rugi dan benar-benar menyesal jikalau tidak bisa maksimal dalam mengisinya dengan amalan-amalan terbaik kita. Sungguh inilah saatnya bagi kita untuk bisa memulai mengambil ancang-ancang dan persiapan hingga saatnya tiba tidak akan merasa ragu dan canggung lagi akibat proses adaptasi yang belum sempurna. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Sudah adakah bekal-bekal yang disiapkan untuk menyabutnya? Yakinkanlah kita telah siapkan peluru dan tombak yang tajam dan runcing demi menembus dan menggapai sebuah kemenangan hakiki di arena perjuangan dan peperangan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan.(HR. An Nasai dan Al Baihaqi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah nyata di depan mata akan datangnya sebuah bulan penuh makna dan kemuliaan. Bulan yang senantiasa ditaburi oleh cahaya rahmat dan ampunan yang berlimpah. Sungguh telah dibuktikan oleh sejarah tentang keutamaan bulan ini. Ingatlah peristiwa monumental perang Badar. Perang pertama yang dimenangkan muslimin dengan jumlah terbatas atas kaum kafir. Perang yang berlangsung pada bulan ramadhan seakan meyakinkan jikalau kekuatan ruhiyah benar-benar berada diatas kekuatan jasadiyah. Meski secara syariat sedang berpuasa, namun tenyata kekuatan ruhiyahnya benar-benar dahsyat mengalahkan kekuatan jasadiyahnya.&lt;br /&gt;Sudah saatnya pula kita buktikan bahwa kekuatan ruhiyah itulah yang menjadi kekuatan utama kita dalam menyusuri dan menapaki jauhnya jalan da’wah yang selalu dihiasi oleh onak duri dan rintangan. Ingatlah pula kekuatan pasukan Salahudin yang dapat menghancurkan benteng Bizantium. Sungguh itulah kekuatan sebenarnya.&lt;br /&gt;Mari-marilah kita perkuat ruhiyah kita dengan menempanya di bulan Ramadhan ini, hingga saatnya nanti kita akan tunjukan kekuatan sebenarnya kepada dunia ini. Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Marhaban ya Ramadhan. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga kita bisa masuki bulan ini dengan kedamaian hati dan kesungguhan diri demi menggapai kemenangan hakiki. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115882542953489160?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115882542953489160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115882542953489160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115882542953489160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115882542953489160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/09/ramadhan-saatnya-menunjukkan-kekuatan.html' title='Ramadhan : Saatnya Menunjukkan Kekuatan'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115794504332634906</id><published>2006-09-11T10:16:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T14:33:07.720+07:00</updated><title type='text'>Ketika Janji tidak Ditepati</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000066;"&gt;Pernahkah anda mengalami bagaimana rasanya ketika diingkari? Harapan seakan hilang dan pupus begitu saja disaat seseorang terpaksa mengingkari janji yang pernah diucapkannya. Hal ini mungkin saja sering sekali dialami oleh sebagian besar manusia karena banyaknya interaksi sosial yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu telah disepakati untuk diadakan rapat koordinasi masalah da’wah remaja dan sekolah di rumah seseorang. Rapat ini memang sempat gagal karena salah seorang peserta tidak bisa datang karena alasan sakit, padahal perannya sangatlah dibutuhkan. Akhirnya beliau menyanggupi untuk diadakan pada malam itu. Pesertanya memang tidak banyak hanya empat orang. Rapat ini merupakan koordinasi untuk suksesnya da’wah remaja dan sekolah di lingkungan kami..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana rapat baru saja saya dapatkan pada malam sebelumnya dari salah seorang peserta juga. Saya merasa agak sedikit keberatan dengan rapat itu, mengingat adanya agenda keluarga ke luar kota yang sudah tersusun rapi. Tapi karena ini adalah tugas da’wah, insyaallah harus tetap komit, juga didasari dengan semakin mepetnya waktu, akhirnya saya setuju untuk rapat pada malam itu dengan mengorbankan agenda keluarga. Tanggapan keluarga baik meskipun istri sebelumnya sempat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang diagendakan itu akhirnya tiba. Meski saat itu saya merasa sedikit lelah karena padatnya agenda, namun tetap harus diusahakan untuk datang. Saya sempat juga sms teman laen menanyakan kepastian rapat. Namun statusnya masih pending. Akhirnya daripada terlambat, saya putuskan untuk segera berangkat. Jaraknya sih memang tidak terlampau jauh sekitar 15 menit dengan motor dari rumah. Saat sampai di depan rumah yang akan dijadikan tempat rapat, ternyata kosong. Sempat saya tanyakan ke tetangga tentang keberadaan beliau, namun dijawab dengan gelengan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diputuskan untuk menunggu sekitar 10 menit, mungkin beliau memang sedang keluar sebentar. Karena merasa tidak enak dilihat oleh tetangganya, akhirnya saya telepon menanyakan keberadaannya dan juga konfirmasi jadi tidaknya rapat. Ternyata beliau lupa ada agenda rapat dan sekarang sedang ada acara lain yang diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg.. ada sebuah perasaan kesal dan penyesalan. Andai tahu ini dari awal tidak jadi, mungkin agenda keluaga bisa dilaksankan. Namun saya berfikir untuk berkhusnudhon saja dan bersabar kepada Allah. Allah tahu yang terbaik tentang hal ini. Mudah-mudahan kesungguhan hati saya bisa menjadi ladang amal. Ya Allah saksikanlah bahwa hamba telah bersusah payah untuk penuhi janji ini, meski Engkau tentukan hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah fenomena yang sering dihadapi oleh sebagian manusia terkait dengan janji yang ada. Teringat kembali bagaimana sikap Rasulullah yang begitu kuat memegang janji yang telah terikrarkan, hingga pernah menunggu lama hingga yang punya janji datang dan meminta maaf. Rasulullah hanya tersenyum dan langsung memaafkan kesalahan orang tersebut. Sungguh mulia sekali sikap Rasul ini.&lt;br /&gt;Kita mungkin tahu kalau ingkar janji itu merupakan salah satu tanda orang munafik. Akankah kita disebut munafik saat ada sebuah janji yang tidak ditepati? Tentunya kita harus sedikit siasati berkaitan dengan janji ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Catat dan ingatlah secara baik&lt;br /&gt;Sebuah janji dan kesepakatan hendaknya harus selalu diingat. Bahkan kalau perlu sekalian saja dicatat dalam agenda pribadi kita. Disitulah kita bisa tentukan bisa tidaknya kita penuhi janji seseorang agar tidak bentrok. Pencatatan juga akan mempermudah kita dalam menentukan agenda harian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tentukan skala prioritas.&lt;br /&gt;Jikalau kita menghadapi dua agenda atau janji yang benar-benar terpaksa harus bentrok, maka tentukanlah skala prioritasnya. Manakah janji yang benar-benar akan mendatangkan mudharat ketika kita tidak datang. Dan manakah janji yang masih bisa tergantikan dengan hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Siasati saat benar-benar tidak bisa memenuhi.&lt;br /&gt;Di saat kita benar-benar tidak bisa memenuhi undangan atau janji itu, maka siasatilah dengan minimal memberkan kabar kepada yang bersangkutan baik sebelum ataupun sesudahnya. Memberi tahu permasalahan kita akan lebih memperjelas alasan kita tidak bisa penuhi janji. Mudah-mudahan orang yang kita janjikan bisa memaafkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan terlalu banyak mengobral janji.&lt;br /&gt;Kunci utama agar tidak mengecewakan semua orang adalah dengan tidak terlalu banyak mengobral janji. Setiap orang akan menilai lain-lain dengan janji kita maka usahakanlah untuk memenuhinya. Alangkah lebih baiknya kita ucapkan Insya Allah saat harus menyetujui sebuah perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toek teman-teman kader da’wah yang saya cintai karena Allah, tolong tunjukan komitmen antum sebagai kader da’wah dengan selalu tepat dalam janji. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115794504332634906?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115794504332634906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115794504332634906' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115794504332634906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115794504332634906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/09/ketika-janji-tidak-ditepati.html' title='Ketika Janji tidak Ditepati'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115794454690608613</id><published>2006-09-11T10:13:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T14:29:48.623+07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Indah yang selalu dinanti.</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;color:#000066;"&gt;Teringat akan kenangan indah beberapa tahun lampau di sebuah kampung di sebuah kota kecil Ciamis dalam menyambut bulan indah penuh berkah –Ramadhan-. Bulan yang senantiasa dinanti oleh semua orang tak terkecuali kami. Persiapan Ramadhan itu memang benar-benar berarti. Diawali dengan bersih-bersih masjid yang dilakukan hampir semua pemuda dan orang tua, kemudian ke rumah-rumah kami bahkan hingga lingkungan sekitar. Kuburan kembali juga ramai dengan orang-orang yang ingin berziarah sambil membersihkan dari rumput yang tumbuh dan daun-daunan yang berserakan. Persiapan itu diakhiri dengan bersih-bersih badan sehari menjelang Ramadhan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Malam pertama selalu saja ramai mesjid-mesjid didatangi orang-orang yang ingin melakukan ibadah shalat magrib, isya dan dilanjut “taraweh”. Keesokan harinya kajian dan tadarusan menjadi penghias setiap hari. Hingga akhirnya ifthar jama’i (buka bersama) menjadi pangkal penantian dan penutup puasa. Duh indahnya. Akankah hal itu saya rasakan juga disini di tempat saya tinggal yang jauh dari kampung halaman sewaktu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa sudah hampir setengahnya bulan Sya’ban berlalu yang berarti setengah bulan lagi Ramadhan itu menyapa kita. Seakan kembali mengingatkan bulan Suci Ramadhan yang selalu diagung-agungkan serta dinanti oleh rasulullah dan para sahabatnya jauh-jauh hari sebelumnya. Do’a indah itu selalu saja yang teringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah Kami ke bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat itu semua menjadikan saya dan teman-teman satu pengajian bertekad untuk bersiap menyambut Bulan Ramadhan itu dengan amalan terbaik kami. Memang ini masih jauh dibandingkan dengan apa yang telah Rasulullah dan para sahabat lakukan. Namun inilah yang bisa kami lakukan. Ada sebuah harapan serta persiapan itu adalah dengan mengadakan sebuah peningkatan kualitas ibadah kami saat ini. Diantara persiapan yang dilakukan itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Puasa sunnah di bulan Sya’ban&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Setidaknya puasa 3 hari (Yaumul Bith) atau boleh juga puasa senin-kamis. Ini untuk melatih tubuh kita menjelang puasa sebulan. Dengan kita sering berlatih berpuasa, niscaya ramadhan nanti akan terasa nyaman sehingga ibadah lebih optimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Qiyamul lail minimal 4 kali dalam seminggu.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Setiap bulan ramadhan yang menjadi ciri khas adalah adanya shalat tarawih. Dengan melatih mengerjakan Qiyamul Lail, mudah-mudahan kita juga menjadi terbiasa untuk melakukannya setiap malam di bulan ramadhan. Ingatlah pahala di bulan Ramadhan sungguh sangat berlimpah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Tilawah 1 juz setiap hari.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Tilawah atau tadarusan merupakan keseharian yang harus senantiasa di jaga di bulan Suci nanti. Jadi sudah sewajarnya kita juga harus persiapkan hal itu agar bisa konsisten untuk senantiasa berada dekat dengan Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Membaca buku tentang Ramadhan seperti Fiqh Puasa dll. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biar puasanya lebih mantap, tentunya perlu juga tahu tentang ilmu-ilmu dasarnya baik fiqih puasa ataupun kaifiatnya. Pokoknya banyak sekali manfaat yang bisa didapat jikalau kita berpuasa setelah mengetahui ilmunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e. Meminta maaf kepada Orang Tua, Saudara-saudara dekat dan juga tetangga dekat rumah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini agak kurang populer ya. Biasanya etika meminta maaf adalah ketika menjelang Lebaran saja. Namun ternyata Rasulullah mencotohkan sebaliknya. Hendaknya kita bisa masuki bulan ramadhan dengan hati yang bersih bebas dari kesalahan dan dosa. Insyaallah keutamaannya akan dapat kita raih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain persiapan diri pribadi, ternyata ada juga persiapan penyambutan lainnya yang dikemas dalam sebuah kegiatan PQR (Paket Qiyamu Ramadhan). Yang jelas adalah mari kita persiapkan diri kita dan juga lingkungan kita untuk menyambut bulan suci yang dirindukan. Karena kita tahu apakah kita akan bertemu lagi dengan nya pada tahun depan, dua tahun depan dst.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allahumma bariklana fi sya'bana, Wabaligna Ramadhan..&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115794454690608613?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115794454690608613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115794454690608613' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115794454690608613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115794454690608613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/09/ramadhan-indah-yang-selalu-dinanti.html' title='Ramadhan Indah yang selalu dinanti.'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115767640905360124</id><published>2006-09-08T07:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-13T08:19:57.980+07:00</updated><title type='text'>R E F L E K S I        D I R I</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;By. Akh Ludfiono&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Hadirkan!! Hadirkan satu peristiwa bahagia yang pernah anda rasakan. Hadirkan satu peristiwa bahagia yang pernah anda alami dalam hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang hadirkan wajah ayah anda dan ibu anda!!&lt;br /&gt;Seorang yang luar biasa membina anda, seorang yang luar biasa bersama-sama anda, berkorban untuk anda, seorang yang sangat luar biasa mencintai anda. Hadirkan ayah dan ibu anda sekarang, seorang yang luar biasa dengan menunggui anda ketika anda sakit.&lt;br /&gt;Seorang ibu yang sangat mencintai dengan melahirkan, menyusui dan berkorban besar untuk anda, hadirkan wajahnya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang hadirkan wajah ayah anda, seorang yang telah luar biasa pergi pagi sampai malam baru pulang mencari rizki untuk keluarga, untuk makan anda, untuk sekolah dan memuliakan anda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirkan.. Mereka sedang menuju kemari, ingin melihat apa yang anda lakukan disini.&lt;br /&gt;Dan, sekarang mereka ada di depan anda, meratap anda dengan penuh kasih sayang, mengharapkan anda dengan penuh harap.&lt;br /&gt;Seorang ayah maju kedepan, mendekap anda, menciumi anda, mengelus rambut anda dan dia berbicara dengan penuh kasih sayang kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak!! Ayah kini sudah semakin tua nak, ayah sudah tidak sekuat dulu lagi nak!! Rambut ayah sudah semakin memutih nak!! Jika suatu hari nanti engkau melihat ayahmu terbujur kaku di depanmu, sudah meihat ayahmu tanpa nyawa lagi nak!! Maka aku titipkan ibu dan adik-adikmu padamu nak!! Jaga mereka nak!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak!! Ayah ingin kau bisa mewujudkan cita-cita ayah nak, untuk memutuskan garis kemiskinan, kebodohan dan keterlantaran keluarga ini. Tunjukan pada semua orang bahwa kau bisa mejadi wakil ayah untuk membuat keluarga ini mulia dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian majulah ibu anda, seorang ibu yang mendekap anda, seorang ibu yang menciumi anda, kemudian dia berbicara pada anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak!! Ibu sangat mencintaimu nak, ibu sangat mengharapkanmu menjadi orang yang berhasil. Ya Allah jangan kau ambil nyawaku sebelum aku melihat anaku menjadi orang yang mandiri dan sukses. Sebelum aku bisa mendampingi wisudanya suatu hari nanti, sebelum aku mampu mendampingi kesuksesan-kesuksesan yang dia raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang apa yang anda ingin persembahkan untuk mereka sebelum mereka terbujur kaku di depan anda. Sebelum anda menyaksikan mereka disholatkan oleh orang-orang di sekitar anda. Sekarang apa yang ingin anda persembahkan untuk ayah dan ibu anda sebelum mereka dikuburkan dan dipendam dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya mengajak anda untuk berfikir secara cerdas, berfikir secara cerdas. Mengapa selama ini anda menghianati orang-orang yang mencintai anda dengan bermalas-malasan dan membuang waktu secara percuma. Kenapa anda tidak sungguh-sungguh dan banyak mengeluh padahal mereka masih anda di sekitar anda. Tidakah anda tahu? Suatu hari nanti, disaat buah sudah tidak lagi bermakna bagi mereka, disaat kehidupan sduah tidak lagi mereka perolah, maka penyesalan pasti akan hadir di depan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang perlu anda rasakan adalah : anda tidak bisa menggantungkan ini kepada kakak dan adik anda, karena mereka belum tentu sepaham dengan anda, anda tidak bisa mewakilkan hal ini kepada kakak dan adik anda, karena mereka belum tentu bisa sekolah sebagaimana anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya ajak anda untuk bertekad secara kuat, hadirkan mimpi-mimpi dan keinginan anda yang kuat, buat bangga bapak ibu guru anda disini dengan anda. Buat mereka tercengang dengan perstasi-prestasi anda, buat mereka bangga dengan keberadaan anda, buat mereka tahu dan yakin bahwa anda tidak main-main disini. Anda adalah mutiara diatas batu, anda adalah manusia-manusia baru dan bangkitlah hari ini.. bangkitlah hari ini.. aku bisa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya ayuhan nafsul mutmainah, irji’I ila rabbiki radiyatam Mardiayah, fadkhulli fii ibadii, wadkhuli jannati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wahai jiwa yang tenang, masuklah kau sebagai hambaKu, masuklah kau kedalam surgaKu, masuklah kau sebagai orang-orang yang beruntung. Masuklah kau sebagai hambaKu masuklah ke dalam syurgaKu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai adik-adik sekalian, wahai orang-orang yang memiliki cita-cita dan mimpi hari ini anda adalah orang yang menjadi pemain dan bukan penonton. Jangan biarkan mimpi anda dicuri orang lain karena mereka adalah bagian dari mimpi anda. Tunjukan bahwa anda adalah angkatan terbaik yang pernah dimiliki oleh sekolah ini. SMA ini akan merasa bangga jika menerima orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi besar dalam hidupnya. Karena itulah hari ini di waktu yang tersisa ini, saya berikan kepada anda selama satu menit ke depan untuk memikirkan kembali apa cita-cita dan keinginan anda yang akan anda persembahkan untuk ayah dan ibu anda, kakak dan adik anda untuk semua yang berjasa dalam kehidupan anda. Hadirkan bapak ibu guru anda, teman-teman anda, dan semua orang yang terlibat dalam kebahagiaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu fase hidup telah anda lalui, yakni kesadaran diri anda secara emosional, bahwa anda adalah berharga. Satu fase kehidupan telah anda jalani bahwa anda benar-benar orang yang dihargai dan dicintai oleh orang-orang yang mencintai dan menghargai anda.&lt;br /&gt;Satu penghidupan telah anda lalui, yang perlu anda lakukan adalah anda harus membuktikan harapan-harapan mereka, membuktikan cita-cita mereka, buat ayah ibu anda bangga, buat guru-guru anda bangga, semua orang yang ada disekitar anda melihat anda dengan takjub karena anda adalah orang yang bermakna.&lt;br /&gt;Semoga hari ini, hati-hati yang futur, jiwa yang hilang, semangat yang lenyap muncul kembali, menjadi orang yang berani berubah . hadirkan sekali lagi cita-cita anda yang akan membuat ayah ibu anda bangga. Mereka melihat dengan tangan-tangan terbuka. Sekali lagi Allahu ma’ana. Allah bersama anda. Anda bersama zat yang serba Maha. Berdo’alah, Allah bersama anda.&lt;br /&gt;Tekad yang kuat dan tujuan yang jelas, ambil potensi terbaik, jauhkan prasangka-prasangka negative, ambil manfaat di setiap kegagalan, mantapkan motivasi dengan motivasi yang mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Kami tahu, kami sadar, masalah-masalah yang kau berikan kepadaku justru membuatku besar, masalah yang membuatku mengeluh justru membuat aku lebih besar. Aku sadar ya Allah tidak ada orang yang naik kelas tanpa ujian dan tidak ada ujian tanpa soal yang harus dikerjakan. Karena itu ya Allah, Engkau berfirman, la yukallifullahu nafsan illa wus’aha, karena itu ya Allah berikan aku kesabaran, berikan aku ketabahan, berikan aku kelapangan hati dan ketajaman mata sehingga aku melampaui setiap masalah-masalah yang Engkau berikat dan aku yakin aku akan besar dengan masalah-masalah itu.&lt;br /&gt;Ya Allah, kuatkanlah mentalku, kuatkanlah fisikku, kuatkan cita-citaku dan akan aku tunjukkan pada guru-guruku, pada orang yang melihatkku tidak punya potensi bahwa aku mampu maju terus pantang mundur meraih cita-citaku.&lt;br /&gt;Ya Allah terima kasih kau berikan hal ini kepadaku, hari ini aku terlahir kembali menjadi manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumagfirli wali-walidaya warhamhuma kama rabbayani shagiro..&lt;br /&gt;Allahumagfirli wali-walidaya warhamhuma kama rabbayani shagiro..&lt;br /&gt;Allahumagfirli Ustadzi li ustadsah&lt;br /&gt;Allahumagfirli muslimin wal muslimat.&lt;br /&gt;Allahumagfirli abi wa umi kama robbayani shagiro.&lt;br /&gt;Ya Allah hari ini aku percaya bahwa Engkau serba maha dihadapanKu.&lt;br /&gt;Ya Allah hari ini aku percaya bahwa kehadiranku di SMA ini membuatku semakin yakin bahwa hari ini aku akan menjadi orang besar. Manusia-manusia baru ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdo’alah…. Silahkan anda berdo’a..&lt;br /&gt;Sekarang katakan dengan kekuatan yang luar biasa, kapalkan tangan kanan anda dan katakana dengan sepenuh hati :&lt;br /&gt;AKU BISA, AKU BISA, AKU BISA.&lt;br /&gt;ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR.&lt;br /&gt;Sekarang buka mata anda dan duduklah… &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Disampaikan pada Training Motivasi SMA N. 1 Gunung Sindur. Thanks to Akh Ludfi for his kindness.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115767640905360124?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115767640905360124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115767640905360124' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115767640905360124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115767640905360124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/09/r-e-f-l-e-k-s-i-d-i-r-i.html' title='R E F L E K S I        D I R I'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115750362085071238</id><published>2006-09-06T07:34:00.000+07:00</published><updated>2006-09-06T07:56:58.390+07:00</updated><title type='text'>Dikala Rasa Bosan dan Jenuh Kembali Mendera</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/perahu.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 380px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" height="152" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/perahu.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#330099;"&gt;Berita yang cukup mengagetkan baru saja saya terima. Atasan saya di kantor mendadak mengundurkan diri. Kembali saya teringat akan sepak terjang beliau selama di kantor ini. Seorang atasan yang memilik kharisma yang cukup baik dan banyak diterima oleh semua kalangan. Sebuah berita itu semakin melengkapi rasa kehilangan karena ditinggal banyak orang-orang yang berarti bagi saya dan juga mungkin beberapa orang di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saja saya teringat akan beberapa waktu silam. Saat itu dengan serta merta saya ditinggal oleh orang-orang berarti di kantor tempat saya bekerja. Semua atasan saya saat itu mengundurkan diri dengan jeda waktu yang tidak terlalu jauh. Belum lagi satu orang rekan kerja yang senantiasa menemani keseharian saya yang juga mengundurkan diri. Sedangkan satu orang lagi dipindahkan ke bagian lain. Jadilah departemen saya yang awalnya berjumlah 10 orang menjadi 6 orang. Sungguh sangat kehilangan yang benar-benar berarti bagi saya. Sosok panutan dan juga penuh pengertian dengan serta merta tidak bersama saya lagi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa bulan kemudian, dua orang dari departemen saya kembali mengundurkan diri. Masih saja saya ingat akan foto bareng kami berempat sebagai sebuah komunitas yang masih bertahan di perusahaan itu. Hingga departemen kami sempat digunjingkan akan bubar karena rentannya terhadap isu pengunduran diri ini. Lengkaplah kehilangan itu. Kini hanya tinggal dua orang saja yang tertinggal karena dua orang lainnya telah dipindahkan ke bagian lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bisa dibayangkan bagaimana bisa menghandle semua pekerjaan yang ditinggalkan mereka kepada kami berdua. Hingga saat itu selalu saja kami mengeluh dan merasa keteteran dengan semua tugas dan tanggung jawab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa jenuh dan bosan kembali saya rasakan. Akankah kembali saya terkucilkan dan tidak diperhatikan? Semangat kerja yang dulu sempat membara juga kembali redup. Setiap hari mungkin hanya sebuah rutinitas kerja yang tidak terlalu berarti yang saya hadapi. Sehingga kuat sekali rasanya saya ingin juga mengundurkan diri. Tapi ternyata harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Apapun hasilnya tetap saja tidak sesuai dengan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama saya fahami dan renungkan ternyata semuanya itu adalah kehendak Allah yang maha tahu yang terbaik buat hamba Nya. Hal itu pun saya rasakan disaat harapan baru muncul untuk bisa berkerja di tempat lain yang lebih baik, ternyata Allah menentukan lain. Harapan itu seakan pupus dan hilang dengan tidak dipanggilnya setelah sekian lama test terakhir dilakukan. Namun itulah skenario Allah buat hamba Nya. Sekeras apapun kita berusaha tetaplah di Tangan Allah semuanya itu berakhir. Meskipun tetap saja sebagai manusia kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama dialami dan dijalani sepertinya tetap saja ada perasaan bosan dan jenuh serta kekecewaan mendera hati ini. Apakah ini pertanda saya belum bisa sabar dan tawakal? Ataukah ada skenario Allah lainnya di balik ini semua?&lt;br /&gt;Ya Allah ampuni Hamba Mu ini yang lancang dan selalu tergesa-gesa dengan keputusan Mu. Berikanlah kesabaran serta ketajaman pada mata hati ini agar bisa selalu peka akan hikmah terbaik yang Engkau anugerahkan pada setiap kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“diantara perenungan-perenungan mendalam tentang diri dan kehidupan”&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115750362085071238?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115750362085071238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115750362085071238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115750362085071238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115750362085071238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/09/dikala-rasa-bosan-dan-jenuh-kembali.html' title='Dikala Rasa Bosan dan Jenuh Kembali Mendera'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115629946199272583</id><published>2006-08-23T09:14:00.000+07:00</published><updated>2006-09-04T10:10:05.026+07:00</updated><title type='text'>Kampung Halaman Kedua</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/kampung.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px" height="152" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/kampung.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#330099;"&gt;…...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;disana tempat lahir beta&lt;br /&gt;dibuai dibesarkan bunda&lt;br /&gt;tempat berlindung di hari tua&lt;br /&gt;sampai akhir menutup mata&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;…...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan lagu yang sering didendangkan oleh sebagian anak SD kembali mengingatkanku akan sebuah kampung tempat aku dilahirkan dan merenda sedikit masa depan. Sebuah tempat saat-saat pertama kalinya menapaki dan menjalani sebuah kehidupan. Tempat dimana disana terukir dan tersimpan kenangan dan harapan tentang sebuah hakikat diri. Tempat pertama berpijak dan melangkah maju. Ya.. itulah tempat kelahiran yang sekaligus menjadi kampung halaman tempat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa sudah sekian lama aku merantau di sebuah kota pinggiran Jakarta. Masih teringat akan sebuah asa yang terpatri jauh di dalam jiwa untuk menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa dan agama. Langkah itu masih saja terasa terutama saat-saat melepaskan diri meninggalkan kota kelahiran menuju kota tempat aku menempa diri dengan keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan akan kampung halaman setidaknya telah terobati sudah. Kemarin saya sempatkan untuk pulang dengan istri ke rumah orang tua di Ciamis. Libur panjang diantara tanggal-tanggal merah merupakan anugerah tersendiri bagi kami yang memang setiap harinya sering disibukan dengan rutinitas pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya. Kecintaan akan kota itu memang tidak akan ada habisnya, meskipun saya sadari beberapa bulan yang lalu masih saya sempatkan untuk pulang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandi di dinginnya pagi di sebuah pancuran air, jalan-jalan di tengah pematang sawah yang telah tiba saat-saat dipanen, minum air teh hangat dengan goreng singkong, makan lalapan yang langsung dipetik dari pohon serta memakan ikan bakar yang baru saja dipancing dari kolam. Ah.. indahnya.. Alhamdulillah ya Allah masih saja Engkau anugerahkan kenikmatan itu bagi Kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesibukan dan kepenatan penduduk yang bekerja, masih saja sempat menyapa saya dan istri yang kebetulan lewat saat jalan-jalan di pematang. Selalu saja wajah sumringah dan gembira yang kami dapatkan meski peluh mereka bercucuran. Bahkan ada juga yang sempat menawarkan makanan dan minuman bagi kami. Begitulah mereka penduduk kampung yang kaya dengan sopan santun dan kerendahan hati.. Andai di kota seperti itu juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lantunan adzan magrib oleh seorang anak kecil seakan menjadi sebuah pengingat akan tibanya waktu malam. Berbeda sekali kondisinya, saat-saat malam menjelang akan disambut dengan gemuruh lantunan suara anak-anak yang belajar mengaji. Hafalan-hafalan Al Quran semakin menambah suasana menjadi syahdu serta shalawat nabi sebagai bukti sebuah kecintaan. Ternyata masih ada harapan buat mereka generasi penerus kami demi membangun desa ini menjadi lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah penyesalan dan rasa bersalah saat ingat masa-masa awal meninggalkan kampung ini. Masih saya ingat nasihat berarti seorang guru ngaji tentang kehidupan. Masih teringat akan sebuah harapan maju darinya, sehingga kelak suatu saat nanti saya harus kembali untuk membangun kampung ini. Tanpa saya sadari ternyata ada banyak pemuda-pemuda seperti saya yang juga merantau ke kota besar. Hingga akhirnya rutinitas pengajian dan kegiatan keislaman otomatis berhenti. Duh Robi ampuni ketidakmampuan hamba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itulah sedikit kecintaan dan kerinduan yang senantiasa berpadu satu untuk kampung halaman tercintaku. Sebuah niatan untuk kembali kesana demi membangunnya menuju sebuah kemajuan selalu saja hadir namun dengan sendirinya hilang saat rutinitas kerja dimulai. Namun saya sadar ternyata Allah adalah penentu hidup manusia. Saya sadar dimanapun berada itu adalah di bumi Allah sehingga tidak ada perjuangan yang setengah-setengah. Dimanapun kita, itulah kampung tempat tinggal kita, tempat pengabdian dan tempat berkarya serta yang penting tempat ibadah sehingga kampung halaman kedua dengan sendirinya akan terbentuk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115629946199272583?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115629946199272583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115629946199272583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115629946199272583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115629946199272583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/08/kampung-halaman-kedua.html' title='Kampung Halaman Kedua'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115569246172972871</id><published>2006-08-16T08:35:00.000+07:00</published><updated>2006-08-16T15:40:37.530+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Abi, Ummi…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Malam itu saya terima sebuah SMS dari abi –guru ngaji yang sudah kami anggap sebagai orang tua kami- yang mengabarkan sebuah berita duka. Anaknya yang ketiga sedang dirawat di Rumah Sakit di Daerah Bogor karena Infeksi Ginjal. Beliau meminta do’a agar Allah berikan kesembuhan. Do’a tulus mendo’akan kesehatan anaknya terpanjat dengan khusunya. SMS yang sama pun saya dapatkan dari teman-teman ngaji, bahkan ada teman yang sedang berada di Rumah Sakit untuk menemani dan menjaganya malam itu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya berat sekali menerima cobaan itu terutama buat ummi -istri beliau- karena harus berjuang tanpa kehadiran suaminya karena sedang berada di pulau seberang. Yah, beberapa waktu yang lalu beliau pernah bilang akan pergi ke Kalimantan dalam rangka audit BPK selama 1 bulan penuh. Apalagi setahu saya istri beliau pun sedang mengandung anaknya yang keenam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sepertinya semua cobaan itu tidak mengurangi ketegaran dan kesabaran istri beliau. Malam berikutnya kebetulan saya dan seorang teman ngaji mendapat giliran untuk menjaga dan menemaninya di RS. Ummi atau panggilan kami kepada istri beliau ini sepertinya terlihat tegar dan sabar tanpa terlihat sedih. Hanya sedikit lelah terlihat di raut wajahnya. Di saat-saat menunggu itu ummi bahkan menanyakan kondisi istri saya yang kemarin habis keguguran. Beliau malah menyarankan untuk istirahat dan jaga kondisi kesehatan biar segera dapat penggantinya. Bahkan ummi malah melarang istri dibonceng di motor mengingat kondisinya yang masih lemah. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat juga beberapa bulan yang lampau. Sebuah berita duka mendadak kami dapatkan. Putra Abi yang kelima meninggal dunia. Padahal waktu itu abi sedang dalam perjalanan pulang dari Magetan setelah menghadiri resepsi pernikahan salah seorang teman kami. Apa yang terjadi saat abi mendengar kabar itu? Teman yang kebetulan bareng dengan beliau bercerita, Abi yang saat itu sedang menyetir tidak menampakan muka sedih ataupun shock, yang ada hanyalah ucapan ta’ziyah dan istigfar. Hingga yang lain merasa bingung. Kok bisa ya? Posisi sopir pun akhirnya digantikan oleh teman saya khawatir abi tidak tenang, meski sebelumnya abi tetap berkilah untuk tetap menyetir. Yang terjadi selanjutnya malah terlontar sebuah nasihat berharga dari mulut beliau. Nasihat tentang esensi atau hakikat seorang anak sebagai titipan Allah. Jadi kapanpun Allah mau, maka kita harus merelakannya karena memang adalah titipan Nya. Sejuk rasanya mendengar hal itu sekaligus kagum dengan sikap beliau yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu rasanya saya yang baru kehilangan calon bayi namun selalu bersedih dan menyesal. Malu rasanya saya ketikatidak bersabar dan bertawakal kepada Allah. Sepertinya sudah waktunya saya untuk menata diri dan bangkit lagi sambil tetap memohon kebaikan kepada Allah, karena saya yakin semua yang terjadi adalah atas kehendak Nya. Terima kasih Abi dan Ummi atas tauladan dan nasihatnya. Mohon do'anya agar saya bisa meneladani sikap dan perilaku abi dan ummi. &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115569246172972871?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115569246172972871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115569246172972871' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115569246172972871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115569246172972871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/08/terima-kasih-abi-ummi.html' title='Terima Kasih Abi, Ummi…'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115432768667950797</id><published>2006-07-31T13:28:00.000+07:00</published><updated>2006-08-16T15:42:28.716+07:00</updated><title type='text'>Akhirnya Harus Kami Relakan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663366;"&gt;Pernahkah kita mengalami bagaimana rasanya ketika kehilangan sesuatu yang paling dicintai? Pernahkan sebuah cita-cita ternyata harus kandas di tengah jalan? Pernahkah ketika kita yakin akan dapatkan sebuah kenikmatan, ternyata di tengah jalan harus hilang tanpa kita kuasa menahannya? Pernahkah kita merasa putus asa ketika dunia terasa tidak memihak sama sekali terhadap kita? Sesungguhnya itu semua adalah romantika dalam kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Karena sesungguhnya semuanya itu adalah bukti akan adanya Allah yang Maha Berkuasa. Manusia sebagai Mahluk-Nya hanya mampu berdo’a dan bersabar dengan berharap semoga Allah memberikan jalan terbaik atas sebuah kehilangan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu akan berteriak-teriak ketika tahu dompetnya dicopet di sebuah perbelanjaan. Seorang murid SMP akan menangis ketika tahu dia tidak lulus ujian. Seorang pegawai tentunya juga akan kehilangan kendali ketika tahu kalau dia dipecat dari kantornya. Seorang ibu akan menangis sedih dan kadang kehilangan kendali ketika tahu anaknya hilang diculik misalnya. Atau bagaimana kesedihan saudara-saudara kita saat menerima bencana bertubi-tubi. Apapun yang terjadi rasanya kita tidak akan bisa menahan rasa sedih dan kehilangan ketika tahu apa yang kita miliki hilang tanpa kita bisa mencegahnya. Apalagi kalau ternyata kehilangan itu akibat dari kelalaian yang dilakukan dengan sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa telah kehilangan sebuah harapan dan kenikmatan akan memperoleh sebuah anugerah terindah kami berdua, rasanya seperti kehilangan sebuah pegangan dan kendali. Mungkin inilah kali pertama kami rasakan sebuah kehilangan berarti. Saat kami tahu calon penerus kami harus hilang dan pergi begitu saja tanpa bisa kita usahakan dan dicegah. Rasanya masih saja terbayang akan sebuah harapan dan juga kebanggaan kalau tak lama lagi kita akan peroleh sebuah tanda akan cinta kami. Tapi ternyata Allah berkehendak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali tiga minggu ke belakang saat istri saya mengabarkan sebuah harapan baru kalau ternyata ada calon junior kami sedang tumbuh di dalam tubuhnya. Tanpa terasa meneteslah air mata ini merasakan anugerah ini. Sebuah harapan dan cita-cita serta berbagai rencana termasuk bagaimana mendidiknya menjadi anak yang berguna pun telah kami susun. Membeli dan membaca buku-buku yang berkaitan dengan hal itu menjadi konsumsi wajib kami setiap harinya. Setidaknya ada 4 majalah dan 1 buku serta artikel-artikel pendukung lainnya yang telah terkumpul untuk kami baca dan telaah. Disamping itu suplemen makanan pendukung pun telah kami siapkan. Aktifitas baru kami adalah sering sekali mengusap-usap perut istri seakan ingin meraba dan merasakan calon penerus kami ada disana sedang tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa kebahagiaan itu harus hilang ketika istri mengabarkan sebuah berita sesaat setelah selesai mengajar anak-anak play group di TPA dekat rumah. Memang mengajar ini merupakan aktifitas baru istri saya setelah dia berhenti bekerja di sebuah BPR Syariah. Saya juga menyadari bahwa istri juga perlu sebuah aktifitas namun tetap dekat dengan rumah, akhirnya saya izinkan untuk mengajar di TPA. Selain untuk mengisi waktu luang, ada nilai da’wah dan juga mengajarkan tentang pendidikan sehingga nantinya akan menjadi modal kami dalam mendidik anak kami. Sungguh itu yang bisa kami rencanakan dan lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS siang itu terasa benar-benar membuat saya seperti disambar petir di siang hari. Istri mengabarkan kalau ternyata ada bercak darah. Merasa kebingungan, akhirnya saya minta untuk istrihat di rumah tanpa melakukan aktifitas apapun sambil jangan lupa untuk konsultasi ke kakaknya yang bekerja sebagai bidan. Saya pun mengontrolnya lewat telepon dari kantor. Karena tidak merasakan kesakitan yang berarti, saya pun tenang dan berfikir mungkin ini karena kecapean. Malamnya sempat saya tanya bagaimana kondisinya ternyata dia bilang tidak ada lagi yang keluar. Tenang juga akhirnya. Kami berniat untuk memeriksakan ke Dokter kandungan keesokan harinya pada sore hari setelah saya pulang dari kantor. Malam itu pun saya suruh istri istirahat total dan perkerjaan rumah yang tadinya sebagian dikerjakan istri saya handle dan selesaikan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya karena tidak ada keluhan yang sama akhirnya saya beranikan untuk masuk kantor. Namun sekitar jam 10an kembali dikejutkan dengan SMS yang memberitakan kalau pendarahan itu terjadi lagi. Saya coba untuk telepon istri, namun tangisan sedih dan bingung yang saya dapatkan. Berfikir bagaimana agar tidak terjadi apa-apa selagi saya di perjalanan pulang yang lumayan jauh, akhirnya saya coba telepon tetangga untuk menemaninya. Saya juga coba telepon saudara-saudara di Bogor untuk koordinasi bagaimana caranya agar istri segera dibawa ke dokter atau rumah sakit. Siangnya sekitar jam 14 setelah kami rasakan cukup mempersiapkan semua yang diperlukan, akhirnya kami berangkat menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak di daerah Bogor. Memang kami berencana untuk menginap dan beristirahat di rumah kakak setelah periksa ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar itu akhirnya kami terima juga. Dokter mengatakan kalau calon bayi kami tidak ditemukan setelah di USG, yang tersisa hanyalah kantong bayinya. Meski telah dicoba untuk dilihat berkali-kali, akhirnya kami hanya bisa pasrah. Dokter menyarankan untuk segera dibersihkan/dikuret (curettage) untuk menghindari pendarahan berlanjut. Istri sempat shock dan sedih ketika tahu harus kehilangan. Sempat dia tidak mau untuk dikuret. Namun setelah diberikan saran dan juga setelah konsultasi dengan semua saudara termasuk kakaknya akhirnya dia mau juga untuk dikuret pada sore harinya. Akhirnya kami harus terima kalau calon bayi kami telah pergi menyisakan kesedihan serta harapan akankah kami peroleh kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang yakin kalau ini merupakan ketetapan Allah yang terbaik bagi kami, apalagi setelah mendengar dokter mengatakan kalau janinnya kurang sehat. Kesedihan dan kehilangan berlarut ini pun masih sempat membuat istri menangis, meskipun rasa sakit sisa kuret telah hilang. Saudara-saudara kami telah banyak memberikan pengertian, penjelasan serta harapan-harapan, namun kesedihan itu masih saja kami rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ini merupakan sebuah musibah berarti bagi kami, tapi kami yakin kalau Allah adalah satu-satunya pegangan dan harapan terkuat kami. Kami berharap dengan kesabaran dan kepasrahan kami menerima cobaan ini akan Allah terima sebagai sebuah ladang ibadah. Semoga Allah kembali mempercayai kami kembali untuk menerima anugerahnya suatu saat nanti. Amien.&lt;br /&gt;Mohon do’anya juga dari semua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115432768667950797?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115432768667950797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115432768667950797' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115432768667950797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115432768667950797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/07/akhirnya-harus-kami-relakan.html' title='Akhirnya Harus Kami Relakan'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115431277253121526</id><published>2006-07-31T08:56:00.000+07:00</published><updated>2006-08-25T07:56:37.793+07:00</updated><title type='text'>IMB di Mata Saya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://banner.muslimblog.net/banner_imb.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 102px; CURSOR: hand; HEIGHT: 59px" height="152" alt="" src="http://banner.muslimblog.net/banner_imb.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Sebuah jalinan ukhuwah islamiyah akan terasa indah dan berarti manakala kita memang berada dalam lingkungan dan ikatan tersebut. Di kala hati ini merasakan sebuah ketenangan serta semangat yang mengebu-ngebu untuk senantiasa eksis dalam dunia da’wah. Hari-hari senantiasa terajut indah dengan harapan-harapan yang membumbung jauh menembus langit. Semangat untuk merubah akhlaq bangsa ini menjadi icon yang terus digenggam. Sunguh sederhana jika dilihat secara kasat mata, namun jauh di dalam hati dan jiwa mereka senantiasa menggelora semangat yang cukup kuat yang akan mendobrak semua halangan seperti halnya pasukan Islam yang telah berhasil menghancurkan benteng Bizantium. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan kembali diingatkan akan adanya jalinan ukhuwah yang pernah terbentuk dan masih saja selalu berbekas di dalam hati ini. Ikatan itulah yang menjadikan saya mengerti apa itu Islam serta bagaimana seharusnya seorang muslim berbuat demi Agamanya ini. Ikatan yang kuat itu ternyata menjadi dasar dari ikatan-ikatan lainnya. Ikatan itu bernama Ukhuwah Islamiyah. Memang Tarbiyahlah yang menjadikan itu semakin kuat dan mengakar jauh di dalam hati seperti halnya pohon yang kuat dengan akar menghujam ke tanah. Ikatan kuat antar berbagai aktifis yang tergabung dalam sebuah komunitas da’wah ini menjadikan dasar ikatan-ikatan laiinnya yang terbentuk. Ikatan dalam bentuk Rohis, Remaja Masjid, Lembaga Profesi, Lembaga Da’wah bahkan dalam bentuk forum komunikasi. Sejauh ini perkembangan yang ada sudah sangat pesat. Ditambah dengan adanya kemajuan era teknologi informasi menjadikan sarana efektif untuk berda’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian Muslim Blogger mengambil peran sebagai salah satu kumpulan orang-orang yang senantiasa berhubungan dengan dunia internet untuk berkumpul dan juga merajut ikatan lainnya dalam ukhuwah islamiyah yang ada. Didasari dari adanya semangat perubahan serta da’wah yang kuat menjadikan internet sebagai sarana yang tidak kalah pentingnya untuk dijadikan alat dalam berda’wah. Ternyata perkembangannya cukup memukau, hanya dalam hitungan beberapa tahun ternyata telah banyak merekrut anggota yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saya ingat kira-kira 1 tahun yang lalu disaat mulai melihat dan sedikit berkenalan dengan dunia ”perblogan” saat dengan tidak sengaja menemukan situs da’wah dalam dunia &lt;a href="http://www.prayoga.net"&gt;pernikahan&lt;/a&gt;. Sebelumnya saya sudah familiar dan menjadi favorit situs eramuslim terutama kolom &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atc/oim/"&gt;oase imannya&lt;/a&gt;. Mulailah pencarian situs-situs lainnya yang ternyata banyak sekali menghadirkan tulisan-tulisan yang berkesan dan sangat menyentuh seperti halnya di blognya &lt;a href="http://www.gawtama.blogspot.com/"&gt;mas bayu&lt;/a&gt;dengan bahasan khasnya yang selalu dimuat di kolom oase imannya eramuslim. Dari situlah mulai saya kenal &lt;a href="http://muslimblog.blogdrive.com/"&gt;IMB&lt;/a&gt; dan sekarang situsnya diganti menjadi &lt;a href="http://blog.muslimblog.net/"&gt;moslimblog&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengenal IMB inilah mulailah berpindah aktifitas searching dan baca artikel di internet ini dari berita-berita aktual menjadi IMB. Dari situlah timbul sebuah keinginan untuk dapat membuat blog, meskipun pengetahuan saya masih minim sekali dengan dunia perinternetan ini. Teman saya sempat membuatkan blog buat saya untuk pengumuman dan undangan &lt;a href="http://hariyangditunggu.blogspot.com"&gt;walimah&lt;/a&gt;. Saat itu timbulah keinginan kuat untuk dapat membuat blog hingga akhirnya terbuat &lt;a href="http://imamfathur.blogspot.com"&gt;blog ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses selanjutnya seperti halnya yang sering dilakukan oleh sebagian komunitas bloger adalah berkenalan dan sebisa mungkin mencari banyak teman dari berbagai tempat untuk senantiasa bertukar fikiran dan juga saling berbagi pengalaman lewat blog-blog yang mereka buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakallah kepada IMB atas suportnya sehingga saya menjadi lebih mengenal luasnya dunia internet dan perblogan. Saya kembali menemukan sebuah ikatan baru lagi dalam menyokong ukhuwah islamiyah ini dalam wadah IMB. Saya hanya ingin jangan sampai ikatan ini putus atau hancur. Karena saya yakin dengan semakin memperbanyak dan memperkuat ikatan ukhuwah maka semakin indahlah hidup ini. Saya merasa menemukan saudara-saudara baru yang benar-benar memahami dunia da’wah ini. Mudah-mudahan kita bisa optimalkan peran IMB ini menjadi sebuah komunitas yang solid dan semakin maju dan juga memajukan dunia da’wah islam di Indonesia khususnya juga seluruh dunia umumnya.&lt;br /&gt;Selamat dan Sukses buat IMB. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115431277253121526?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115431277253121526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115431277253121526' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115431277253121526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115431277253121526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/07/imb-di-mata-saya.html' title='IMB di Mata Saya'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115320949860115668</id><published>2006-07-18T13:16:00.000+07:00</published><updated>2006-08-23T08:23:59.733+07:00</updated><title type='text'>Ajang Perpeloncoan dan Balas Dendam itu Sudah Lewat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/mos_sekolah.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/mos_sekolah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Saat akan memulai sebuah tahun ajaran baru, sekolah kembali disibukan dengan sebuah prosesi penerimaan siswa baru. Seperti halnya sebuah acara penerimaan biasanya menghadirkan masa-masa perkenalan atau lebih dikenal Masa Orientasi Sekolah (MOS). Sebuah prosesi yang secara turun temurun terjadi dan kembali mengingatkan semuanya akan adanya hal-hal yang aneh-aneh yang kerap menjadi sebuah keharusan untuk diadakan.&lt;br /&gt;Baju dengan dandanan yang beda dan terkesan norak dengan segala embel-embelnya, rambut yang dikepang paksa dengan pita berwarna warni sebanyak 5 kunciran, tas jinjing terbuat dari kardus lengkap dengan isi buku perkenalan dan ditambah topi kertas seakan menjadi ciri has seorang siswa baru yang sedang menjalani masa orientasi. Tidak hanya di dunia Perguruan Tinggi saja, melainkan juga di SMA dan SMP pun kerap masih sering dilakukan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi suasana yang penuh ketegangan karena perilaku kakak-kakak kelas yang seakan tidak pernah bersahabat karena selalu memasang muka galak, cemberut dan kurang enak dipandang apalagi bagi siswa yang bersalah. Seakan menjadi manusia yang tidak punya sebuah harga diri, semua siswa diperintahkan melakukan hal-hal yang kurang masuk akal. Setiap orang akan dicari letak kesalahannya sampai hal terkecil sekalipun seperti tidak mengucapkan salam saat melihat kakak kelasnya lewat. Tidak ada kamus salah dalam diri kakak kelas atau panitia, karena aturannya hanya ada dua macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kakak kelas dan Panitia tidak pernah salah.&lt;br /&gt;2. Kalau sekiranya Kakak Kelas atau panitia salah maka lihat aturan no.1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari dalam suasana seperti itu rasanya seperti dalam penjara. Semuanya serba tidak bebas. Melakukan ini itu akan selalu dianggap salah. Seolah seperti lingkaran yang akan terus berputar, setiap tahunnya pasti terulang hal serupa. Padahal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah itu semua adalah sisa-sisa sebuah prosesi penerimaan siswa dahulu yang kerap dilakukan oleh semua sekolah. Saat ini sudah sangat jarang dijumpai hal-hal seperti itu. Orang bilang sudah tidak zamannya lagi ada ajang perpeloncoan dan balas dendam. Sungguh itulah sebuah kemajuan kecil berarti bagi dunia pendidikan. Karena kita yakin tidak ada sebuah manfaat dalam acara itu selain rasa kesal dan dendam. Tidak ada perasaan bangga dan ingin maju jika acara itu masih saja dilakukan. Meski suasana kebersamaan kerap dijadikan alasan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pulalah yang terjadi di sebuah Sekolah Menengah Atas di pinggiran Kabupaten Bogor tepatnya di Kecamatan Gunung Sindur. Sebagai satu-satunya SMA Negeri rujukan semua siswa SMP dalam melanjutkan studinya, merasa terpanggil untuk melakukan sebuah tindakan perbaikan suasana MOS (Masa Orientasi Siswa), kelompok anggota Rohis dan OSIS bekerja sama untuk mensukseskan program ini. Meski suasana ketegangan kerap terjadi, namun itu tidak menjadi semakin berlarut karena kebanyakan isi materi yang diberikan adalah berisi tentang kependidikan. Setidaknya itulah gambaran program kerja dan acara yang akan mereka buat dan laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penomena perubahan program dan acara MOS menjadikan ciri khas dan keseriusan pihak sekolah dalam mengelola siswa barunya. Jikalau MOS tidak terkelola dengan baik, bukan tidak mungkin kedepannya sekolah ini tidak akan berkembang dengan baik karena siswanya tidak merasakan adanya sebuah kebanggaan. Setidaknya ada beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan berkaitan dengan MOS ini yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengenalan Sekolah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan Sekolah adalah meliputi dari pengenalan bagunan fisik hingga meliputi juga tata tertib dan aturan yang berlaku di lingkungan sekolah. Pengenalan ini bersifat mutlak karena berguna dan sangat dibutuhkan para siswa dalam kesehariannya setelah proses belajar berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konsep Cara Belajar yang baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah saran tentang cara belajar merupakan sebuah kebaikan jikalau diajarkan kepada siswa baru. Diharapkan dengan adanya pengenalan tersebut siswa-siswa memiliki sebuah bekal tentang sebuah konsep pembelajaran yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembekalan masalah tingkah laku (behavior or attitude)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang paling penting dari dunia pendidikan adalah masalah perilaku dan sikap. Karena sekolah merupakan tempat siswa belajar, maka selain dari belajar ilmu-ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku juga akan sangat menentukan kesuksesan para pelajar dan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seminar tentang Fenomena yang berkaitan erat dengan dunia Remaja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seiring semakin merajalelanya perilaku-perilaku menyimpang yang rentan di dunia remaja terutama siswa, maka seminar atau pembekalan tentang bahayanya perlu diadakan. Diantara penyimpangan itu seperti : Kenakalan Remaja dalam bentuk tawuran, Penyalahgunaan obat-obatan terlarang hingga Perilaku Seks bebas yang berimbas kepada penyakit HIV / AIDS. Sekolah sebagai sebuah tempat pembelajaran sudah seharusnya bisa memberikan pengarahan dan juga pengawasan terhadap siswa-siswanya dari perilaku-perilaku menyimpang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkenalan Staff Pengajar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan ini meliputi Kepala Sekolah beserta staff guru pengajar dan juga staff TU termasuk penjaga sekolah. Perkenalan yang baik dan penuh suasana kekeluargaan bisa menjadikan siswa tidak sungkan dalam berkomunikasi. Jikalau komunikasi berjalan dengan baik diharapkan kendala dan masalah akan segera terselesaikan dengan baik. Jadikanlah perkenalan ini sebagai ajang silaturahim dalam sebuah keluarga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkenalan Kakak kelas atau Alumni&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang kakak kelas dan Alumni akan dijadikan sebagai tauladan atau contoh bagi adik-adik kelasnya. Akan sangat membantu jikalau dapat dihadirkan seorang sosok dan figur kakak kelas atau alumni yang telah berhasil dalam studinya. Misalnya profil kakak kelas dan senior mereka yang aktif, banyak mengukir prestasi dan telah melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Profil mereka yang begitu sempurna akan sangat berarti dan tertanam di jiwa siswa baru sehingga ada semangat untuk mencontoh. Sehingga tidak ada lagi kamus seorang aktifis namun prestasinya anjlok, yang ada malah sebaliknya, dengan aktif di sekolah menjadikan prestasi mereka semakin cemerlang. Sekolah akan diuntungkan dengan adanya Alumni yang telah berhasil karena akan menjadikan hal itu sebagai sebuah motivasi berharga bagi siswa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Training Motivasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya siswa-siswa baru merasa minder dan malu ketika harus masuk ke lingkungan sekolah yang baru. Jikalau memang diperlukan, dapat pula diadakan sebuah training motivasi (AMT) untuk lebih meningkatkan motivasi dan kemandirian mereka. Adakalanya sekolah mengadakan acara ini di tempat wisata seperti puncak atau pantai. Tentunya akan sangat bermanfaat buat perkembangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu sedikit gambaran tentang MOS sekolah. Jadi sudah saatnya kita tinggalkan yang namanya ajang balas dendam dan perpeloncoan yang hanya akan meninggalkan dendam dan kesia-siaan. Saatnya untuk berubah demi sebuah kemajuan dunia pendidikan kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115320949860115668?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115320949860115668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115320949860115668' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115320949860115668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115320949860115668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/07/ajang-perpeloncoan-dan-balas-dendam.html' title='Ajang Perpeloncoan dan Balas Dendam itu Sudah Lewat'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115318683381281440</id><published>2006-07-18T08:31:00.000+07:00</published><updated>2006-08-25T07:57:19.020+07:00</updated><title type='text'>Kini Giliran Kota Tercintaku Terkena Gempa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/ciamis.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 73px; CURSOR: hand; HEIGHT: 82px" height="173" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/ciamis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sore itu saya dikejutkan oleh berita di sebuah televisi swasta yang mengabarkan terjadinya gempa bumi berkekuatan 6.8 scala rihcher yang mengguncang beberapa daerah di pantai selatan Jawa termasuk kota kelahiran saya Ciamis. Dikabarkan ada 5 orang yang meninggal di pantai Pangandaran, Ciamis tersebut. Mungkin lebih hari ini seperti diberitakan oleh &lt;a href="http://www.liputan6.com/view/7,126005,1,0,1153184803.html" target="blank"&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;SCTV&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Teman kantor saya sempat menelpon mengingatkan kejadian itu yang kemudian membuat saya sedikit panik. Seakan kembali diingatkan dengan kondisi desa dan kota kelahiran yang sudah sekian lama tidak saya kunjungi. Tanpa menunggu komando, langsung saja saya telepon keluarga di rumah. Kepanikan mulai melanda saat HP ibu saya tidak aktif dan juga telepon rumah yang sibuk terus. Tanpa habis fikir, saya kemudian mencoba menghubungi paman, uwa, dan saudara-saudara dekat lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, mereka selamat tanpa ada sedikitpun kerusakan berarti. Tidak seperti di Yogya, gempa ini meskipun sangat kuat namun karena sebentar tidak mengakibatkan kerusakan berarti. Saya hanya terima kabar saudara dari uwak yang tinggal di Pangandaran dikabarkan selamat namun saat ini sedang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;Setelah sekian lama mencoba menghubungi ibu dan bapak saya di rumah, akhirnya bisa juga saya telepon dan menanyakan kabarnya. Konon katanya mereka hanya merasakan sedikit guncangan saat gempa terjadi. Akhirnya percakapan itu berpindah ke topik laen setelah mengetahui kalau mereka sehat dan selamat. Alhamdulillah ya Allah. Engkau masih selamatkan keluarga saya.&lt;br /&gt;Kring…Saya kembali dikejutkan oleh telepon rumah yang berdering dari mertua saya di Cianjur yang menanyakan kabar keluarga di Ciamis. Setelah saya kabarkan bahwa mereka selamat dan sehat karena jauh dari pantai, barulah mertua saya tenang dan bersyukur. Telepon itu akhirnya kami lanjutkan dengan bertegur sapa dan menanyakan kabar keluarga.&lt;br /&gt;Duh Rabbi, teringat kembali saat-saat terjadinya gempa di Yogya beberapa waktu lalu yang sempat memilukan hati karena banyaknya korban yang berjatuhan. Bahkan mungkin teringat juga saudara-saudara kami di Aceh beberapa tahun ke belakang yang dilanda gempa dan gelombang tsunami menewaskan lebih dari 600 ribu orang. Masih terdengar pula bagaimana dahsyatnya musibah air bah dan banjir melanda daerah Sinjai Sulawesi. Dan kini adalah giliran kota kecil tempat saya dilahirkan dan mengisi sedikit waktu kecil dan dewasa yang mengalami sebuah musibah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (QS. Al Baqarah 2 : 155-156)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan kembali diingatkan oleh Allah, bahwa sesungguhnya semua musibah yang datang adalah sepengetahuan dan karena Allah juga yang mentaqdirkannya agar manusia berfikir. Mungkinkah ini juga sebuah azab dan musibah yang diberikan Allah atas semua perilaku dosa dan maksiat yang selama ini kita lakukan? Mudah-mudahan ini hanyalah sebuah teguran atas semua kehilapan kita dalam mengingatnya. Ataukah memang ini adalah ujian bagi orang-orang beriman untuk semakin mempertebal keyakinannya.&lt;br /&gt;Terlepas dari semuanya itu, sesungguhnya kita diajarkan oleh Allah untuk selalu bersabar dan senantiasa yakin bahwa semuanya itu adalah berasal dari Allah dan akan kembali kepada Nya jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, kalaulah sekiranya musibah ini adalah sebuah azab dari Mu, maka kami mohon ampunilah segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat, sehingga Kami tidak akan menerima kembali azab Mu kelak di akhirat nanti.&lt;br /&gt;Ya Allah, kalaulah sekiranya musibah ini adalah sebuah teguran dari Mu, maka maafkanlah segala kehilapan dan kealpaan kami dalam mengingatMu sehingga Kami akan merasakan selalu kedekatan Mu dalam hati ini.&lt;br /&gt;Ya Allah, kalaulah sekiranya musibah ini adalah sebuah ujian dari Mu, maka kami mohon kuatlah keimanan kami sehingga kami akan merasa yakin bahwa Engkau sangat mencintai dan menyayangi kami.&lt;br /&gt;Amien..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115318683381281440?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115318683381281440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115318683381281440' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115318683381281440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115318683381281440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/07/kini-giliran-kota-tercintaku-terkena.html' title='Kini Giliran Kota Tercintaku Terkena Gempa'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115199288759621876</id><published>2006-07-04T13:00:00.000+07:00</published><updated>2006-08-23T09:04:49.610+07:00</updated><title type='text'>Do'a itu Selalu Terucap...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS.Al Furqan : 74)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kembali aku lantunkan sebuah do'a yang senantiasa terucapkan di setiap selesai shalat lima waktu itu. Sebuah do'a pengharapan akan sebuah keluarga yang telah menjadi bagian hidup ini. Seorang Isri dan juga anak-anak yang akan menjadi penghias sebuah kehidupan. Namun ada sisi-sisi perjuangan dan pengabdian untuk bisa memimpin keluarga ini menuju sebuah tujuan akhir "&lt;strong&gt;kebahagiaan&lt;/strong&gt;" baik dunia ataupun akhirat. &lt;br /&gt;Waktu bergulir kian cepat hingga tidak sadar sudah kira-kira dua bulan berlalu sebuah perjalanan pernikahan kami. Sebuah perjalanan cinta yang masih cukup muda, namun ternyata kesannya begitu mendalam. Setidaknya kami memang sedang mencoba menata keluarga ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ucapan selamat kepada Kami seakan tiada henti terus berdatangan. Namun tidak seramai saat awal-awal kami menikah. Sebuah do'a senantiasa terlantunkan sebagai bukti tanda cinta dan kasih sayang saudara-saudara kami. Sungguh sebuah do'a yang cukup indah dan mengandung makna yang cukup dalam. Sesungguhnya kami menikah karena memang kami telah ditetapkan Allah sebagai pasangan jiwa yang sama-sama telah berjanji untuk saling menjaga dan menasihati di jalan Allah. Mudah-mudahan kami bisa rengkuh semua kebahagian itu. &lt;br /&gt;Sebuah perbedaan kian terasa saat-saat awal memasuki gerbang pernikahan ini. Karena pelabuhan hati dan tambatan jiwa yang selama ini dicari telah hadir di depan mata untuk direngkuh. Ucapan cinta seakan menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan ini. Kasih sayang adalah pengikat hati dan jiwa untuk selalu saling berbagi. Senda gurau dan gelak tawa yang selalu mengandung ibadah. Ah indahnya.... &lt;br /&gt;Memang benar apa yang dikatakan orang tua dulu. &lt;em&gt;Menikahlah, niscaya akan kamu rasakan kenikmatannya&lt;/em&gt;. Kenikmatan menikah memang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang memang menjalaninya. Setidaknya itulah yang sedang kami rasakan. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah berkahilah pernikahan kami ini, kuatkanlah ikatan cinta kami dan berikanlah karunia Mu agar kami bisa senantiasa ada dalam jalan Mu. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115199288759621876?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115199288759621876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115199288759621876' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115199288759621876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115199288759621876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/07/doa-itu-selalu-terucap.html' title='Do&apos;a itu Selalu Terucap...'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115147348880354373</id><published>2006-06-28T12:43:00.000+07:00</published><updated>2006-06-30T08:31:00.220+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Jika Saling Mengalah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;"Geddubbrrakkk"&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Sebuah tambrakan terjadi di sebuah pertigaan di daerah pinggiran Tangerang. Sebuah bus 3/4 menabrak motor. Bus dengan laju yang agak lambat itu seakan meminta izin kepada semua pengguna jalan kalau akan membelok ke kanan. Namun tanpa disadari, ada sebuah motor berpenumpang menyalip dengan laju kencang. Kontan bus yang tidak sempat mengerem itu menabrak motor hingga jatuh. Tidak ada yang terluka, hanya motor jatuh menyisakan sedikit goresan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;"Turun......!!!!!"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Teriak pengendara motor dengan nada tinggi kepada sopir bus tanpa memperdulikan permintaan sopir bus yang ingin memarkirkan dulu bus nya ke posisi aman agar tidak mengganggu lalu lintas. Adu mulut pun terjadi antara mereka. Supir bus dapat kembali untuk memarkirkan bus ke posisi yang aman. Setelah itu.. Kembali mereka beradu mulut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Karena kesal menunggu lama tanpa ada kejelasan. Para penumpang yang kebanyakan ibu-ibu yang akan kerja itu mulai resah dan berteriak menyalahkan pengendara motor. Bahkan ada ibu yang berani turun sembari berteriak marah kepada pengendara motor itu. Tidak tahu bagaimana akhirnya, yang jelas bus kembali jalan tanpa tahu lebih jelas penyelesainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#3333ff;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Astagfirullah, Masya Allah, Allahu Akbar.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Komat kamit saya lapadzkan dzikir kepada Allah melihat semua kejadian barusan. Saya memang sedang berada di dalam bus itu saat akan berangkat kerja pagi itu. Kejadian itu sungguh sangat mengangetkan dan sempat membuyarkan konsentrasi saat asyik membaca buku. Tidak habis fikir kenapa harus dengan marah-marah ya? Apa tidak sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik dan kepala dingin. Kemana lagi ya sikap orang Indonesia yang katanya ramah dan murah senyum. Apakah karena tuntutan hidup ataukah memang kondisi daerah pinggiran kota yang menuntut seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Sungguh sangat berbeda sekali dengan sikap Rasulullah. Beliau selalu balas dengan senyuman dan perbuatan baik kepada orang-orang kafir yang memarahi atau bahkan yang ingin mencelakakannya. Ya Allah kapan kita bisa mencotoh perilaku Beliau yang agung itu? Atau sikap para shahabat yang dengan jiwa lapang merelakan air minumnya diberikan kepada shahabat lainnya saat ajal hendak menjemput pada saat perang. Sungguh luhur sekali jiwa mereka hingga disaat sedang sangat membutuhkan pun mereka masih bisa memikirkan shahabatnya yang laen. Andai kita bisa seperti mereka.. duh robbi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Teringat kembali bagaimana bunyi butir-butir pancasila saat-saat belajar PMP (Pendidikan Moral Pancasila) di bangku SD 15 tahun yang lalu. Alangkah rindunya dengan kondisi bangsa dan negara yang adem, tentram serta sejahtera. Masihkah ada budaya saling mengalah dan mendahulukan kepentingan orang lain itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Pernah membaca sebuah artikel, bagaimana kondisi lalu lintas di negara tetangga Malaysia. Sungguh sangat berbeda katanya. Disana semua orang sangat patuh dengan peraturan lalu lintas. Tidak ada salip menyalip, semua orang sadar dengan aturan sehingga akan budaya saling mengalah dan mendahulukan orang lain sangat terasa. Sampai-sampai kalau ada yang akan berbelok ke kanan akan menunggu mobil dari seberangnya habis dan selesai melewatinya. Bagaimana mereka bisa sampai seperti itu ya? Yang jelas katanya karena penegak hukum (Polisi atau dalam bahasa Malaysia Polis) benar-benar konsisten menjalankan aturannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Kira-kira kapan ya Indonesia bisa seperti itu? Ternyata memang masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang masih harus kita kerjakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115147348880354373?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115147348880354373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115147348880354373' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115147348880354373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115147348880354373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/06/indahnya-jika-saling-mengalah.html' title='Indahnya Jika Saling Mengalah'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115085269535130730</id><published>2006-06-21T08:15:00.000+07:00</published><updated>2006-06-30T08:30:40.346+07:00</updated><title type='text'>Akan Kemanakah Mereka Melangkah..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/anaksekolah.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 183px" height="147" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/anaksekolah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;“Hore.. akhirnya aku lulus….”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Teriakan dan jeritan tanda sebuah kemenangan terdengar di area sekolah tingkat atas. Reni dan kawan-kawan sesama kelas tiga merayakan sebuah kemenangan sebagai tanda kelulusan dan akhir dari masa belajar di sekolah itu. Seakan terasa seperti mendapatkan anugrah yang paling berharga, mengingat sulit dan tingginya standard kelulusan yang ditetapkan.&lt;br /&gt;Tak urung sebuah tradisi merayakan kelulusan kembali digelar. Tanpa perduli dengan nasihat orang tua dan guru maupun cibiran masyarakat sekitar, mereka kembali berkumpul berteriak-teriak kegirangan. Tak lupa cat warna-warni menghiasi baju dan celana yang dikenakan. Tak ayal, rambut, wajah serta tangan pun terkena imbas dari aksi coret-mencoret itu. Tak cukup dengan itu, tembok di pinggir jalan dengan tanpa ampun harus menerima luapan emosi mereka dengan kembali tercoreng tulisan-tulisan tidak jelas.&lt;br /&gt;Belum puas dengan hal itu, Reni dan kawan-kawan yang kebanyakan cowok itu akhirnya turun ke jalan dengan kendaraan roda dua mereka. Ajang kebut-kebutan dan salip-menyalip diantara mereka seakan melengkapi kebahagian mereka. Tak perduli lagi dengan cemoohan dan umpatan sopir serta pengguna jalan lainnya sebagai ucapan tanda kekesalan. "&lt;em&gt;Mereka pikir jalanan ini punya Bapak mereka apa?",&lt;/em&gt; ungkap para sopir kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Mak, kata pak Guru aku lulus sekolah. Tadi pagi pengumumannya sudah diberikan.”&lt;/em&gt; Teriak Ahmad kepada emaknya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Alhamdulillah nduk, akhirnya kamu lulus sekolah”&lt;/em&gt; ungkapan syukur dari seorang Ibu yang sudah berumur.&lt;br /&gt;Ucapan itu yang didapatkan Ahmad dari emaknya. Tidak ada pelukan mesra ataupun bingkisan hadiah, apalagi selamatan seperti halnya yang dilakukan teman-temannya. Tidak terpikir bagaimana kelanjutan studinya. Meskipun tadi Ahmad mendapatkan kabar dari gurunya bahwa dirinya telah diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Bogor lewat jalur PMDK, namun hal itu tidak menjadikan dirinya senang ataupun bahagia. Yang terbayang adalah sebuah kebingungan. Jikalau peluang PMDK itu diambil, darimana ia dapatkan biayanya.&lt;br /&gt;Yang terbayang dalam benaknya adalah bagaimana bisa bekerja membantu emaknya agar bisa mendapatkan uang untuk biaya sekolah adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.&lt;br /&gt;Ahmad kembali teringat bagaimana sulitnya bertahan dan melanjutkan studinya di SMA sekarang ini. Kalau bukan karena kebaikan Guru dan Kepala sekolahnya, mungkin Ahmad sudah berhenti dan tidak melanjutkan lagi sekolahnya. Dikarenakan Ahmad selalu dapat rangking pertama di kelasnya, akhirnya di diberikan fasilitas bebas biaya spp dan beasiswa demi mendukung belajarnya.&lt;br /&gt;Tidak ada keberanian pada diri Ahmad untuk mengungkapkan berita diterimanya dia di PTN lewat PMDK kepada emaknya. Biarlah, mungkin itu bukan rezekinya. Kalau sekiranya Allah mentakdirkan dirinya kuliah, pastilah nanti ada jalan keluarnya, gumannya menenangkan gejolak hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kamu pokoknya harus ikut bimbingan belajar di Jakarta, Papa dan Mamah sudah siapkan semuanya. Kamu tinggal dengan Om dan tante disana. Kamu harus rajin belajar biar bisa lulus ujian masuk PTN.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dengan terpaksa Dani menganggukan kepala tanda setuju atas perintah orang tuanya. Dia tahu betapa sulitnya masuk ke PTN idamannya. Beberapa waktu yang lalu memang pernah dia coba untuk ikutan PMDK, namun ternyata tidak lulus.&lt;br /&gt;Seakan merasa terbebani dengan kehendak orang tua, terpaksa Dani kembali berkutat dengan buku pelajarannya demi sebuah cita-cita yang mulia. Ingin rasanya untuk sedikit bernafas dan menghibur diri setelah sekian lama berjibaku menghadapi tes akhir sekolah yang terus menerus. Namun keaadaan berkata lain. Dia harus berjuang kembali dengan sedikit melupakan kesenangan dan waktu istirahatnya, meskipun hati kecilnya selalu menginginkannya.&lt;br /&gt;Dia memang harus bersyukur, dia masih diberikan kesempatan oleh orang tuanya untuk ikut bimbel dengan harga mahal. Bagaimana dengan teman-teman lainnya. Kadang untuk bayar SPP pun mereka sering sekali menunggak. Duh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sedikit gambaran kondisi para remaja lulusan Sekolah Menengah Atas saat selesai menghadapi kelulusan. Ada sebuah perasaan senang dan gembira, namun juga ada perasaan cemas dan bimbang. Perasaan senang karena telah lulus dan menamatkan sekolah, namun setelah itu ada pertanyaan lain yang harus dijawab. Setelah ini saya mau kemana ya?&lt;br /&gt;Rata-rata yang sempat ditanya selalu menjawab dengan bingung, sampai-sampai ada yagn bilang bagaimana nanti saja akh. Padahal yang baik adalah nanti bagaimana? Setidaknya ini pulalah yang melanda beberapa siswa Sekolah Menengah Atas di pelosok kabupaten Bogor. Ketika ditanya rata-rata mereka menjawab kalau tidak kuliah ya mungkin akan bekerja atau mungkin nganggur di rumah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;Sebenarnya secara umum ada tiga gambaran yang mungkin untuk menjawab itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;strong&gt;Kuliah atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;/strong&gt; Kuliah atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi merupakan cita-cita sebagian atau mungkin semua siswa SMA. Mereka berfikir jikalau kuliah rasanya senang. Mereka merasa lebih dewasa, lebih memiliki existensi dan juga lebih bergengsi. Namanya juga Mahasiswa, ya nggak?Dalam melanjutkan studi atau kuliah sebaiknya ditentukan jurusan yang diambil, tempat kuliah dll. Jurusan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam kuliah. Jikalau tidak meminati jurusan yang ada, biasanya kuliahnya juga akan sedikit terpaksa dan tidak bisa menikmati. Sedangkan tempat kuliah adalah menjadi prioritas selanjutnya. Meskipun rata-rata Perguruan Tinggi Negeri menjadi tujuan utama, namun perlu juga difikirkan dengan cita-cita dan minat. Jangan-jangan karena ego atau desakan orang tua, dengan terpaksa diambil jurusan tertentu di PTN. Akhirnya yang ada adalah keterpaksaan dan proses belajar yang kurang mendalam. Yang paling baik adalah dengan menentukan cita-cita. Misalnya cita-cita menjadi Dokter Specialis Jantung, tentunya akan mencari tempat kuliah yang cocok seperti di UI, UNPAD, UGM dll. Tidak mungkin mengambil di ITB atau IPB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Bekerja atau wirausaha untuk menghasilkan uang.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;Alasan lainnya adalah segera bekerja atau wirausaha agar menghasilkan uang. Jalan ini juga sebenarnya adalah baik. Namun perlu dicatat jikalau memang ingin bekerja, tentunya harus ada persiapan dahulu. Cobalah cari tempat bekerja yang cocok. Jangan hanya karena sudah dapat posisi baik, langsung diambil tapi ternyata tidak cocok. Sebagai gambaran, biasanya lulusan SMA lebih sering menduduki posisi level bawah. Konsekuensi inilah yang harus diterima. Apalagi SMA, karena sifatnya umum, jadinya harus sedikit selektif.Untuk yang ingin wira usaha, harus ditentukan terlebih dahulu bidang apa yang akan digeluti. Syukur-syukur kalau memang sudah ada peluang dengan meneruskan usaha orang tua misalnya. Namun kalau tidak ada, pastinya agak sedikit sulit kecuali ada partner yang mau diajak kerja sama. Yang jelas jangan jadi pengamen or pengemis ya..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;strong&gt;Alasan lainnya (menganggur, dll). &lt;/strong&gt;Ada sebuah alasan lainnya selain kedua hal tersebut diatas. Ada yang mungkin menjawab tidak tahu harus bagaimana menyikapi kegiatan setelah lulus dikarenakan tidak mempunyai tujuan yang jelas. Merekalah yang biasanya terlalu pasrah dengan nasib dan keaadaan. Tidak ada sedikit pun sebuah keinginan untuk maju ataupun berubah demi sebuah kebaikan. Mereka hanya akan menjawab menjadi Pengacara (Pengangguran banyak acara.. red). Tidak baik menjadi seorang pengangguran, karena selain menghabiskan waktu dan kesempatan, biasanya yang ada adalah menjadi beban bagi orang tua ataupun yang lainnya. Sebaiknya isilah waktu-waktu kosong dengan kegiatan yang bermanfaat. Bagi mereka yang memiliki orang tua ataupun saudaranya yang bekerja wira usaha, mungkin bisa ikut membantu sekalian belajar berusaha. Tetapi jika tidak mungkin, cobalah isi dengan kegiatan bermanfaat seperti aktif di masyarakat ataupun remaja masjid, membaca, diskusi dengan teman dll. Dengan keaktifan tersebut diharapkan tidak ada istilah waktu terbuang percuma disamping juga akan melatih kemampuan laiinya selain belajar di sekolah seperti organisasi ataupun kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Jikalau waktu dan pikiran tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, biasanya yang terjadi adalah sebuah kemalasan yang berakibat pada tidak berdayanya kemampuan yang sebelumnya pernah didapatkan. Seorang manusia pada hakikatnya akan semakin pintar dan maju jikalau kemapuan dan pemahamannya selalu dilatih dan diasah dengan sebuah masalah ataupun tantangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#333399;"&gt;So.. Hari ini tidak ada lagi sebuah kebingungan ketika ditanya setelah lulus mau kemana dan mau melakukan apa. Sebuah jawaban mantap dan penuh kepastian serta harapan akan terucap, &lt;em&gt;“Saya akan … (melanjutkan sekolah, kerja atau…).” &lt;/em&gt;Tidak akan ada lagi jawaban, &lt;em&gt;“Saya tidak tahu, gimana nanti saja dech.”.&lt;/em&gt; Seorang remaja sebagai tulang punggung generasi mendatang tentunya harus memiliki visi dan misi yang jelas tentang kehidupannya. Sehingga tidak akan ada lagi seorang remaja yang kebingungan kemanakah dia akan melangkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115085269535130730?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115085269535130730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115085269535130730' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115085269535130730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115085269535130730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/06/akan-kemanakah-mereka-melangkah.html' title='Akan Kemanakah Mereka Melangkah..'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115016498605149717</id><published>2006-06-13T09:04:00.000+07:00</published><updated>2006-06-30T08:31:57.680+07:00</updated><title type='text'>Teringat Kembali Saat-saat itu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Teringat kembali saat-saat kecil ketika akan masuk sekolah dasar. Tangisan pilu dan memekakan telinga seakan meminta sebuah perlindungan kepada ibu yang dengan teganya meninggalkanku di tengah keramaian orang-orang yang tidak aku kenal. Sapa mesra dan dekapan ibu saat itu adalah obat yang mujarab pereda tangisan manja.&lt;br /&gt;Namun setelah itu, seakan terlupakan apa yang telah terjadi. Ocehan dan obrolan serius menghiasi ruangan kelas saat ibu guru memulai sebuah pelajaran membaca dan menulis.&lt;br /&gt;“ini ibu budi” kata bu Guru dengan lantangnya menunjukan sebuah tulisan di papan tulis yang kemudian diikuti oleh murid-muridnya.&lt;br /&gt;Gelak tawa dan keramaian kelas kembali lagi terdengar saat lonceng tanda pelajaran selesai. Pegangan erat tangan 3 orang anak kecil itu seakan menandakan sebuah persahabatan baru yang telah terbentuk. “Maen ke rumahku yuk!” ajak seorang anak dan langsung disambut dengan anggukan kepala tanda setuju dan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saat-saat memulai sebuah tingkatan belajar yang lebih tinggi. Capek, lelah dan letih seakan menghiasi saat-saat Penataran P4 dan Pengenalan Sekolah. Ocehan dan teriakan memekakan telinga kembali terdengar saat seorang orator meneriakan sebuah perintah untuk segera berbaris. Diiringi dengan sebuah ketegangan, emosi dan kelelahan yang sangat semua peserta dengan sigap berlari ke lapangan upacara. Tidak cukup dengan suara memekik, hukuman dan sangsi senantiasa diberikan kepada yang tidak mematuhi perintah. Meski tidak mengerti, diri ini pun terkena sebuah hukuman atas ketelodoran saat tidak memperhatikan perintah akibat lelah dan capek yang amat sangat.&lt;br /&gt;“Duh robbi kapan ujian ini berakhir” keluhku saat itu. Namun sepertinya itu tidak berakhir hingga bel tanda akhir pelajaran dan Ospek hari itu berbunyi seakan memberikan angin segar di saat cuaca benar-benar panas menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saat-saat ketika tanda kelulusan disandang sebagai sebuah bukti akan kemampuan diri menyelesaikan semua ujian yang diberikan. Julukan seorang pelajar yang senatiasa lekat dalam diri seakan-akan dengan mudahnya pudar dan menghilang tergantikan sebuah sebutan yang cukup bergengsi “mahasiswa”.&lt;br /&gt;Duh apakah mampu diriku ini menjadi seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi yang diinginkan? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu muncul dan selalu menjadi boomerang untuk segera dijawab dengan sebuah bukti nyata diterimanya diri ini di tempat belajar yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;“Ya Allah, izinkan hambamu ini untuk dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang ada.” Sebuah pengharapan yang begitu kuat dan tertuju hanya kepada Nya. Memang hanya Dia yang mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saat-saat menyusuri jalan-jalan dan gang-gang kecil di malam hari ketika harus mencari sebuah tanda perkenalan dengan kakak senior. Sebuah ketakutan dan ketegangan selalu menyertai seakan-akan hidup penuh ancaman dan hukuman. Suasana Ospek mahasiswa baru di sebuah kampus hijau. Di kala diri ini belum seutuhnya mengenal apa itu Kampus, Kuliah, dosen ataupun bahasa-bahasa lainnya dalam kamus Perguruan Tinggi, ternyata harus dihadapkan kepada sebuah kondisi yang sulit dalam suasana penuh ketegangan Masa Orientasi.&lt;br /&gt;Allahu rabbi hamba merasakan sulitnya hidup jikalau engkau tidak ada dalam hati ini. Hanya Engkau yang selalu bersemayam sebagai tumpuan harapan dan do’a.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#330099;"&gt;Teringat kembali saat-saat ujian seminar dan sidang sebagai gerbang awal menuju sebuah pencapaian gelar sarjana. Suasana tegang, lelah, letih dan capek dikarenakan kurang istirahat akibat mengejar target dan tugas yang harus selesai tepat waktunya jika ingin segera menyelesaikan kuliah. Detik demi detik terasa begitu lama. Jantung serasa berhenti berdetak sesaat sebelum dipanggil ke sebuah arena perjuangan yang penuh dengan romantika dan godaan demi mempertahankan sebuah ide dan pendapat dalam “skripsi”.&lt;br /&gt;Tak terasa 3 jam sudah aku berada di dalam ruangan itu. Meskipun ruangan itu ber AC, ternyata tidak mampu mendinginkan suasana hati dan pikiran. Menunggu ternyata merupakan hal yang sangat-sangat tidak disukai, terutama menunggu hasil dari ujian sidang sebagai penentuan sebuah kemenangan dalam medah perjuangan mahasiswa.&lt;br /&gt;Allah kuatkan hamba dalam menerima semua keputusan Mu. Hamba yakin semuanya adalah yang terbaik menurut Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saat-saat pertama memakai dasi dan kemeja panjang dihadapan seorang professional ketika sebuah prosesi interview mengawali sebuah perjalanan karir diriku. Ketegangan dan kebingungan kembali mendera seakan-akan dunia ini serasa sempit. Pertanyaan-pertanyaan itu rasanya sulit sekali untuk dijawab, apalagi ketika terpaksa harus dijawab dengan bahasa yang cukup memukau semua komunitas dunia, Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Meskipun terkadang idealisme terkalahkan dengan sebuah kondisi, namun seorang manusia tetaplah hamba yang selalu berharap daripada Rabbnya. Ya Allah kalau tempat ini baik sebagai tempat hamba berkiprah dan bekerja, mohon izinkanlah hamba untuk masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saat-saat harus berhadapan dengan para kolega dan partner kerja. Apalagi ketika harus berhadapan dengan sebuah sikap tegas dan pasti akan sebuah solusi permasalahan yang timbul ketika sebuah hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tekanan hidup seakan menjadi sebuah resiko pekerjaan yang kerap mendera setiap langkah dan karya yang ada. Diri ini rasanya tidak sanggup lama bertahan dengan kondisi seperti ini. Sebuah kondisi yang sepertinya tidak kondusif buat berkarya dan berkreasi. Selalu saja ada sebuah kata penolakan meskipun halus dengan tidak digubrisnya ide-ide diri ini.&lt;br /&gt;Apakah salah diri ini ketika ingin berusaha memperbaiki yang ada? Duh Rabbi, sesungguhnya hanya Engkau yang maha mengetahui apa yang telah hamba lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saat-saat sebuah kekecewaan kembali mendera dan menghampiri diri seriring dengan berlalunya orang-orang yang senantiasa memberikan support dan motivasi dalam bekerja. Betapa tidak merekalah orang-orang besar yang telah berhasil menorehkan kesan baik ataupun buruk secara mendalam. Hanya merekalah yang mengetahui sebuah prestasi ataupun sebuah perjuangan hidup yang telah digoreskan dalam sebuah penilaian. Namun sayang, semuanya berlalu seiring dengan berlalunya keberadaan mereka yang tergantikan dengan yang lain. Ingin rasanya hati ini melakukan sebuah pembelaan disaat lembaran itu terkesan tidak objective dan professional. Namun apalah arti sebuah rintihan jikalau tidak bisa membuktikan lewat sebuah bukti nyata.&lt;br /&gt;Rabb. Apakah salah diri ini meminta sebuah hak dan penghargaan atas apa-apa yang telah kami perbuat dengan kesungguhan diri, keikhlasan hati serta semangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saat-saat tergadaikannya sebuah harapan maju. Sebuah teguran seakan menjadi sebuah tanda kelemahan diri. Dan ternyata sebuah kata-kata berat dan berarti tidaklah menjadikan sebuah pelerai atas sebuah permohonan maaf. Memang benar, di saat diri ini lemah dan sulit, akan sangat mudah dan rentan untuk selalu terpojok meski hanya karena sebuah tindakan kesalahan kecil yang tidak disengaja. Apakah ini sebuah pertanda akan berakhirnya sebuah pengorbanan dan perjuangan?&lt;br /&gt;Rabb, Jangan timpakan ujian yang tidak sanggup hamba pikul dan terima. Sungguh berat hati ini untuk senantiasa dingin dan ikhlas menerima cobaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saat-saat tetesan air mata berderai sebagai sebuah tanda pengampunan dan perharapan kepada Mu ya Allah pada sujud-sujud panjang di sepertiga malam terakhir. Ingin rasanya hamba ini merasakan indahnya selalu bersama dengan Mu. Namun ternyata diri ini sepertinya tidak adil. Di saat-saat diri ini senang dan bahagia, Engkau terkadang dilupakan. Namun disaat diri ini dipenuhi dengan ujian berat, ternyata hanya Engkaulah tempat hamba mencurakan semua kesalahan dan kedhoifan diri. Ya Allah tolong ampuni hambamu yang lemah ini. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115016498605149717?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115016498605149717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115016498605149717' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115016498605149717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115016498605149717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/06/teringat-kembali-saat-saat-itu.html' title='Teringat Kembali Saat-saat itu'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-115009208454039189</id><published>2006-06-12T12:31:00.000+07:00</published><updated>2006-06-30T08:32:46.516+07:00</updated><title type='text'>Perubahan yang Berarti</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Mam, kamu berubah loh. Biasanya kamu sering rame, sering bercanda dan juga aktif. Kok sekarang jadi pendiam, bicara secukupnya dan jadi sering ke mesjid. Ada apa sih?" Seorang teman menilai diriku saat selesai ujian semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubah? Sebuah pertanyaan itu kembali memusingkan pikiranku. Ada apa dengan diriku ini ya? Selama ini perasaan tidak ada yang berbeda. Aku kembali mengingat-ingat kenapa temanku bisa bersikap seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu selepas Shalat Jum'at aku diajak seorang teman untuk ikut sebuah kajian di masjid kampus. Dikarenakan kuliah baru ada lagi jam 15.00, akhirnya aku iyakan saja, itung-itung nunggu waktu kuliah ah. Daripada pulang ke tempat kos yang lumayan jauh, mendingan juga nunggu di masjid kampus, adem lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebuah kajian keislaman yang mengambil tema tentang Dunia Islam sepertinya biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa menurutku, toh semenjak SMA juga aku sering baca buku dan majalah Islam. Namun di akhir acara ada sebuah pengelompokan dan juga diskusi membahas masalah tadi. Wah seru juga fikirku. Mulailah sebuah diskusi kelompok itu dengan dipandu oleh seorang moderator. Moderator ini belakangan aku ketahui ternyata adalah kakak kelasku berbeda 2 tingkat. Wah seneng juga ya bisa kenalan, kan kalau ada masalah bisa minta tolong dia (maksudnya masalah kuliah gitu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang temanku kembali kemukakan argumennya. Dia tetap bersikukuh bahwa kita tidak harus memikirkan nasib bangsa laen seperti Palestina dll, toh di Indonesia juga masih banyak yang belum baik. So mendingan kita fikirkan aja tuh bagaimana caranya berantas korupsi dan juga pornografi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Argumen-argumen serta pendapat-pendapat semuanya dijawab oleh kakak kelasku ini dengan tenang dan bijaksana. Tidak ada sebuah kata-kata yang emosional saat itu, beliau hanya menyunggingkan sebuah senyuman kala salah satu peserta begitu emosionalnya berpendapat.&lt;br /&gt;Akhirnya karena waktunya sudah mepet dan aku juga harus segera masuk, diskusi sementara waktu ditunda dan kita berjanji untuk kembali melanjutkannya di tempat yang sama minggu depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi demi diskusi kembali diadakan. Materi yang dibahas semakin seru dan menantang. Kami semua merasa semangat sekali untuk terus mencari informasi yang ada. Hingga suatu hari saat pertemuan berlangsung, kakak kelasku ini berinisiatif untuk mengadakan kajian materi keislaman saja. Kita sih oke-oke saja tuch, apalagi kan bisa ketemu teman-teman.&lt;br /&gt;Materi-materi keislaman mulai disampaikan, kita jadi semakin mengerti apa itu Islam, pertanyaan demi pertanyaan selalu dijawabnya dengan penuh bijaksana. Teman-teman semakin merasakan ternyata Islam itu begitu indahnya mengatur semua kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa sudah 3 bulan kajian itu berlangsung. Ada sebuah tekad yang timbul saat itu untuk memulai sebuah perubahan yang berarti. Sebuah perubahan pola hidup dan jati diri. Kami memulai dengan hal-hal kecil. Saat ketemu ucapan salam serta jabat tangan erat selalu menghiasinya. Ucapan do'a selalu terlontar dari mulut ini saat melihat fenomena-fenomena yang ada.&lt;br /&gt;Betapa indahnya hidup saat itu. Setiap hari sebuah ucapan salam, jabatan tangan erat, ucapan do'a serta sebuah senyuman senantiasa hadir dalam setiap langkah dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ikatan persaudaraan sebagai sesama seorang muslim kian terbangun setelah sekian lama bertemu, bekerja sama dan juga setelah saling memahami. Seorang teman pasti akan selalu menanyakan kabar ataupun masalahnya kepada saudaranya yang lain. Serasa seperti sebuah keluarga sendiri, semuanya terasa begitu indah. Seperti halnya sahabat anshar yang dengan penuh keikhlasan merelakan sebagian hartanya untuk saudaranya sahabat muhajirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selamat jalan sahabatku, semoga kau temukan sebuah kedamaian dalam sebuah perjuangan. Semoga kita bisa dipertemukan kembali dalam sebuah kebaikan dan juga di dalam jannah Nya. Mari saling medo'akan semoga kita bisa menjaga diri dan agama ini. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jabatan mesra serta pelukan yang kuat dengan linangan air mata dan hati yang sedikit terharu mengiringi sebuah kepergian para mujahid-mujahid islam saat telah menyelesaikan studi di kampus hijau itu. Sebuah dekapan mesra seakan mengingatkan kembali bagaimana kuatnya sebuah ikatan ukhuwah dalam menghadapi berbagai macam cobaan, deraan, cemoohan hingga mungkin sebuah pengucilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah komunitas baru terbentuk sudah di sebuah kampus itu. Komunitas dimana berkumpul orang-orang yang penuh dengan semangat perjuangan demi mencapai sebuah kemenangan Islam. Sebuah komunitas yang senantiasa menjadikan Allah sebagai tujuan utama, Al Qur'an sebagai pedoman hidup, Rasulullah sebagai tauladan serta Muslimin dan Muslimat sebagai teman hidup. Memang aneh dan unik dengan komunitas ini. Di tengah hingar bingar dan gegap gempita kehidupan perkotaan yang penuh dengan kesenangan dan hedonis, mereka malah menyibukan diri di dalam gedung yang tidak kalah megahnya yaitu Masjid. Merekalah komunitas yang senantiasa cinta dengan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/mesjid1.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 128px; CURSOR: hand; HEIGHT: 125px" height="142" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/mesjid1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-115009208454039189?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/115009208454039189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=115009208454039189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115009208454039189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/115009208454039189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/06/perubahan-yang-berarti.html' title='Perubahan yang Berarti'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28976245.post-114903722787113617</id><published>2006-05-31T07:48:00.000+07:00</published><updated>2006-06-30T07:57:46.060+07:00</updated><title type='text'>Akhir Penantian dari Sebuah Pencarian</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.geocities.com/imam_fathur/Cherry.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:#000066;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 142px; CURSOR: hand; HEIGHT: 156px" height="148" alt="" src="http://www.geocities.com/imam_fathur/Cherry.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:#000066;"&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21). Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26). Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;“Ass. Mohon do’a dan kehadirannya, Walimatul Ursy … Ahad, …. di Tasikmalaya. Jzklh”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg.. sebuah pesan singkat dari HP Nokia 6610ku baru saja dibaca. Seorang pengirim yang sudah lama tidak bersua dan berkomunikasi mengirimkan sebuah kabar gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat 6 bulan yang lalu saat saya sempatkan bertemu beliau di daerah kaki gunung Galunggung. Kita saat itu sempat bertegur sapa serta mencurahkan isi hati terutama masalah yang satu ini. Ternyata kita memang sudah saatnya untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Pertemuan itu diakhiri dengan ucapan do’a agar masing-masing segera dipertemukan dengan jodohnya. Ah.. sungguh indah do’a itu. Ternyata Allah mentakdirkan beliau terlebih dahulu melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ucapan syukur dan do’a untuk saudaraku langsung terlontar dengan sendirinya dari mulutku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wass. Barakallah akhi ane do’akan semoga lancar dan semoga bisa membangun keluarga samara. Do’akan agar ane bisa segera menyusul. Afwan ane tdk bisa datang, ins.A laen waktu ane akan silaturahim. Jzklh”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;“Ass. Akh, sabtu besok kita ada rapat walimah Akh.. di rumah Ust.. Antum dimhn u datang. Wass”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pesan singkat itu sengaja saya kirimkan ke teman-teman mengabarkan pertemuan untuk membahas masalah walimahan salah satu teman yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Kebetulan saya ditunjuk sebagai ketua untuk acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya rapat berlangsung, teman-teman semuanya hadir termasuk calon pengantennya. Rapat yang penuh kehangatan serta sedikit canda tawa tersebut membicarakan beberapa agenda yang harus dilakukan. Ada sebuah perasaan syukur dan do’a yang terlontar diantara rekan-rekan saat itu. Karena kebanyakan yang hadir saat itu adalah yang masih ”sendiri”, jadinya benar-benar ramai dengan canda serta tawa menggoda calon penganten.&lt;br /&gt;Seorang teman yang kocak sampai berkata &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;“ayo siapa yang akan nyusul harap ngisi absen dulu, maklum antriannya banyak nih.”&lt;br /&gt;“Siapa sih yang nggak mau nikah?”&lt;/em&gt; sahutku dengan semangatnya hingga teman-teman menggodaku bahwa berikutnya adalah saya yang akan menyusul untuk menikah. Amien. Jawabanku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Mam, antum dapat salam dari mertua saya, beliau menanyakan kabar antum tuch. Terus katanya udah nikah apa belum?”&lt;/em&gt; seorang teman berkata saat bertemu di acara Dauroh Tarqiyah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wa’alaikumsalam wr.wb.”&lt;/em&gt; Jawabku secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira 4 bulan saya tidak ketemu dengannya, tepatnya saat dia menikah dan saya menjadi panitia tepatnya menjadi MC pada saat acara walimahannya. Saya tertegun mengingat Bapak mertuanya itu. Bapak yang teduh dan penuh dengan kharisma. Tidak menyesal saya mengenal sosoknya. Saat itu memang hanya saya yang sering diajak ngobrol dengannya dibandingkan dengan teman-teman panitia lainnya. Sampai-sampai beliau sempat menanyakan segala macam tentang saya termasuk sudah menikah atau belum. Saya ingat betul bagaimana nasihat beliau kepada saya untuk segera menikah karena beliau melihat saya sudah matang dan wajib untuk segera menikah. Deg. Hati saya bergetar saat beliau berkata seperti itu. Akhirnya saya hanya bisa minta do’anya agar segera bisa melangkah ke gerbang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:#000066;"&gt;“Akh, antum bisa datang ke rumah ana malam ini? Jzklh”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan singkat, dan benar-benar singkat itu ternyata memiliki arti yang cukup dalam di hati ini. Pesan itu dikirimkan oleh guru ngaji saya. Sempat menebak-nebak gerangan ada apa hingga saya disuruh untuk ke rumahnya. Hari itu saya sempat melamun di kantor, ada apa ya? Tidak biasanya beliau memanggil mendadak seperti ini. Seorang guru ngaji yang sosoknya sudah saya anggap sebagai seorang Bapak hingga saya dan teman-teman menyebutnya “ABI” sebutan bapak dalam bahasa arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu saya diajak ngobrol berbagai macam topik diantaranya tentang kerjaan, keluarga hingga akhirnya beliau menanyakan tentang kesiapan menikah. Deg. kembali hati ini bergetar. Teringat do’a yang selalu terucap di sujud panjang sepertiga malam terakhir, do’a dari teman serta yang lainnya. Teringat kembali kenangan-kenangan yang pernah dialami. Apakah ini adalah saatnya saya untuk segera menggenapkan setengah dien itu? Sebelum sempat menjawab, beliau kembali bercerita bagaimana proses pernikahan beliau dengan istrinya yang penuh kenangan serta hikmah yang banyak. Tertunduk saya saat itu, malu nian diri ini. Kebingungan mulai mendera, apakah saya jawab ya ataukah tidak. Dengan bijaksananya akhirnya beliau memberikan nasihat tentang da’wah, pernikahan serta jama’ah. Nasihat panjang hanya bisa saya dengarkan sambil sesekali menganggukan kepala tanda setuju.&lt;br /&gt;Setelah sekian lama mengobrol, akhirnya tiba juga saat saya menjawab pertanyaan itu. Dengan hati yang masih bimbang dan bergetar akhirnya jawaban tanda setuju terlontar sudah. Abi mengganggukan kepala tanda senang dan bahagia.&lt;br /&gt;Abi sempat memberikan pesan jangan lupa istikharah untuk meminta petunjuk dalam menentukan pilihan tersebut karena beliau tahu sudah berapa kali saya proses ternyata berakhir dengan sebuah kekecewaan.&lt;br /&gt;Sungguh sebuah pertemuan yang membuat diri ini terasa berarti. Seorang guru sekaligus sudah menjadi abi bagi diri ini mampu memberikan dorongan kembali untuk selalu bertawakal kepada Allah dalam mencari pasangan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali beberapa kisah dalam episode hidup ini. Sebuah perjalanan tentang proses pencarian jati diri. Selain karena kelemahan diri dalam memutuskan dan mengambil resiko, namun ternyata keadaan serta tekanan dari sekitar pun tidak sanggup dihadapi, namun saya yakin tentunya ada campur tangan Allah didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“De, ada temen kantor nich, orangnya baik, cantik, agamanya kuat dan … kayaknya cocok deh dengan ade” Panjang lebar sepupuku bercerita tentang sosok akhwat itu. Sebuah anggukan kepala saat mendengarkan cerita itu, mengingat selama ini mereka sering sekali menanyakan bagaimana proses pencarian calon pasangan setiap kali saya sempatkan berkunjung ke rumah Paman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya sebuah langkah dan indikasi baik karena saya pernah mengalami penolakan dari orang tua tentang proses ini. Mudah-mudahan jalan ini bisa saya jadikan langkah awal untuk melakukan negosiasi dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita itupun berlanjut dengan obrolan akrab lainnya. Memang saat itu sudah lama sekali saya tidak berkunjung ke rumah Paman di Bogor. Bibi saya pun mendukung sepenuhnya untuk segera menikah dengan akhwat itu. Ternyata akhwat itu pernah sekali main ke rumah paman, jadinya bibi pun sedikit tahu tentang dia. Wah.. wah .. ternyata dukungan itu muncul dengan sendirinya setelah sekian lama tidak saya dapatkan. Malu juga diri ini saat mereka melontarkan berbagai macam cerita dan dukungan. Merah padamlah wajah ini dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini sebuah anugerah dan jawaban Allah atas semua do’a dan harapan yang sering terbersit di hati ini… ataukah Engkau akan menguji kembali saya dalam melakukan proses pernikahan ini… ataukah… Ah.. tidak pantas rasanya saya berprasangka kurang baik kepada-Mu ya Allah. Ampuni hamba Mu ini ya Allah. Semoga ini merupakan pertanda baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, namun cerita demi cerita itu tidak mau berakhir. Sepupu yang memang sangat bersemagat hingga mau menelpon akhwat tersebut. Namun alhamdulillah tidak jadi setelah saya ceritakan langkah-langkah serta hal-hal yang perlu dihindari dalam proses ini. Akhirnya da’wah itu bisa juga saya sampaikan di depan mereka setelah sekian lama tertahan di diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali teringat sebuah kenangan yang selalu menjadikan diri ini tidak pantas dan berat untuk kembali melakukan sebuah proses menuju sebuah gerbang pernikahan. Bagaimana dengan sosialisasi dengan orang tua dan saudara-saudara lainnya, mengingat selama ini mereka selalu saja menentang proses ini. Sedih dan gundah hati itu seakan kembali menjadi boomerang bagi diri ini. Tapi saya yakin mungkin inilah akhir dari sebuah penantian yang telah lama ditunggu dengan tetesan airmata do’a, langkah goyah kehidupan serta hati yang rapuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:#000066;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;“Akhwat itu hanya minta waktu 2 minggu untuk pertimbangkan proses ini. Tenang aja, antum perbanyak do’a dan perdekat diri kepada Allah.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jawaban dari abi akhirnya saya dapatkan untuk menjawab kebingungan yang ada setelah menerima pesan singkat di HP dari guru ngaji akhwat yang akan diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu saya dapat konfirmasi akan dilakukan pertemuan awal dengan akhwatnya sebagai tindak lanjut dari proses ini, namun ternyata tidak jadi karena alasan yang tidak saya fahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini juga cobaan dari Allah. Saat diri ini bersemangat untuk kembali melangkah dengan semua dukungan yang ada. Sepertinya semuanya sudah di depan mata. Namun Allah ingin menguji kemantapan hati ini. Ya Allah mudahkanlah jalan ini. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;“Barakallahu laka wabaraka ‘alaika wajam’a bainuhuma fi khair”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ucapan do’a dan selamat dari teman-teman seperjuangan seakan menambah dan melengkapi kebahagiaan yang saat ini tengah dirasakan. Beberapa menit yang lalu telah terjadi sebuah perjanjian suci “mitsaqon ghalizo” antara bapak mertua dengan saya dihadapan penghulu dan para saksi serta hadirin yang menyaksikan prosesi akad nikah di sebuah mesjid jauh di pelosok kota Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sebuah prosesi pernikahan akhirnya bisa terlaksana. Pernikahan saya dengan akhwat yang pernah diajukan oleh sepupu yang baru saya lihat saat ta’aruf, dan saya kenal setelah menikah. Sungguh indah sekali saat mengingat semua perjuangan dan do’a demi sebuah ibadah yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah berkahilah keluarga ini sehingga menjadi keluarga yang senantiasa menjadikan Allah sebagai tujuan akhir, Al Qur’an sebagai panduan, Rasulullah sebagai tauladan, Islam sebagai dasar hidup dan Da’wah menjadi jalan hidup. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;color:#000066;"&gt;Jazakumullahu khairan katsiron atas do'a, kehadiran serta bantuannya sehingga bisa terlaksana akad dan walimatul ursy ane. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28976245-114903722787113617?l=imamfathur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamfathur.blogspot.com/feeds/114903722787113617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28976245&amp;postID=114903722787113617' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/114903722787113617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28976245/posts/default/114903722787113617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamfathur.blogspot.com/2006/05/akhir-penantian-dari-sebuah-pencarian.html' title='Akhir Penantian dari Sebuah Pencarian'/><author><name>Imam Fathurachman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16445266548538925070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YyUBKih_fq0/TgSXvdbyLSI/AAAAAAAAAA0/eccSSMZHUjE/s220/Image0137.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
